Sistem Keabadian

Sistem Keabadian
KEMBALI KE HUTAN


__ADS_3

Keadaan teramat canggung terjadi antara Zhang Luo yang bengong menatap tubuh indah Ryu Zhi, sedangkan Ryu Zhi mati-matian mencoba untuk menutupi tubuhnya.


"Jangan lihat ! Bukankah kita susah sepakat ?!"


Zhang Luo yang sempat berpikir kemana-mana sontak tersadar dari lamunannya. Iapun memalingkan wajahnya yang sedikit tersipu ke arah samping.


Ryu Zhi bergegas menuju kasur kemudian menyuruh Zhang Luo memakai penutup mata berwarna hitam. Karena sudah sepakat, Zhang Luo mau menuruti perkataan Ryu Zhi kemudian memakai penutup mata.


Ketika Ryu Zhi sudah siap dengan duduk bersila di atas kasur dengan posisi membelakangi Zhang Luo yang berdiri di samping kasur.


"Ka-kau bisa melakukannya,"Ujar Ryu Zhi setelah melepaskan handuk yang menjadi satu-satunya benda yang menutupi tubuhnya.


Segera Zhang Luo mengeluarkan sepuluh jarum akupuntur yang sudah ia beli sebelumnya.


"Jarum pertama harus di tancapkan pada bahu bagian kanan. Harus sejajar dengan tulang engsel, hal yang sama berlaku pada jarum kedua untuk bahu kiri."


Ryu Zhi menuntun tangan Zhang Luo agar tidak salah menancapkan jarum. Meski sedikit Zhang Luo bisa merasakan mulus dan lembutnya kulit Ryu Zhi ketika tidak sengaja menyentuhnya.


Meski jarum yang menancap di bahunya cukup dalam, Ryu Zhi tidak merasakan sakit sama sekali karena Zhang Luo sudah mengalirkan tenaga dalam setiap kali menancapkan jarum.


Setelah jarum pertama dan kedua sudah berada di tempatnya, Zhang Luo kemudian mengatakan kepada Ryu Zhi kalau jarum ketiga dan keempat harus berada di tulang punggung tengah dan tulang punggung bawah.


Ryu Zhi kembali menuntun tangan Zhang'Luo, terkadang ia sedikit kehilangan akal sambil menahan nafas ketika tangan Zhang Luo menyentuh tubuhnya yang sensitif.


Setelah jarum ketiga dan keempat berhasil di tempatkan, Zhang Luo kembali mengatakan kepada Ryu Zhi kalau jarum kelima dan keenam harus berada di punggung sebelah kanan, sedangkan jarum ketujuh dan kedelapan berada di punggung sebelah kiri.


"Jarak satu jarum dan jarum satunya harus menurun, paling tidak sejauh 2 centimeter."


"Hemm.."


Ryu Zhi hanya berdehem dengan wajah memerah, iapun kembali menuntun tangan Zhang Luo hingga akhirnya keempat jarum itu berhasil diletakkan di tempat yang sesuai dengan perkataan Zhang Luo.


"Sisa 2 Jarum, tapi..."Zhang Luo sedikit ragu mengatakannya karena dia masih waras.

__ADS_1


"Me-memangnya dimana ?"Ucap Ryu Zhi kaget.


"Di panant4t kanan dan kiri,"


"Apa kau bercanda ! Apa hubungannya semua itu dengan ****4* ku ??


"Resep yang ku baca memang begitu, seterah kau mau atau tidak. Lagian kita berdua tidak di rugikan bukan ?"


Ryu Zhi berdecak kemudian mengambil dua jarum akupuntur yang tersisa dari tangan Zhang Luo.


Ryu Zhi segera menancapkan kedua jarum itu ketempat nya kemudian berbaring dengan posisi tengkurap.


"Semua jarum sudah berada di tempatnya masing-masing, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?"


Zhang Luo mengelus dagu,"Mudah saja, aku akan mengalirkan tenaga dalam ke setiap jarum untuk mengeluarkan racun kalajengking malam dari tubuh mu."


"Jika sudah tau cepat lakukan, aku sudah kedinginan."


Zhang Luo segera mengalirkan tenaga dalam ke bagian ujung jari telunjuk dan jari tengah, kemudian menyentuh ujung salah satu jarum.


Energi hebat yang menyebar ke seluruh bagian tubuh Ryu Zhi mendorong racun-racun di tubuhnya untuk keluar dalam bentuk cairan seperti keringat tetapi berwana hitam lengket serta beraroma sedikit bau.


