Seorang Abang Yang Menjaga Adiknya Secara Tulus

Seorang Abang Yang Menjaga Adiknya Secara Tulus
bab 3


__ADS_3

Hampir saja viena bisa memasuki gerang itu tapi ia terlambat juga padahal sisa beberapa langkah lagi,eh satpam nya malah menutup dan mengunci gerang.sial sial sial ucap viena.


Ia membanting banting kakik nya dan mengetuk dirinya yang terlalu terpesona dengan sekolah yang sangat mewah itu. Gadis itu cepat cepat memasangkan muka nya yang manis ketika sang satpam menatap nya.


"Maaf non, sekolah ini tuh ketat banget.kali udah jam tujuh tepat gerbangnya harus di tutup, tidak boleh di buka lagi sampai jam pulang sekolah."jelas pak satpam dengan panjang lebar.


"Sekali ini aja pak"yah pak?" Paksa viena dengan memelas.


"Nanti saya yang di marahin non,maaf banget ya non.


"**-tapi pak."


Viena ingin memaksa satpam itu lagi tetapi ia terhenti karena ada yang menepuk bahunya dari belakang.ia berbalik pandang ke seorang gadis cantik dengan senyuman lebar yang di tunjukkan kepadanya.dahinya berkerut samar.ia tidak kenal dengan gadis itu,dan sekarang gadis itu berbisik di telinga nya.


"Gue tau cara lain untuk masuk ke dalam sekolah."busuknya lalu berbalik dan meninggalkan viena yang masih bengong.maksud dia apan sih,main datang dan pergi GK jelas kayagitu.


"Ayo ikut gue!"seru cewek itu lagi saat menyadari viena yang masih bengong di tempat ia berdiri tadi.


Viena menatap gadis itu lagi.setelah mencerna kata kata nya dengan baik-baik barulah ia berlari pelan mengikuti gadis asing itu.Dirinya jadi penasaran diri nya akan di bawa kemana oleh cewek yang berambut ikal bertubuh tinggi dan dengan wajah yang sangat cantik menurut nya.

__ADS_1


/*/*/*/*/*


Sekarang ini mereka ini sedang berada di depan tembok tinggi yang belom pernah di lihat viena sebelumnya.gadis itu menatap bergantian cewek yang ia tidak tau siapa namanya itu dan tembok yang menjulang tinggi di depannya.


Tinggi tembok itu kira-kira lebih dari dua meter.inikah yang di maksud dengan jalan lain yang di maksud oleh cewek itu?.chaby mendesah panjang .bagai6 caranya ia memanjat tembok setinggi itu,ia bukanlah gadis tomboy yang bisa memanjat-manjat seperti itu.


Pandangan nya kembali berpindah ke gadis yang ia tidak kenal itu yang saat ini tengah sibuk mendorong-dorong suatu benda seperti....,


Tangga?


Mata viena melotot menatap gadis itu.dariman ia mendapat kan tangga itu? jangan-jangan ia mencuri nya lagi.taoi di mana?tapi kok kayak cewek itu layaknya banget sekolah ini, atau jangan-jangan dia kakak kelas?


"Kita bisa panjat tembok itu dengan tangga ini.ayo!"


Viena merasa ragi, karena walaupun ada tangga ia tetap takut.dirinya belum pernah melakukan hal ekstrim seperti itu sebelumnya.


"Lo mau di hukum lari lapangan seratus kali karena terlambat?".


Seru gadis itu dari atas tangga.viena masih mikir-mikir entah kenapa ia malah setuju saja dan mulai menaiki tangga itu perlahan-lahan, mengikuti gadis yang sudah lebih dahulu memanjat tembok.

__ADS_1


Saat berhasil mencapai tembok paling atas,gadis itu menempelkan badannya dengan kuat-kuat dan menahan apa saja yang bisa menahan dirinya agar tetap seimbang dan tidak terjatuh.


Ia melihat gadis tadi sudah melompat ke bawah dan mencapai tanah,sedang dirinya tidak tau lagi harus berbuat apa.ia terlalu takut untuk melompat dan tidak bisa menggera6 badan nya sedikit pun karena takut jatuh.hasilnya, dirinya tersangkut di atas tanpa bisa berbuat apa-apa.sungguh ia sangat takut.ia takut kalau dia bergerak ia akan jatuh dan kakinya patah. Ia ampun,kenapa dia mau maunya melakukan tindakan bodoh kaya begini sih.


"Cepat lompat." Teriak gadis itu dengan pelan.


Namanya agnes.


Agnes bengong menatap viena yang memasang wajah ketakutan meski baginya malah kelihatan sangat lucu.


" Lo bisa lompat kan?".tanya nya lagi yang di balas dengan gelengan kepala viena.


Matanya memerah dan akhirnya viena menangis karena sangat ketakutan.


"Hei,hei kok kamu malah nangis sih!"gimana Agnes pelan sambil melihat kanan kiri.tajut kalau ada yang melihat mereka dan nantinya ketahuan manjat tembok.kan GK lucu kalau kena hukum padahal sudah capek-capek panjat tembok yang tinggi . pandangannya kembali fokus ke viena yang masih tersangkut di atas.


"A..ku N..nggak t...tau c....cara .un..tu..K tu..run..nya g...gimana." ucap viena dengan nangis sesegukan dengan tubuh kaku yang melemas di pagar tembok yang tinggi itu.


Agnes menahan tawanya.seumur-umur baru kali ini dia bertemu dengan cewek cengeng seperti begini.dan entah kenapa ia malah senang,ia tidak tau kalau viena secengeng itu.namanya juga baru kenal,manalah dia tau.dia hanya bermaksud membantu viena agar bisa masuk sekolah dan GK ketahuan kalau mereka terlambat.tapi....

__ADS_1


Matanya kembali memandang ke atas.


"Udh enggk usah nangis lagi,aku bakal cari bantuan ucap agnes.lalu mencari hp nya di sakunya dan menelepon seseorang.


__ADS_2