
pernikahan kami berlangsung bahagia
calon suamiku dan aku sama sama dari rantauan kami menikah aku dari jakarta dan calon suamiku dari bengkulu.
karna calon suamiku tidak ada keluarga di jakarta kami memutuskan untuk menikah di jakarta.
karna tidak ada keluarga di jakarta kami memutuskan nanti keluarga besar calon suamiku menginap di rumah sahabatku yanti
semua sudah kami bicarakan dan ya kesepatan kami berhasil
tibalah waktu pernikahan kami
sesaat sebelum akad ayah dan ibuku mengatakan sesuatu kepadaku
aku bingung dan penasaran kenapa ibu dan ayah jd gelisah padahal ini hari pernikahanku 2 jam lagi aku akan akad nikah calon suami ku pasti akan datang
ayah sibuk mondar mandir di kamarku
ibu gelisah dan bingung mau bicara apa
aku pun jadi iku gelisa apa yang sedang terjadi
apakah bener ini kabar duka hatiku jauh berpikir hampir lemas lututku melihat ayah dan ibu ini berkata sesuatu tapi takut rasa penasaranku menjadi
ada apa ibu
ada apa ayah
kenapa kalian seperti ini.
ayah meminta keppada pengrias pengantin untuk keluar
maaf bu boleh tinggalkan kami bertiga
air mataku jatuh sudah tak tebendung lagi pikiranku kacau aku memikirkan yang aneh aneh tentang pernikahan ini
duduk anakku ibu berkata
setelah duduk ibu berkata
nak jangan marah dan jangan panik
ibu memelukku sambil menangiss
aku tak tahu maksud ini semua apa tapi airmataku sudah berurai
ayah bicara la ibu bilang ke ayah sambil mengelap air matanya
ada apa ayah aku bingung. . .
__ADS_1
aaku juga sedih.
anakku ayah tidak bisa menikahkanmu . ..
air mata ku tetap menetes
pikiranku salah q berpikir bahwa calon suami ku di jalan terkena musibah tenyata ....
akuuu ahhh q takut salah tidak mau ambil jawaban sendiri.
q bertanya kenapah ayah
apa ayah tidak suka sama calon suamiku
tidak nak bu bukan itu
hatiku semakin yakin kalau aku adalah. .. .
terus ibu kenapa aku lanjutkan ke ibu pertanyaanku. ibu yang mash menangis tidak dapat menjawab.
ayah yang ceept menjawab karna takut keburu datang mempelai lelakinya.
kamu bukan annku aq tidak bisa menikahkanmu.
kamu akan dinikahkan dengan wali hakim
aku hanya bisa meneteskan ari mata. tanpa marah dan emosi.
aku tetap meneteskan air mata dan terdiam sejenak suasana ku jd berurai air mata.
aku tetap tegar walapun sakit. dengan semangat aku merangkul ibu.
aku bertanya
apakah ibu mengangapku anak kandung mu.
ibu menutup mulutku dan berkata kau anakku walapun aku tak melahirkanmu.
aku pergi ke ayah. ayah apakah ayah juga merasakan hal yang sama.
anakku kamu anankkuu
dengan tetap memangis aku berusaha kuat kalau begitu tidak ada yang perlu di tangiskan ibu.
aku juga sama kalian tetap lah ibu dan ayahkuu.
kami menangis seseguhnya.
tok
__ADS_1
tok
tok
ibu maaf perias pengantin menggedor.
di depan tamu sudah datang
kami berkemas bersiap siap ibu dan ayah menyabut calon besannya.
aku sedih karna sampai sekarang aku tidak tahu siapa ayah dan ibu kandung ku tapi q tidak pernh menanyakan hal itu. bagiku ayah dan ibuku sekarang adalah ibukandungku.
setelah semua rapi dan ramai acara akan nikahpun di gelar. pernikahan kami berjalan lancar dan hikmat.
kami berdua bahagiaaa
.....
setelah acara pernikahan baim berkata
sekarang kau sudah sah jadi istriku terimakash sudah. mau jadi pendamping hidupku
baim menceritkan kisah kami di akun sosialnya
Kuawali dengan kata semoga. Sebab segala sesuatu Tuhanlah yang memutuskan nya.
Kekasih, salah satu yang aku syukuri dari pertemuan kita adalah ketika Tuhan mengizinkan kita saling menyembuhkan. Aku paham benar, bagaimana lukamu dikecewakan seseorang dimasa lalumu. Begitu pula denganku. Namun aku tetap bersyukur.
Karena apa? Karena merekalah saat ini kita ada.
Tak ada yg kusesalkan dari kepergian masa lalu ku. Ia membantu ku menemukanmu. Bersyukur sebab bukan kau lah seseorang yang salah. Dan semoga, kau seseorang yg tepat. Seseorang yang selama ini aku semoga kan. Seseorang yg selama ini aku perbincangkan dengan Tuhan. Sebelum aku menemukanmu, ku sebut kau tak bernama. Tapi aku percaya Tuhan Maha Tahu Segalanya.
Sampai akhirnya doa-doaku dijawab satu persatu. Aku menemukanmu. Bahkan dengan cara yg tak pernah kubayangkan sebelumnya. Saling mengenal pun kita belum. Kau benar-benar asing. Lalu Tuhan memberikan cara untuk kita dekat. Dan benar saja, aku tak sanggup menjelaskan apa apa. Termasuk mengapa aku bisa sejatuh hati ini denganmu. Mengapa aku bisa sepecaya ini denganmu. Seperti aku yakin kau tak akan mengecewakan ku.
Aku percaya kau, seperti aku percaya dengan diriku sendiri. Dan semakin hari, semakin kesini. Aku menemukan sesuatu yang baru. Kau seperti cerminku.
Beberapa hal yang belum kupahami benar, melihatmu aku seperti menemukan sesuatu di diriku yang telah lama hilang. Mencintai mu ada sesuatu yang berbeda. Entahlah, aku sendiri tak bisa menjelaskannya lewat kata. Memang benar kau orangnya. Tulang rusukku yang sudah terpisah lama. Semoga, Tuhan tak lagi memisahkan kita. Ku harap kita sanggup bersama sama.
Kita mulai segala sesuatu dengan langkah yang baru.
Peganglah aku, mari kita sama-sama berjalan. Lewati segala cobaan.
Semoga, akhir yang bahagia adalah takdir kita. Jangan cepat menyerah. Lihatlah, didepan telah menunggu kita, hadiah yang indah.
Rumah, rumah tangga yang penuh cinta.
-pena kecil-
Disadur dari Tausiyahku
__ADS_1