
Sedangkan di tempat berbeda, Davin bukan nya mengejar Adira, malah mempersilah kan kekasih nya masuk, bukan hanya itu mereka malah bercumbu mesra di atas meja makan, yang sudah di siapkan Adira untuk kencan Adira dan Davin.
" honey stop, sebaiknya Panggil istrimu itu, mari kita bicara biar ia memilih." ujar Katrin
" maksudnya sayang ( cup ) ." ujar Davin, sambil melu**t bibir katrin
" honey, kita tidak mungkin tidak menikah kan, Adira sudah tahu , lalu apa lagi , aku ingin istrimu itu memilih, ingin di madu atau di ceraikan, kalau aku jelas ingin jadi satu satunya istrimu, itu pun kalau kau mau menceraikan istrimu itu." ujar Katrin.
"Setuju atau tanpa persetujuan nya , aku akan menikahimu sayangku, dan aku tidak akan menceraikan nya, kamu tahu kan di ranjang dia tidak seliar kamu, dan kamu tahu kan kalau aku menceraikan nya, aku akan kehilangan separuh harta ayahku, kamu mau." ujar Davin
" Sial kenapa si dari dulu dia seberuntung itu, bahkan di ceraikan Davin pun, dia dapat bagian harta, cih aku membenci mu wanita jal****" batin Katrin.
" hmmmzz kan kamu diam ya sudah aku memanggil nya dulu ". ujar Davin .
" oke honey ( cup ) " ujar Katrin, sambil ci*m bi**r Davin
Davin lalu naik ke atas, menyusul Adira dengan niatan membujuk Adira,
tap
tap
tap
sampai di depan kamar utama, Davin mengetok pintu kamar, tapi tak ada jawaban, dan ternyata pintu kamar utama tidak di kunci, lalu Davin membukanya.
__ADS_1
Cklek.
melihat Adira yang sedang tertidur, membuat Davin marah.
" Adira Saputri Ester , bangun.... dimana akal sehat mu, suami pulang bukan sambut dengan baik, malah enak enakan kamu tidur hah " ujar Davin dengan penuh emosi.
Adira mendengar itu terjangkit kaget mendengarnya , ia langsung bangun , dengan mata bengkak.
" apa apaan kamu mas, seharus nya aku disini yang marah, kenapa kamu yang memarahi ku, kau membawa wanita lak**t itu kerumah kita." ujar Adira.
Plakkkkkkkk.
tamparan keras mengenai pipi Adira, Adira terkejut dan sakit hatinya, selama 3 tahun mereka berumah tangga, baru kali ini Davin berani menampar nya, Adira hanya bisa menangis.
" turun lah, aku ingin bicara, kalau kau tak turun kau tau akibat nya,." ancam Davin tak bersalah.
. . . . . . . . . . .
. . . . . . . .. . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . .
di tempat yang berbeda ada senyum yang menyeringai puas , ia tak salah itu adalah Katrin, diam diam ia naik keatas membututi Davin, dan melihat pertengkaran itu,
sungguh puas hati Katrin melihat itu semua
__ADS_1
lalu saat Katrin melihat Davin ingin keluar dari kamar utama, Katrin bergegas turun dan duduk di kursi meja makan.
tap
tap
tap
Davin bergegas turus menghampiri Katrin, lalu bercumbu mesra dengan Katrin, tanpa Davin sadari Adira menyusulnya di belakang dan melihat itu semua, Katrin melihat Adira di belakang terlihat menyeringai banyak arti.
nyuuuuttt
hati Adira hancur sehancur hancurnya, Adira harus merasakan pahitnya empedu, ketika suaminya yang menurut Adira setia, kini terang terangan bermadu kasih dengan sahabatnya sendiri.
rumah tangga yang ia dan suami nya bangun selama 3 tahun, yang menurut nya harmonis, kini hanya tersisa banyak luka di hatinya.
" Rasanya baru kemaren aku merasakan manis nya gula dalam rumah tangga, kini aku harus merasakan pahit nya empedu, ya Allah ini kah awal ujian rumah tangga ku " batin Adira.
..........................................
..........................................
** kira kira apa ya kelanjutan nya..
akankah Adira minta cerai, atau malah bertahan.. yk komentar.. beri semngat untuk tangan dan mataku *** 😁😁
__ADS_1