Sistem Keabadian

Sistem Keabadian
AWAL KONFLIK


__ADS_3

Sesampainya Yu Feng dan teman-temannya di kelam Yu. Merekapun kembali terkejut ketika ketua klan Yu menghampiri mereka, pria sepuh itu terlihat menatap 5 pemuda di hadapannya tajam seakan sedang melihat isi dalam pikiran mereka.


"Apakah kalian melihat Yu Chen ? Pemuda itu berjanji kepada ku untuk membantu tuan Ling mencari obat, namun sampai sekarang dia tidak kunjung terlihat. Bukankah kalian biasanya bermain dengan Yu Chen ? Kalian seharusnya tau dimana dia."


Dengan wajah penuh keringat, Yu Feng segera menggeleng,"Tidak Patriack, hari ini kami sibuk berlatih dan tidak melihat saudara Chen."


Ketua sekte menatap kelima pemuda di hadapannya. Raut mereka jelas seperti seseorang yang sedang menutupi sesuatu, dan secara tidak sengaja menjelaskan semuanya.


"Apa yang kalian lakukan kepada


Yu Chen ?"


Sontak jantung Yu Feng seakan berhenti sejenak ketika patriack klan menyinggung soal Yu Chen kepada mereka, padahal mereka tidak pernah menyinggung apapun soal Yu Chen.


"Ka-kami tidak melihat Yu Chen hari ini Patriack."Kata Yu Feng dengan kepala tertunduk, mulai merasa takut.


"Jangan coba-coba berbohong, aku bisa tau dari ekspresi kalian. Sekarang jelaskan apa yang sudah terjadi,"Kata Patriack sekte dengan dingin.


Merasa sudah tidak ada cara lain untuk dapat menutupi perbuatan mereka terkait Yu Chen. Yu Feng akhirnya menceritakan kejadian yang menimpa Yu Chen kepada patriack klan.


"Jadi pemuda itu memilih bunuh diri untuk menyusul ayah dan ibunya... Baguslah, dengan begitu klan ini terbebas dari aib."Ucap patriack klan kemudian berjalan pergi.


Sedangkan Yu Feng dan teman-temannya sontak terdiam dengan perasaan heran, mereka tidak menyangka patriak klan akan bersikap acuh terhadap kematian Yu Chen. Meski demikian, mereka semua bersyukur karena tidak mendapatkan hukuman seperti yang mereka pikirkan sebelumnya.


*********


Sementara itu di dasar ngarai iblis, Zhang Luo nampak mulai tegang melihat puluhan serigala hitam berukuran besar sedang mengelilingi batu besar temannya berlindung dan jumlah mereka semakin bertambah seiring waktu.


"Pantas saja ngarai ini di sebut dengan ngarai iblis, julukannya benar-benar menggambarkan apa yang ada di dalamnya. Diluar itu semua, bagaimana situasi mu Lingling ?"


[ Suara di indentifikasi ✓ Program asisten kultivasi berhasil di jalankan.. ]


[ Hadiah untuk tuan rumah berhasil masuk ke email, apakah tuan mau mengklaim nya ? ]


[ Y ] [ N ]


"Akhirnya !!"


Mata Zhang Luo membara, kemudian mengklik tombol Y yang terpampang di hadapannya dalam bentuk hologram berwarna biru.


[ Hadiah Berhasil di klaim ✓ ]


[ Ding ! ]


[ Tuan rumah menerima 100.000 poin pengalaman ! ]


[ Ding ! Ding ! ]


[ Tuan rumah menerima sebilah pedang karatan, serta sebuah kitab tarian kematian ]

__ADS_1


Zhang Luo tersenyum kecil menatap layar hologram di hadapannya."Wah, hadiahnya cukup bagus. Buka Shop sekarang.."


[ Shop di tampilkan ]


Zhang Luo membuka halaman yang menjual pil. Terlihat ada begitu banyak jenis pil dengan kemampuan yang berbeda-beda, karena sering membaca novel Zhang Luo tau harus memilih pil yang mana terlebih dahulu.


"Pil pengetahuan, pil peningkat tenaga dalam, pil pelebur jiwa. Masukan itu semua ke keranjang,"


[ Ding ✓ Perintah di konfirmasi ]


[ Pil pengetahuan, mampu membuat penggunanya untuk mengetahui dan mempelajari kitab secara instan ] 100 poin pengalaman.


[ Pil peningkat tenaga dalam, mampu meningkatkan tenaga dalam secara signifikan bahkan untuk manusia yang tidak memiliki tenaga dalam sama sekali ] 100 poin pengalaman.


[ Pil pelebur jiwa, berkemampuan untuk melepas segel yang membelenggu dantian. Tetapi dengan anggaran pengguna harus membunuh banyak mahluk hidup agar bisa meleburkan jiwanya ] 1.000 poin pengalaman.


[ Tiga pil berhasil di beli ✓ ]


[ Sisa poin pengalaman 98.800 ]


Segera Zhang Luo mengambil ketiga pil yang melayang di hadapannya, kemudian segera menelan ketiga pil itu bersamaan. Sontak sebuah ledakan hebat mengguncang area itu ketika sebuah energi besar keluar dari dalam tubuh Zhang Luo.


Sambil menenteng sebilah pedang karatan di tangannya, Zhang Luo tersenyum dingin menatap puluhan serigala hitam yang kini jumlahnya sudah ratusan.


Tanpa basa-basi Zhang Luo melompat ke kerumunan serigala hitam dibawah, lalu membunuh mereka yang berada dekat dengannya menggunakan teknik tarian kematian yang telah Zhang Luo pahami 100 % setelah memakai pil pengetahuan.


