Series Jagoan Di Sekolah

Series Jagoan Di Sekolah
bab 6 tidur seranjang


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan malam hari ivan masih menonton televisi karena ia bingung harus tidur dimana jika ia tidur di kamar tamu para pelayan akan mempertanyakan nya ia juga tidak mau tidur dikamar raysah takut raysah akan marah akhirnya ia pun memutuskan untuk tetap berada di ruang tengah sambil menonton televisi,, ketika sedang asik menonton tiba tiba terdengar sebuah suara


"loh den ko belum tidur sih"


ia pun sontak menengok ke arah suara tersebut


"ah iya bi belum ngantuk nih"


"ini udah malam bukannya besok den ivan harus sekolah"


"waduh iya bi saya hampir lupa"


sambil menepuk jidatnya pura pura lupa padahal ia sengaja


kemudian ia pun beranjak dari duduk nya dan berpamitan kepada pelayan tersebut sambil berjalan ke lantai dua, sebelum sampai depan kamar raysah ia ragu untuk masuk kedalam ivan pun berpikir sejenak apakah harus masuk atau engga,


meskipun di apartemen mereka sudah satu kamar namun itu karena apartemen itu milik ivan meskipun ivan harus tidur di sopa,, berbeda dengan sekarang ia harus masuk ke kamar pribadi milik raysah meski tadi siang sudah masuk kamar raysah


setelah beberapa menit berpikir ia pun memberanikan diri masuk ke kamar raysah begitu sudah di kamar ia melihat ke sekeliling untuk mencari sopa


"kaga ada sopa lagi dimana gue harus tidur kalau gini masa iya gue harus tidur satu ranjang bisa bisa di amuk gue sama raysah apa lagi ini kamar nya" gerutu ivan


raysah yang mendengar suara seseorang pun membuka matanya ia melihat ivan tengah berdiri di sisi ranjang


"lu ngapain berdiri disini kenapa belum tidur lu '' tanya raysah galak meskipun ia sedang sakit


" dari tadi juga gue mau tidur tapi bingung gue tidur dimana di sinikan kaga ada sopa'' jawab ivan


"yaudah lu tidur di ranjang" ucap raysah cuek


mendengar raysah menyuruh nya tidur satu ranjang membuat ivan mematung,, raysah melihat ivan yang masih berdiri kembali berbicara


"lu bakalan tidur sambil berdiri"


ivan tersadar dari lamunan nya kemudian ia berjalan menuju ranjang kemudian ia


membaringkan tubuhnya di samping raysah ketika ivan sudah berbicara raysah mengingatkan ivan


"awas jangan macam macam lu sama gue,, gue nyuruh lu tidur satu ranjang itu cuman ucapan terimakasih gue waktu siang tadi"


"iya gue tau"


mereka pun mulai memejamkan matanya namun berkali-kali mencoba untuk tidur baik raysah maupun ivan tidak satupun yang bisa tidur karena jantung mereka berdetak tidak normal ivan dan raysah terus memikirkan apa yang terjadi dengan jantungnya begitu lama berpikir dengan pikiran nya masing masing mereka pun tertidur dengan sendirinya

__ADS_1


merasa ada gerakan di atas perutnya ivan perlalahan membuka matanya ia terkejut karena ada sebuah tangan sedang menglingkar di perutnya ternyata raysah memeluknya karena ia tidak mengganggu tidur raysah yang terlihat sangat lelap,


ketika ivan tengah berpikir untuk bangun atau tidak terdenger sebuah lengguhan dari mulut raysah ivan yang menyadari raysah akan bangun ia pun berpura pura lagi


raysah perlahan membuka matanya sebenarnya ia enggak untuk membuka matanya karena ia merasa nyaman dengan tidur nya ketika ia sudah membuka matanya ia juga terkejut karena ia bangun dengan posisi memeluk ivan


"hah perasaan semalam gue meluk guling deh ko tiba tiba gue meluk ivan sih tapi ko rasanya nyman banget ya" puji raysah secara tidak sadar


duh apa sih yang gue pikirkan '' ia mencoba menepis pikiran nya


ia bergegas bangun untuk pergi ke kamar mandi karena ia takut ivan akan menyadari nya ia tidak mau ivan berpikir yang tidak tidak padahal ivan dari tadi mendengar semua ucapan raysah ia menahan senyum sambil memjamkan mata,


merasa raysah sudah pergi ke kamar mandi ia pun bangun


"duh ko perasaan gue jadi kaga karuan sih apa iya gue udah jatuh cinta sama raysah " pikirnya dalam hati


tak lama kemudian raysah pun keluar dari kamar mandi ia melihat ivan yang sedang duduk di tepi ranjang pipi nya kembali memerah karena memikirkan ketika ivan ia memeluk ivan


