
selang beberapa jam di dalam pesawat akhir nya Roy pun sampai di prancis,dengan di iringi oleh pengawal yang sudah di utus oleh ayah nya untuk mengawasi keadaan Roy selama di prancis.
"kamu sudah sampai nak?"tanya ayah nya di baling telfon yang sembari di penggang oleh pengawal yang di samping Roy.
" ia ia sudah"jawab singkat dari Roy yang sedaritadi masi memikirkan Jeni yang ia tinggal kan.
"baik lah semoga kamu betah dengan kampus kamu yang baru di sana"sudah menutup telfon tanpa menggu jawaban dari Roy.
yah yah ayah senang sih kalau aku pindah ke sini,tapi aku bagai mana ayah ,apa pernah ayah mengerti tentang perasaan ku?apa pernag ayab sedikit saja untuk memberikan aku waktu untuk bilang ke Jeni kalau aku mencintai nya,memang sih aku sama Jeni hanya sekali bertemu tapi entah kenapa saat aku berada di samping nya rasa nya semua tekanan yang ada di diriku ini serasa semuanya sirnah begitu saja.aku tau ayah sayang sama aku tapi tidak begini juga ayah.ayah harus pisah kan aku dengan orang yang aku cintai bahkan orang nya pun belum mengetahui nya ayah.ayah kejam sekali aku benci dengan ayah...gumamnya dalam hati yang tanpa sadar air mata nya jatu dengan begitu saja tanpa ia sadari,karena rasa sesal nya yang tidak bisa untuk mengungkap kan perasaan nya sama Jeni.
***
beralih ke jeni yang masi dengan rasa kecewanya karena lelaki idamanya ternyata sudah memiliki orang orang yang ia incar selama ini.
__ADS_1
apa apaan sih kamu jen yang jelas saja pikiran kamu ini sudah tau kamu itu miskin ,dekil,dan juga buruk rupa masa iya sih kamu suka sama Roy yang sudah jelas jelas begitu tampan dan juga anak orang kaya lagi.mana pantas kamu Jen sama Roy hahaha.
gumamnya Jeni dalam hati sambil berkaca melihat diri nya yang buruk rupa itu.
"pagi mama"sapa Jeni dengan wajah yang masi cemberut karena mengingat kata kata dari Roy tadi pagi
"ia pagi sayang,eh sudah siap rupanya yah anak mama ini,sarapan dulu yuk"jawab mama Jeni sambil mempersiapkan bekal untuk ayah nya Jeni.
"eh kenapa tidak tunggu papa saja ,kan sebentar lagi papa juga berangkat kan sayang"
"tidak mah Jeni lagi ingin sendirian dulu"
jawab jeni sembari berjalan pelan keluwar dari rumah nya.
__ADS_1
"ada apa yah dengan anak itu tidak biasa nya dia begitu,apa lagi putus cinta yahhh,hehe tapi kan masa ia sih"seru mama Jeni setelah jeni menghilang dari depan pintu.
"mama ,papa sudah mau pergi kerja mana sih Jeni kenapa belum turun juga sih?"
"tuh...anak papa sudah pergi dari tadi,katanya sih mau naik angkot saja."
"kenapa naik angkot sih kasian tau nanti di kata katain sama orang orang di angkot loh ma"
"yah mama sudah melarang tapi anak nya papa saja yang engga mau dengar,katanya lagi engga mau di ganggu sama orang orang"
"yah sudah lah papa pergu dulu yah sudah mau terlambat nih"
"ia ia pah hati hati yah di jalan"
__ADS_1