
setelah kejadian itu kami masih menata hidup kami.
baim selalu menyemangatiku membuatku bahagia.
kedukaan kami telah berlalu hari hari kami jalani bersama dengan rasa bahagia.
lagi lagi kami mendapat kabar bahagia
bahwa hari ini aku dinyatakan hamil lagi
kami sangat bahagia kami kehilangan kk pertama dari anak yang akan aku lahirkan ini.
seperti biasa kami menjalankan kehidupan kami.
kisah anak kedua kami pun tak jauh berbeda kami harus kehilangan lagi anak kami yang kedua
29 April 2017 menjadi kabar gembira bagi kami, tapi tak begitu lama. Sebab Alif hanya diizinkan bersama kami 30an jam saja. Ia menjadi pilihan Allah sebagai mahluk surgaNya terlebih dahulu setelah Zaid. Dan kami tetap berusaha bersabar .
kami masih saling mengukuhkan bahwasannya kami harus tegarr.
kehidupan kami masih tetap berjalan. kami menjalani kehidupan kami seperti biasanya .
Qadarullah...
Takdir Allah adalah yang terbaik
Jika Allah menghendaki, maka akan sangat mudah bagi Nya untuk menitipkan kembali kepada kita adiknya Alif
So, keep on patient and always pray...
Allah adalah sebagaimana prasangka hamba Nya
Keluarga kecil kita yang bahagia..
Kamu dan aku, kakaknya Alif yang belum sempat kita beri nama serta Alif 'sang penghuni surga'
__ADS_1
kami bahagia karna allah selalu menitipan titipa NYA ke kami.
hari hari kami semakin indah kami lalui
"Bang, adek kangeeeenn banget sama Alif. Akhir bulan ini udah 2 tahun".
Kuseka dua celah air mata dipipinya.
"Abang juga kangen, tapi adek jangan sedih. Adek harus kuat. Allah udah kasih lagi adeknya Alif disini". Sambil kuusap perutnya. "Tuh kan gerak dedeknya". Ucapku. "Allah gak akan kasih ujian sama hambaNya yg gak kuat. Adek pasti kuat". Tambahku. Dia mulai tersenyum. "Dedek Haidar..." itu nama sementara yg ku beri pada calon buah hati kami, walau sebenarnya dia kurang begitu setuju. "Abang harus sering sering ngobrol sama dedeknya ya. Bacain Al Qur'an. Biar anak kita sholeh". Pintanya. "Janji", aku mengulurkan jari tanda perjanjian.
"Bang, pas hari lahirnya Alif kita syukuran ke Panti Asuhan ya?"."Iya sayang. Nanti kita kesana. Udah, adek jangan sedih lagi". Ia mengangguk. "Udah adzan Isya. Abang cepetan ke masjid sana"."tapi adek jangan sedih lagi ya"."Iya".
....
keesokan harinya kami seperti biasanya suamiku bekerja dan akupun sama aku tetep bekerja karna hari hariku sepi jika harus sendiri dirumah
malamnya di kehamilanku yang ketiga sudah mau dekat dengan lahiran
"Yang, gimana kalo kita cuti pulang minggu ketiga April Ini?".
"Ya sebelum itu, deket deket review udah balik lagi".
"Trus adek gak balik lagi gitu?"
"Hmmmm"
"Gak mau ah, adek gak mau LDR an sama abang pas Ramadhan"
"Ya, maksudnya biar kita bisa ke rumah Mamak dulu di Bengkulu. Trus abang bisa nemenin adek buat nyiapin dokter sama RS yg paling baguslah di Jakarta. Trus adek punya banyak waktu buat istirahat dan persiapan. Kalo pas cuti lebaran kayaknya buru buru khawatir dokter yang direkomendasikan kemarin pada cuti. Abang kan gak bisa nemenin lagi jadi nya."
"Ih, abang ini loh.. pokok nya adek gak mau LDR an pas Ramadhan".
"Kan di rumah ada ayah ibu, trus kita kan bisa Video Call an"
"Gak ah. Beda tauk"
__ADS_1
"Hmmm gini aja. Kita pulang mudik lebih awal ya. H-10 lebaran supaya gak buru buru buat nyiapin. Kita langsung ke JAkarta aja biar adek gak capek."
"Okelah kalo begitu..... Maaf ya bang, bukan adek gak ngerti, tapi adek pingin Ramadhan an disini sama abang"
"Iya deh, iya. Mau dibikinin susu?"
"Yang Mocca ya"
"Sip"
--------------------
SLE, 21 Maret 2019
--------------------
Yang, Ramadhan ini ternyata kita memang harus LDR an. Bukan lagi tentang keinginanku atau ketidakinginanmu. Ini tentang Allah yang lebih menyayangimu. Abang hanya bisa menahan rindu.
Hari ini abang berangkat ke Jakarta, H-10 sesuai rencana Kita, tapi maaf kali ini tak bersamamu. Hanya ada 2 koper penuh sisa pakaianmu, itu saja yang kubawa, selainnya sudah aku derma.
Seperti janjiku, lebaran ini akan kuhabiskan waktu bersama orangtua mu. Mengisi kesunyiannya yg kehilanganmu, membuatnya kembali bahagia seperti saat bersamamu semampuku. Walau sebenarnya aku pun masih ragu akan seperti apa keadaanku menjalaninya tanpamu.
Salam semoga Allah sampaikan padamu dan mujahid mujahid kita.
----------------
Halim Perdana Kusuma, Ahad, 26 Mei 2019.
Tahun pertama kita melewatinya dengan kedukaan karena harus kehilangan Zaid, Tahun kedua pun sama, kita harus banyak belajar bersabar atas kehilangan Alif. Alif lebih di cintai Nya. Tahun ketiga, pun tak jauh beda. Kita sama sama tersiksa rindu pada mereka. Dan lagi ternyata kita harus lebih banyak memanjatkan do'a dan belajar makna ikhlas dan sabar sebenarnya.
25 Juli 2019, ditahun ke empat, sengaja tak kusertakan kata "kita". Sebab nyatanya "aku" lah yg harus lebih ekstra belajar memahami makna..
Happy Anniversary sayang..
Siska, kekasih ku yg telah berada dalam pelukan Rabb semesta alam..
__ADS_1