"lu udah bangun cepet mandi nanti kita siangan" ucap raysah sambil memalingkan wajah nya karena tidak berani menatap ivan


tanpa menjawab ivan bergegas ke kamar mandi ia sudah selesai mandi kemudian ia memakai seragam nya ia mencium seragam nya yang bau


"duh seragam gue bau lagi mana gue kaga bawa parfum '' gerutu ivan,, ketika ivan sedang menggerutu tiba tiba pintu kamar di buka oleh raysah


" udah siap cepet turun kita sarapan setelah itu kita berangkat sekolah " perintah raysah kepada ivan


"tuh ada di atas meja pake aja" tunjuknya ke arah meja kemudian raysah pun keluar dari kamar


setelah selesai sarapan mereka pun pergi untuk bersekolah,, seperti biasa raysah meminta ivan menurunkan nya di persimpangan sekolah,


begitu ivan sampai di parkiran ia sudah di sambut oleh keempat temennya


"weh gue kira lu kaga bakal sekolah ' ' tanya iyan kepada ivan


" yakali dia kaga kesekolah apalagi ada... "Ali tidak meneruskan ucapan nya hampir saja Ali membocorkan rahasia ivan


" apa lagi ada apa Li?? "Faiz bertanya kepada Ali


" ah kaga ada hehe"elek ivan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal


"udah udah kaga usah di dengerin,,, mending kita masuk ke kelas aja "" ajak ivan kedapa temen nya tidak lupa juga ia memelototi Ali karena hampir saja dia membocorkan rahasia nya Ali yang di pelototin ivan pun hanya nyengir sambil mengangkat V tangan nya


"ehh bentar van ko bau parfum lu beda sih " nizar yang sedang mengendus ngendus tubuh ivan

__ADS_1


"apa sih" jawab ivan


"serius bau parfum lu kaya cewek sumpah" oceh nizar


"udah lah ga penting mau parfum gue bau cewek ke banci ke emang apa masalah nya sama lu"


"ya engga sih,


mereka berlima pun akhirnya berjalan menuju kelas seperti biasa di sepanjang jalan menuju kelas banyak sekali para siswi yang memuji kelima orang tersebut tapi tidak di peduli kan oleh mereka hanya iyan dan Faiz menanggapi pujian pujian para siswi tersebut


di antara berlima memang iyan dan Faiz yang di kenal sebagai playboy karena sudah banyak mantan mereka berdua I sekolah tersebut


ketika jam pelajaran tengah berlangsung ivan meminta ijin pergi ke toilet saat pelajaran menuju toilet ia bertabrakan dengan seorang wanita yang sudah dari toilet


" sorry " ucapnya tanpa menunggu wanita itu menjawab ia langsung masuk ke sekolah toilet


berbeda dengan wanita tersebut ia malah terbentang karena mencium aroma parfum yang tidak asing di hidungnya


"ko bau parfum nya kaya gue kenal ya" ucap wanita itu namun ia tidak terlalu mempedulikan itu ia bergegas kembali ke kelas nya


setiba di kelasnya ia langsung duduk di kursinya


"lu kenapa dia " tanya raysah yang duduk di samping nya,, bukanya menjawab ia justru mengedus tubuh raysah


raysah yang merasa aneh dengan sikap nadia mendorong wajah nadia menjauh dari tubuh nya


"lu kenapa sih aneh banget,,


" bentar bentar ko bau parfum lu sama yang nabrak gue di kamar mandi ya"


"emang yang punya parfum kaya gini cuma gue doang apa,,


" tapi ini raysah yang pake parfum ini tuh cowok bukan cewek kalau cewek sih gue kaga heran,


raysah mengernyit kan dahi nya


emang siapa cowok yang make parfum cewek,


nah itu dia tapi siapa ya gue lupa lagi, nadia memikirkan cowok yang memakai parfum seperti raysah


"oh iya gue ingat ivan yang make parfum sama seperti kaya lu tadi gue kaga sengaja bertabrakan dengan nya waktu balik Dari toilet" lanjutnya


"hah" raysah sedikit kaget mendengar jawaban dari nadia ia baru teringat bahwa ivan tadi pagi memang memakai parfum nya

__ADS_1


"lu salah nyium kali masa iya si ivan pake parfum cewek" eleknya


"enggak gue kaga salah baunya persis kaya parfum lu,, nadia yakin bahwa ia tidak salah mencium bau parfum nya,,,,


__ADS_2