
davin menatap mata Adira tajam, Adira hanya tertunduk sambil mengepal tangan nya, sambil tak menyangka kalau suami nya tega melakukan itu, padahal selama menikah Adira di perlakukan lembut dan di manja sama davin, tapi berbeda dengan Katrin, ia hanya menyungging kan senyum nya yang penuh arti.
" mari kita ke ruang keluarga, kita bicara " ujar Davin.
tap.
tap.
tap.
Adira yang mengekor di belakang Davin dan Katrin hanya nunduk dan diam.
" apa yang harus ku katakan pada ibu dan bapa, bahwa laki laki pilihan ku tlah menghianatiku, apa yang harus ku jelas kan ke ibu dan bapa,, ya Allah hati ku sakit melihat mereka." batin Adira.
mereka sampai di ruang keluarga, tanpa rasa malu Katrin duduk di samping davin, ia memeluk tangan Davin sambil bisik bisik yang Adira tidak tahu, jangan tanya Adira , tanpa rasa air mata nya mengalir tanpa se ijin nya.
" Adira bukan kah ini rumah mu, tapi kenapa kau berdiri saja, tidak duduk, bukankah kursi nya lebar." ujar Katrin.
" menjauh lah dari laki laki yang bukan suami mu, apa kau tak malu, kau bukan istrinya, tapi malah berani megang megang suami orang seperti Pela**r". ujar Adira.
greeeeebbbbb
Katrin mengepal tangan nya, ingin rasa nya ia menampar Adira.
" tutup mulut mu, duduk lah mari kita bicara" ujar Davin.
Adira hanya bisa diam dan duduk sambil menyeka air mata, sementara Katrin senyum dengan kemenangan, mereka terdiam sesaat lalu Davin membuka pembicaraan.
" Dira sudah berapa lama kita menikah." ujar Davin.
" pertanyaan macam apa itu mas, kau jelas tahu , bahkan kau pun tahu, hari ini hari anniversary pernikahan ke 3 tahun, tapi naas bukan nya kejutan romantis yang aku dapat kan , malah kau kasih aku racun." ujar Adira
" jaga bicaramu Dira, sebentar lagi kau dengan Katrin bukan hanya sahabat tapi ___" belom Davin melanjutkan bicaranya Adira sudah memotong.
" dia bukan sahabat ku,, dia wanita simpanan mu,, hahaha bodoh nya aku, begitu percaya sama kalian, tingkah kalian bahkan lebih dari bina***g ". ujar Adira.
plaakkkk
__ADS_1
plaakkk
Tamparan keras mengenai pipi Adira, namun kali ini di sampin bibir nya keluar darah segar, Adira yang dapat perlakukan itu, hanya bisa diam, dan menangis tersedu sedu,.
" tega kamu mas, tegaaaaaa,,, demi wanita ini, kau menghancurkan hati ini berkeping keping keping,, tega kamu mas demi wanita ini juga kau _____ " belom selesai Adira berbicara sudah di potong Davin dahulu.
" kubilang jaga bicara mu , bicara yang sopan di hadapan suami, aku suami mu. " ujar Davin.
Davin diam sesaat sebelum melanjut kan bicara nya, " huuuuuhhh " Davin tarik nafas.
" dengar Dira, aku dan Katrin akan menikah bulan depan, kami menikah siri, dan tolong rahasiakan ini dari mama papa ku, kau mengerti " ujar Davin.
jdeeeeerrr....
bagai di sambar petir, Adira terkejut mendengar ucapan Davin, ia hanya terdiam, tak bisa berkata kata,, sambil menyeka air matanya, Adira pun berbicara,.
" aku tau mau di madu mas." ujar Adira sambil menyeka air matanya.
" mau tak mau harus mau dir, kamu harus iklas bahwa Davin ingin menikahi ku, aku saja rela jadi yang kedua, masa kamu tidak mau berbagi, bukan kah dulu kita sering berbagi, jadi tak salah dong kita saling berbagi suami. " ujar Katrin tak tau malu.
greeeebbb
..............................
..........................
..............................
Adira menegakkan kepalanya sendiri, menatap satu persatu 2 sejoli yang sudah menyakitinya, bahkan menghancurkan nya.
" kalau kalian ingin menikah, menikah lah, tapi ada satu syarat, CERAIKAN aku terlebih dahulu secara sah" ujar Adira, berharap gertakannya bisa merubah pikiran davin,.
tapi naas jawaban Davin justru menyayat nyayat hati Adira.
" aku bisa mengabulkan nya kalau kau mau " ancam Davin, Davin tahu Adira tidak bisa hidup tanpanya, karna keluarga tak mungkin Nerima Adira.
Davin tau, semenjak menikah dengan Davin , Adira sudah tercoret karena Adira bersikeras menikahi Davin tanpa restu dari mereka, bahkan saat mereka menikah pun , orang tua Adira tidak datang, karna tidak merestui Davin, karena menurut orang tua Adira Davin bukan laki laki baik, dan ternyata benar adanya.
__ADS_1
greeeebbb
" tolong jangan ceraikan aku mas, tolong ,,, aku rela di madu, asal kau jangan ceraikan aku." ucap Adira sambil Ter Isak, sambil memeluk kaki Davin.
" makanya dir, coba dari tadi kau menyetujuinya, pasti tidak akan seribet ini kan, aku sudah berbaik hati loh mau jadi yang kedua, coba kalau aku egois, aku sudah nyuruh Davin menceraikan mu. " ujar Katrin tak tau malu nya. sambil tersenyum dengan penuh kemenangan
" Baik lah aku tidak akan menceraikan mu, asal kau mau menerima Katrin jadi istri kedua ku, dan akur akur lah " ujar Davin , sambil tersenyum dengan penuh kemenangan juga, karna kalau sampai Adira menyetujui perceraian, habis sudah separuh harta Davin untuk Adira.
" ya sudah honey aku pulang dulu ya, bsok kita fitting baju pengantin ( cup ) i love you " ujar Katrin sambil mencium pipi Davin lalu pergi.
" aku antar kau pulang sayang, bagaimana mungkin aku membiarkan calon istri ku pulang sendirian. " ujar Davin, sambil mengejar Katrin yang sudah berlalu duluan.
Davin meninggal kan Adira begitu saja tanpa minta maaf.
jangan di tanya gimana Adira yang jelas Adira sakit hati dan kecewa melihat dan mendengar semuanya, kini Adira hanya bisa menangis tersedu sedu.
sambil menyeka air mata, Adira lalu pergi kekamar utama.
tap
tap
tap
jebrettttt
Adira menutup pinta kamar utama dengan keras, karna rasa kecewanya terhadap suami dan sahabat nya itu, iya terperosok ketembok sambil menangis , tanpa sadar ia ketiduran di lantai, sampai pagi.
.....................................................
MEMORY ADIRA
BERSAMA KELUARGA
.......................................................
Penasaran ya kelanjutan nya apa..
__ADS_1
yuk komentar,, kasih aku masukan🤗.
kasih aku semangat dong.. 😌