
"Huhhh~ Dingin.. Sepertinya aku terlalu lama berendam, sudah saatnya untuk keluar."
Segera Zhang Luo keluar dengan keadaan hanya memakai handuk di bagian bawah, karena pakaiannya tertinggal di dalam kamar.
Ketik Zhang Luo berjalan memasuki kamar dengan keadaannya yang sangat menggoda itu, membuat Ryu Zhi yang sudah sadar dan tengah duduk bersila di atas kasur terkejut dan refleks menutup matanya sambil berteriak.
"Tolong~ Ada orang cabul mengendap masuk ke kamar ku !"
Segera Zhang Luo melesat ke depan dan sudah berada di belakang Ryu Zhi sambil menutup mulut gadis tersebut.
"Jangan berteriak, kau akan membuat orang lain berpikir yang tidak-tidak tentang kita. Jika kau melanggar, maka aku bersumpah akan menikmati tubuh mu untuk kemudian membunuh mu tanpa ampun."
Segera Ryu Zhi menjadi sedikit kalem kemudian mengangguk, ketika Zhang Luo melepaskan genggamannya dari mulut gadis tersebut. Ryu Zhi segera melompat ke samping kasur kemudian menarik sebilah belati yang tersimpan di samping pinggangnya.
"Siapa kau ?! Dan kenapa kau bisa berada di sini ??"Ucap Ryu Zhi dingin dengan tatapan tajam, sambil menodong Zhang Luo dengan belati.
Zhang Luo yang saat ini sedang di ancam dengan sebilah belati nyaris tertawa, namun ia menahannya sambil sedikit menggeleng.
"Kau ku temukan tergeletak di jalan hutan dengan keadaan penuh luka. Karena khawatir aku membawamu kemari, berencana untuk mengobati mu hingga sembuh."Ucap Zhang Luo, padahal sebenarnya ia hanya mengharapkan hadiah dari sistem.
"..."Ryu Zhi hanya diam dengan sikap waspada, meski Zhang Luo mengatakan yang sebenarnya, ia sulit untuk mempercayai hal itu.
Zhang Luo menggeleng diiringi helaan pelan."Percaya atau tidaknya itu pilihan mu.. Karena kau bebas menilai."kemudian beranjak dari posisi duduknya dan mengambil pakaiannya.
Melihat Zhang Luo akan menggunakan pakaiannya di tempat itu juga, segera Ryu Zhi menutup matanya dengan wajah memerah.
Setelah sudah kembali berpakaian rapih, Zhang Luo berjalan menghampiri Ryu'Zhi yang terlihat masih duduk di pojokan sambil menutup matanya.
Zhang Luo berlutut dengan satu lutut menyentuh lantai, tiba-tiba sebuah pukulan refleks dari Ryu Zhi yang kaget mengenai wajah Zhang Luo, membuatnya menjadi sedikit kesal sambil memegang pergelangan tangan wanita itu.
"Apakah begini sikap mu terhadap seseorang yang telah menyelamatkan hidup mu ?"Ucap Zhang Luo kesal dengan wajah merah sebagian akibat di pukul.
Ketika dirinya melihat wajah tampan Zhang Luo dari jarak yang sangat dekat, membuat nafas Ryu Zhi menjadi tidak beraturan.
"Ak-aku.."Ucap Ryu Zhi gagap seakan ada sedikit uap keluar dari mulutnya.
Melihat pemandangan yang sangat menguji iman itu membuat Zhang Luo sedikit terpelongo.
__ADS_1
"Ada apa ? Kenapa kau malah bengong ??"Kata Ryu Zhi.
Zhang Luo sedikit tersenyum menggoda, lalu sedikit mengangkat dagu Ryu'Zhi."Kau cantik sekali, aku hampir saja terpikat."
Wajah Ryu Zhi semakin merona ketika mendapatkan sanjungan dari Zhang Luo. Kemudian Zhang Luo berdiri dan berjalan menuju pintu, ketika dibuka terlihat 3 orang wanita muda sedang berdiri di sana. Sontak ke 3 wanita itu kaget karena diam-diam telah menguping.
"Ma-maaf tuan muda, kamu hanya datang untuk mengantar makanan. Semoga hari mu menyenangkan !"
Segera ke 3 wanita itu ngacir, sementara Zhang Luo hanya dapat mengusap wajahnya.
"Si4l, mereka pasti sudah berpikir yang tidak-tidak."Zhang Luo kemudian mengambil beberapa hidangan yang telah di antar pelayan-pelayan sebelumnya, iapun membawa hidangan-hidangan itu ke kamar agar Ryu Zhi ikut dapat menikmatinya.
"Kemari dan makan bersama ku. Katanya hidangan ini terbuat dari daging hewan terbaik, bagus untuk kultivasi mu."
