
MEMORY ADIRA.
....................................................................
Semasa SMA kehidupan Adira sangat bahagia,
ibu dan bapak Adira sangat menyayanginya,
Dira di antar dan di jemput sama ayah nya,
ya karna pekerjaan ayah nya adalah pengajar SD, sehingga bisa mengantar dan menjemput Dira .
ibu dira sangat menyayangi Adira, walaupun Dira di beri uang saku, ibu dira slalu membawakan bekal untuk Dira,
karna Dira anak perempuan pertama, dan perempuan satu satunya.
ya__ Dira adalah anak pertama, mempunyai 3 saudara kandung, dan semua adalah laki2,
adik Dira semuanya masih kecil, ada yang kelas 6 SD, nama nya Hendra Saputra , dan yang kelas 3 SD bernama Rizki Saputra, dan ada yang masih balita, umurnya 2 tahun namanya Afnan Saputra.
biarpun kehidupan keluarga Dira sangat sederhana, tapi Dira sangat bahagia, mempunyai keluarga yang adil dan tidak pilih kasih.
sreeeeengg.
sreeeeeeng.
sreeeeeeng.
suara ibu dira yang sedang memasak,
" Dira,,,, sudah jam berapa ini, ini sudah jam 7:20 nanty bapak mu telat " ujar elyna ( elyna adalah nama ibu dira )
kriiieeettt.
tap.
tap.
tap.
" iya Bu Dira sudah siap " ujar Dira sambil menuju meja makan.
" udah sarapan dulu ni ibu sudah matang matang masak." ujar elyna.
" ibu memang yang terbaik, bekal Dira sudah Bu." ujar Dira.
" sudah ni bekal mu." ujar elyna
" loh bekal Dira doang bekal bapak mana " ujar Saputra ( sapurta adalah nama bapa Dira )
__ADS_1
" ya jelas sudah. " ujar elyna
" bekal kita mana Bu, kok ka Dira dan bapa saja " ujar Hendra dan Rizki barengan.
" bekal sudah di siap kan semua, aduhh pusing ibu, " ujar elyna
" hahahaha " semua tertawa bersamaan.
" yaudah yuk berangkat nanty kesiangan " ujar Saputra.
" yuk" ujar mereka barengan.
..........................
.........................
Dira sudah sampai di sekolah dan bel berbunyi,
pelajaran begitu melelahkan untuk Dira , karna pelajaran nya Dira tidak suka,, ya__ Dira pintar dalam semua pelajaran, tapi dira tidak suka pelajaran IPA, karna takut darah.
seperti biasa, sepulang sekolah Dira slalu di jemput sama bapak nya, sampai Dira lulus.
kini Dira tlah lulus dan mendaftar kan kuliah yang lumayan terkenal di kota J, karna Dira mendapat beasiswa, ia mengambil fakultas ekonomi, karna ia sangat suka itu..
Dira mendapatkan surat panggilan di kampus UN di kota JT, seperti pada umum nya, Dira harus melalui ospek terlebih dahulu,, yang disuruh memakai baju putih dan rok hitam,
.....................
.....................
Dira tiba di kampus UN agak sedikit terlambat, setelah Tiba dan dapat barisan, Dira terpana pada sosok laki laki yang menurut nya sangat tampan, yang tak lain adalah Davin.
Dira jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Davin, karna Davin paling tampan dari Kaka kelas yang lain nya ( ya iyalah paling ganteng wong cowo sendiri 🤣), temen temen Davin yang lain tidak pada Dateng alesan nya tidak enak badan, ( sebener nya mereka malas dan bosan ), jantung Dira berdebar saat Davin menghampiri nya.
" siapa nama mu " ujar Davin.
" Adira Saputri Ester" ujar Dira
" kau telat 10 menit sekarang lari memutari lapangan 10 kali " ujar Davin.
" ap_ apa " ujar Dira.
" mau saya tambahkan lebih, lari sekarang atau saya tambahkan " ujar Davin.
