
Sekarang bunga dan rezza tengah menuju perjalan ke rumah bunga yang jaraknya lumayan jauh dari bar tempat bunga bekerja
"Saya mau tanya sama kamu bunga" ucap rezza sambil menyetir mobil
"Mau tanya apa" ucap bunga yang fokus pada handphone nya
"Kenapa kamu kerja di bar nya arman" tanya rezza
"Ya karna saya butuh kerjaan"ucap bunga singkat
"Emang gaada tempat lain" tanya rezza,yang tak puas dengan jawaban bunga
"Udah deh pak gausah keppo sama urusan orang" ucap bunga mengendus kesal pasalnya orang ini terlalu ikut campur privasinya
"Ciihh kamu ini lagi pms ya marah marah mulu kerajaanya" cibir rezza yang merasa bunga selalu jutek padanya
"Enak ajh saya nih aslinya baik tapi pada orang orang tertentu dan orang itu bukan termasuk bapak" cerocos bunga tak terima dengan ucapan reza
"Heh bunga udah saya bilang jangan panggil saya bapak saya bukan bapak mu"ucap rezza kesal seakan dirinya sudah tua
"Ya trus siapa donk" tanya bunga
"Mas rezza",, ucap rezza sambil tersenyum jail
"Idih ogahhh",, ucap bunga tegas, jijik baget kan kalo bunga panggil dia mas
Shitttt
Mobil reza berhenti di samping bahu jlan yang membuat bunga terkejut keterkejutanya itu berlanjutt saat reza mendekat kearahnya dan mengubah posisi kursi bunga menjadi rebahan
"Pak jangan gila ya",, ucap bunga was was
"Saya sudah gila bunga",, ucap rezza dengan tatapan lapar
"Pak plishh",, ucap bunga memohon
"Bunga saya akan menikahi kamu lusa",, ucap reza yang berhasil membuat bunga tercengang
__ADS_1
"Rezza kita ini baru kenal masa mu nikah",, ucap bunga yang tak habis pikir dengan jalan fikiran orang ini
"Bunga cinta dan menikah itu bukan dipandang dari lama dan kenalnya suatu hubungan tapi hati cinta dan tekad bunga",, ucap rezza
"Tapi saya gak cinta sama kamu za",, ucap bunga tegas
"Masak sih",, ucap reza tersenyum jahil
Reza dduk di pangkuan bunga dan segera melahap bibir bunga ini pertama bagi keduanya
Reza merasa bibir ini sangat manis dan memabukan, sedangkan bunga merasa sesuatu yang belum pernah ia rasakan rasa yang luar biasa menurutnya
bunga masih sadar perbuatan nya dan reza ini sangat menjijikan, ia lantas mendorong reza hingga ia jatuh lalu ia mengambil tas nya dan pergi berlari
reza yang sadar akan perbuatan nya ia sangat menyesal bisa bisa nya ia terjebak hasrat nya dan hampir melecehkan bunga
reza segera keluar dan berlari ke sekitar berniat meminta maaf pada bunga dan mengajaknya pulang
di tempat lain 2 orang calon manten beserta keluarga kini tengah melihat gendung untuk acara pernikahan
ya dia, regan dan keluarganya yang tengah mengontrol gedung itu mereka ingin melihat secara langsung orang orang bekerja dan memastikan semuanya sesuai rencana
"tentu dong ini kan semua impianmu kan "ucap regan sambil memeluk dia
"makasih ya bang, buat semuanya "ucap dia
"makasih buat?, harusnya aku yang berterima kasih pada mu kamu mau menikah dengan ku, mau hadir di hidupku "ucap regan menatap dia dengan tatapan tulus nan penuh cinta
lalu keduanya berpelukan sambil tersenyum dan tertawa lusa nanti pasti akan menjadi hari terbaik di dalam hidup keduanya
dilain sisi seorang gadis kini tengah berlarian sambil menangis,tanpa tahu tujuannya kemana, ia juga tidak tahu kini ia ada dimana
berlari sambil menangis ternyata tanpa sadar hujan deras mengguyur ibu kota siang itu
"kenapa sih kenapa semuanya harus seperti ini tuhann?!!!"teriaknya sambil menangis
"apa belum cukup engaku mengambil orang tua ku dan tunangan ku "ucap nya lagi sambil terisak
__ADS_1
gadis ini bunga iya masih syok atas kejadian tadi walaupun kesucianya masih terjaga namun hatinya dan harga dirinya hancur oleh pria itu
kenapa hidup nya harus penuh dengan drama dan cobaan di mulai bangkrut nya perusahaan mendiang sang ayah dan kecelakaan maut yang berhasil merenggut nyawa kedua orang tua nya juga diselingkuhi tunanganya dan kenyataan yang lebih pahit adalah ayahnya tidak bangkrut perusahaannya justru ayahnya berikan kepada selingkuhanya dan anak nya
sakit memang sakit bunga sudah berusaha kuat di depan 3 adiknya tapi nyatanya ia lemah sangat lemah untuk menampung semua bebanya
tin tin
"kamu kenapa "ucap seorang pria yang turun dari mobilnya menggunakan payung
mendengar ada suara seseorang iya langsung bangun dari duduk nya
"gak papah saya permisi "ucap bunga sambil menghapus air matanya
"jujur lah kamu kenapa "ucap nya lagi sambil memegang tangan bunga
bunga langsung melepaskan tangan ya dari genggaman pria itu
"bukan urusan anda "ucapnya ketus
"ya aku tahu tapi kau harus berteduh nanti kamu sakit "ucapnya lagi
"saya tidak peduli "ucap bunga yang memang sudah tidak peduli akan tubuhnya
"ayolah naik ke mobilku aku antar kau pulang "bujuk pria itu ia merasa kasihan dengan wanita di hadapannya ini sangat memelas pikirnya
"aku tidak mau sebaiknya kau pergi "ucap bunga yang kesal ia tahu pria ini pria baik tapi moodnya sangat buruk untuk hari ini
"baik lah ambil payung ini jangan biarkan kau sakit "ucapnya memberikan payung nya lalu masuk kemobilnya
ia segera melajukan mobilnya dan meninggalkan bunga disana, jujur ia kasihan terhadap wanita tadi seperti nya ia tengah depresi mungkin saja pikirnya
sementara itu bunga cukup menyesal dengan sikap nya tadi pada pria itu tidak seharusnya ia seperti itu kepada nya jelas jelas iya tak bersalah sama sekali dasar bodoh memang
ngomong ngomong iya jadi terpikir pria tadi pasti dia orang kaya melihat style dan merk mobilnya dan payungnya juga pasti mahal
tidak ingin memikirkan pria asing itu iya segera berjalan menuju halte bus lantaran hujan yang makin kencang untung saja tas nya anti air kalo tidak hp nya pasti rusak
__ADS_1
30 menit menunggu akhirnya bus nya berhenti ia segera naik dan duduk disana penumpang tidak sepi namun juga tak terlalu ramai jadi suasananya pas dan enak
"aku berharap luka ini segera hilang"ucapnya didalam hati