Setelah proses itu selesai kurang lebih selama 5 menit, Zhang Luo menarik semua jarum akupuntur yang melekat di tubuh Ryu Zhi lalu di simpan ke inventori.


[ Ding ! ]


[ Tuan rumah berhasil menyelesaikan misi yang diberikan sistem ]


[ 100 poin pengalaman berhasil di tambahkan, dan sebuah kota keramat berhasil masuk ke email ]


'Kotak keramat ? Sepertinya menarik, mungkin aku harus mengeceknya sendiri.'Gumam Zhang Luo.


"Nona, aku akan pergi untuk sementara waktu, sebaiknya kau lekas mandi. Jika perlu apa-apa kau bisa meminta bantuan kepada pemilik penginapan, dia mengenalku."

__ADS_1


"Hemm."Ryu Zhi hanya berdehem, tetapi belum beranjak dari kasur karena merasa lelah setelah racun di tubuhnya berhasil di bersihkan.


Segera Zhang Luo melepaskan ikatan yang menutup matanya, kemudian berjalan keluar kamar dan tidak lupa untuk menutup pintu.


Setelah berada di lantai dasar Zhang'Luo pergi menemui manager pemilik penginapan yang saat itu sedang berdiri di ambang pintu.


Ketika melihat Zhang Luo berjalan menghampirinya, segera pria buncit itu menyuguhkan senyuman terbaiknya untuk tidak menyinggung orang hebat seperti pemuda tersebut.


"Tuan muda Zhang, anda sudah kembali ?! Apakah ada yang tuan muda butuhkan ??"


Zhang Luo memperhatikan kondisi sekitar, ternyata tempat itu sudah lebih ramai dari sebelumnya.


"Ah ! tuan Shi.. Tempat ini terlihat lebih ramai dari sebelumnya, padahal baru beberapa jam sebelum aku datang tidak seramai ini. Apa yang terjadi ?"


Manager Ling Shi segera tertawa kecil, kemudian membentangkan kedua tangannya."Ini semua berkat anda tuan muda Zhang. Daging berkualitas tinggi yang anda berikan menarik perhatian para pelancong dan orang-orang kaya, bahkan daging tingkat paling rendah sampai ke atas sudah ludes terjual. Saya benar-benar berterimakasih,"


"Tidak masalah tuan, sudah seharusnya kita sama-sama membantu."


Manager Ling Shi kemudian mengeluarkan sebuah kantong besar dari cincin penyimpan, lalu menyerahkannya kepada Zhang Luo.


"Apa ini tuan Shi ?"Zhang Luo membuka kantong besar itu dan menemukan setumpuk emas didalamnya.


"Itu adalah bayaran pertamaku untuk daging-daging pemberian tuan muda. Namun aku hanya punya sebanyak itu hari ini, sisanya akan ku lunasi keesokan harinya."


Zhang Luo tersenyum kecil kemudian menyimpan kantong besar berisi koin emas itu ke inventori. Kemudian menepuk pundak tuan Ling Shi.


"Sudah ku katakan sebelumnya, bayar saja semampu mu. Ngomong-ngomong, hari ini aku akan pergi ke hutan untuk berlatih dan baru akan pulang sehari setelahnya. Di dalam kamar penginapan ku ada seorang gadis, tolong jaga dia selama aku tidak ada."


Manager Ling Shi kemudian mengangguk,"Tentu saja tuan. Jika anda mau pergi maka anda perlu kendaraan, di samping penginapan ini ada beberapa kuda yang siap di gunakan. Anda boleh memilih dengan bebas."


Zhang Luo tersenyum,"Terimakasih tuan Shi,"Kemudian berjalan keluar penginapan.


Sedangkan manager Ling Shi nampak menatapnya sambil bergumam di dalam hati.

__ADS_1


'Anak ini memiliki kecerdasan dan kemampuan yang hebat, kelak akan menjadi orang terpandang. Adalah hal yang baik jika bisa mengingat tali persahabatan sedini mungkin dengannya.'Gumam manager Ling Shi, kemudian berjalan masuk.


Sementara Zhang Luo yang baru saja sampai di tempat kandang kuda segera memilih sebuah kuda berwana hitam untuk di tunggangi. Segera Zhang Luo memacu kudanya dengan kecepatan penuh menuju ke hutan sebelumnya, berencana untuk mengasah keterampilan bertarungnya hingga cukup untuk meratakan klan Yu seorang diri.


__ADS_2