" ba_ baik " ujar Dira
Dira lari memutari lapangan itu yang sangat luas, seluas lapangan bola, ntah kenapa hari ini adalah hari kesialan Dira, yang Dira kira akan melakukan ospek dengan baik, malah di kerjai sama orang yang di sukai pada pandangan pertama itu.
" sial,,,, kirain dia nyamperin mau ngapain, ternyata mau ngerjain gue,, awas ajah lu gue bikin lu jatuh cinta sama gue" batin Dira
__ADS_1
selesai memutari lapangan Dira begitu kelelahan, Davin menghampiri lalu memberi Dira minum, tidak menunggu lagi Dira langsung mengambil dan meneguk air yang di beri Davin itu sampai habis,
Dira dan Davin bertatap mata lumayan lama, sampai akhirnya Davin membuang muka, dan sadar Dira pun membuang muka dengan muka merah padam,
" makasih ka " ujar Dira.
" kau beruntung waktu telat hanya di suruh mengitari lapangan" ujar Davin
" apa.,,,,,, kata dia hanya mengitari lapangan itu beruntung, dia GG tau apa gue cape banget begini, untuk gue kuat, coba kalau gak kuat bisa pingsan gue, dasar cowo nyebelin " batin Dira.
" Dengar tidak saya ngomong"ujar Davin.
" de_ dengar ka" ujar Dira.
" sekarang tugas mu adalah mnta tanda tangan dengan Katrin, kau cari yang bernama Katrin hanjaya lalu kau mnta tanda tangan nya, setelah itu kau dapat surat nya" ujar Davin
tanpa menjawab Dira langsung berlari dan langsung berlari mencari yang bernama Katrin hanjaya, Dira menanya satu persatu teman Davin itu tapi tak kunjung ketemu, sampai Dira istirahat sebentar, dan dia melihat 1 wanita yang bersiap siap pulang itu, Dira langsung menghampiri, dan menurut Dira Mungkin itu katrin hanjaya.
" Kaka tunggu " ujar Katrin sambil mengejar Katrin.
" iya ada apa ya " ujar Katrin.
" maaf ka aku Adira Saputri Ester, di suruh ka Davin untuk meminta tanda tangan Kaka" ujar Dira.
tanpa menjawab apa apa dari Dira, langsung mengambil surat dan menandatanganin surat itu dan pergi begitu saja, Dira keheranan kenapa mata Katrin sembab seperti sehabis menangis, tapi Dira tak berani menanyakan itu karna menurut Dira itu pasti sangat lancang, Dira bengong sampai lupa mengucapkan terimakasih.
akhirnya ospek selesai berjalan dengan lancar, beruntung Dira tak seperti teman teman nya yang abis di kerjain, dan beruntung Dira hanya di kerjai memutari lapangan saja 10 putaran,
tak seperti teman teman nya.
" aduh cape banget ospek " ujar Dira sambil masuk rumah, kebetulan bapak Dira tak menjemput karna ada rapat.
" aduh anak ibu sudah pulang yaa, bukan ngucap kan salam malah ngeluh begitu" ujar elyna.
" eh ibu ya Bu assalamualaikum " ujar Dira, sambil mencium tangan ibu nya.
" bagai mana tadi ospek nya lancar" ujar elyna.
" Alhamdulillah lancar Bu " ujar Dira.
" Alhamdulillah kalau lancar, ya sudah kamu makan sana ibu sudah masak " ujar elyna.
" oke Bu ( cup ) " ujar Dira sambil cium pipi ibunya itu.
selesai makan Dira langsung kekamar, Dira masih terngiang ngiang sama wajah Davin, Davin begitu tampan menurut Dira, dia sangat beribawa, disisi lain, Dira pun kepikiran Katrin, yang mukanya sembab, Dira sibuk dengan pikiran nya sendiri itu, sampai Dira tidak sadar kalau bapa Dira mengetuk ngamar dan masuk.
.....................
...............
__ADS_1