[ Ding ! Tuan rumah berhasil membunuh alpha serigala iblis di tingkat inti jiwa.. ]


[ Ding... ]


[ Ding... ]


Zhang Luo mengabaikan seluruh notifikasi sistem yang berdenging di kepalanya dan terus menghabisi serigala yang berada dekat dengannya.


Perlahan-lahan sudut bibir Zhang Luo terangkat dengan wajah mulai di penuhi dengan percikan darah.


"Hahahaha... ! Sial !!! Seru sekali, ternyata begini rasanya... Ah, darah ini sangat hangat. Aku ingin lebih !!


Zhang Luo terlihat menggila, gerakannya semakin cepat dan semakin berbahaya.


"Lebih ! Aku ingin lebih !!!


"Beri aku lawan yang kuat !! Berikan !!!!


Hanya dalam waktu singkat ratusan serigala tumbang, potongan tubuh mereka berserakan dimana-mana, sementara darah mereka menggenang dan mengotori dinding ngarai.


Zhang Luo yang nampak duduk di atas tumpukan mayat serigala yang menggunung merasa tidak puas dengan hasil yang ia dapat. Iapun membuka halaman shop dan membeli sebuah pil berwarna kuning yang memiliki khasiat untuk menarik perhatian hewan buas tingkat tinggi.


Tidak sampai 5 menit setelah pil penarik perhatian di lempar ke tanah. Satu persatu hewan buas dari berbagai macam jenis di tingkat tinggi berdatangan.

__ADS_1


Zhang Luo yang melihat mereka mulai datang kembali berdiri sambil tersenyum seperti psikopat.


"Hahahaha ! Lagi, datanglah lagi. Persembahkan jiwa kalian untuk membuka segel dantin ku !!"


Hanya dalam waktu singkat ratusan hewan buas tingkat tinggi berkumpul dan menatapnya seakan sedang melihat hidangan lezat, Zhang Luo segera menarik pedangnya dan menyerang mereka secara bersamaan.


"Kitab tarian kematian, teknik kedua. Tebasan 13 rasi bintang !!


Zhang Luo kemudian melakukan teknik berpedang yang mengkombinasikan 13 sayatan secara cepat. Ke 13 sayatan itu setidaknya memotong 50 hewan buas menjadi dua bagian.


"Kitab tarian kematian, teknik pertama. Tebasan pengoyak langit !


Zhang Luo melakukan teknik tebasan menyamping. Menghasilkan sebuah energi bulan sabit berwarna kebiruan yang melesat cepat ke depan dan memotong belasan kepala hewan buas. ratusan hewan buas yang merasa tidak mampu melawan Zhang Luo meski berkerjasama sekalipun memilih untuk pergi menyelamatkan diri.


"Tidak, tidak. Kalian tidak di ijinkan lari.."


Zhang Luo menciptakan dinding pembatas menggunakan tenaga dalam, dinding itu segera menutupi seisi ngarai dan memblokir jalan keluar, membuat ratusan hewan buas yang hendak kabur terpaksa kembali dan melawan Zhang Luo ketimbang mati menyedihkan.


"Bagus, inilah yang namanya pertarungan, tidak ada yang boleh lari.."


Dengan lincah Zhang Luo melawan ratusan hewan buas yang datang ke arahnya dan membunuh mereka satu persatu.


Zhang Luo terlihat asik mengayunkan pedang karatannya, hingga ia tidak sadar jika saat ini dirinya sedang menikmati pembantaian yang ia lakukan.


******


Sementara itu di sebelah barat dekat dengan ngarai iblis, terlihat sebuah klan bernama klan Ryu sedang di serang oleh klan lain. Belasan rumah terbakar hebat, serta ratusan jasad berserakan dimana-mana. Terlihat klan Ryu berada di ambang kehancuran, hanya tersisa sedikit pasukan yang berusaha bertahan demi memukul mundur pasukan lawan yang masih berjumlah ratusan.


Seorang wanita cantik berambut putih terlihat berdiri sambil menenteng sebilah pedang, nafasnya terputus-putus dengan luka dimana-mana. Meski begitu pandangannya tajam menatap ratusan orang didepan yang menyerang klan nya.


"Nona Zhi, lekas tinggalkan tempat ini ! Kami tidak bisa memukul mundur mereka, namun kami bisa menahan mereka untuk memberi mu waktu untuk melarikan diri !!"Seorang pria paruh baya berkata dengan nada perintah.


"Ta-tapi ayah.."Wanita cantik itu terlihat kelelahan, untuk berbicara saja dia sudah kesulitan.


"Tenang saja nona, ayah mu tumbang sebagai seorang pendekar hebat ! Jangan membuatnya kecewa dengan melihat mu mati disini, kumohon pergilah ! Lalu kembalilah setelah kau menemukan seseorang yang mampu membangun dan membalaskan dendam klan kita."


"Ta-tapi.."Wanita itu nampak ragu untuk meninggalkan tempat itu.


"Tidak ada waktu nona, pasukan kita semakin menipis ! Lekas per..


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, pria itu terkena serangan anak panah yang menembus lehernya dari belakang dan membuatnya tergeletak jatuh ke tanah.


"L..A-ri.."


Mata gadis cantik itu melebar, jantungnya berdegup kencang melihat ratusan lawan berlari ke arahnya. Iapun bergegas berlari menuju ke bagian belakang klan yang terhubung langsung ke hutan.


Sambil berlari gadis itu menangis mengingat teman-teman dan keluarganya yang tewas. Malam itu juga ia berlari menembus hutan.


"Ayah, ibu, teman-teman. Aku akan kembali dan membalaskan dendam kalian, aku berjanji !"

__ADS_1


__ADS_2