Ryu Zhi menggeleng, dia takut untuk mudah percaya kepada orang yang baru ia kenal. Meskipun Zhang Luo terkesan baik, meski sedikit dingin dan gemar berbuat seenaknya.
"Kau pikir makanan-makanan ini ada racun ? Jika iya, mungkin aku sudah mati dari tadi."Ucap Zhang Luo mencoba untuk meyakinkan Ryu Zhi.
Karena perutnya memang sedang keroncong dan Zhang Luo tau apa yang dia inginkan, akhirnya Ryu Zhi luluh dan perlahan mendekat dan mengambil semangkuk kecil nasi.
"Kau tidak akan merasa nikmat jika hanya memakan nasi,"Zhang Luo kemudian memberikan banyak lauk ke dalam mangkuk Ryu Zhi, membuat wanita itu terdiam menatap mangkuknya.
Sedangkan wajah Ryu Zhi kembali merona karena tau maksud perkataan Zhang Luo, iapun segera melahap makanannya sedikit demi sedikit.
Setelah beberapa saat mereka habiskan untuk makan, Zhang Luo kemudian memanggil seorang pelayan untuk membersihkan kamarnya.
Setelah semua piring sudah di angkut dan kamar kembali bersih, Zhang Luo berjalan menghampiri Ryu Zhi lalu membopongnya dan membawanya ke kasur, membuat Ryu Zhi sontak kaget namun tidak bisa memberontak karena kekenyangan.
Kemudian Zhang Luo merebahkan tubuh Ryu Zhi ke atas kasur, sedangkan wanita itu terlihat malu-malu dengan wajah merona.
"To-Tolong bertanggung jawablah setelah melakukannya,"
Zhang Luo menatap heran Ryu Zhi.
"Apa yang kau pikirkan. Duduklah bersila, aku akan mengobati mu."
Sontak Ryu Zhi termenung karena sempat berpikir yang tidak-tidak, dengan rasa yang sangat malu iapun duduk bersila membelakangi Zhang Luo yang berdiri di samping kasur.
__ADS_1
"Dari yang ku lihat kau terkena racun kalajengking malam. Efek dari racun ini dapat menyumbat aliran darah dan membuat penderitanya mati mendadak, tapi untungnya hal itu dapat di netralisir oleh pil penyembuh yang ku berikan sebelumnya. Namun pil penyembuh tidak bisa memusnahkan racun itu secara keseluruhan, karena sisanya masih bersemayam di tubuh mu
"Contohnya dapat di lihat dari warna hitam yang muncul diujung jari-jari tangan mu,"
Ryu Zhi kemudian mengecek ujung jarinya dan memang benar ujung jarinya sudah berubah warna menjadi hitam keunguan, membuat wanita itu semakin kagum dengan Zhang Luo.
"Bagaimana kau bisa tau ?"
"Racun jenis ini memang sering digunakan dalam peperangan, biasanya digunakan oleh pemanah. Apakah aku benar, nona cantik ?"
Wajah Ryu Zhi kembali tersipu."Mmm.. Se-sepertinya begitu."
"Pada dasarnya racun kalajengking malam sangatlah sulit di atasi dan obat untuk menghilangkannya masih belum di temukan. Tetapi karena ada aku disini, kau tidak perlu khawatir, aku sendiri yang akan menjamin keselamatan mu. Kau hanya perlu menuruti perkataan ku."
"Contohnya ?"Ucap Ryu Zhi, berharap Zhang Luo tidak meminta yang aneh-aneh.
"Buka semua pakaian mu,"Zhang Luo berkata serius, sambil menunjuk ke bawah.
Tentunya Ryu Zhi tidak langsung menuruti perkataan Zhang Luo.
"Hanya karena aku butuh bantuan mu, jangan pikir aku mau memperlihatkan tubuhku ke sembarang orang."
"Dengarkan ucapan ku nona. Disini aku adalah dokternya, aku sudah memberikan usulan terbaik dan kau yang memutuskan bejalan atau tidaknya usulan ku."
Ryu Zhi terdiam sejenak untuk berpikir, kemudian dengan penuh keraguan berkata."Ini tidak adil,"
"Begini saja, aku akan mengijinkan mu melihat seluruh bagian tubuhku setelah ini selesai, dengan begitu kita impas. Apakah kau setuju ?"
"Jelas itu tidak mungkin, kau pikir aku tidak ada malu. Begini saja, lakukan dengan mata tertutup."
Zhang Luo sontak kaget,"Kau pasti bercanda ? Untuk mengeluarkan racun kalajengking malam dari tubuhmu,
aku butuh setidaknya 10 jarum akupuntur. Bagiamana jika aku salah tancap ? Kau bisa-bisa lumpuh selamanya,"
"Aku tidak bercanda tau ! Aku yang akan mengarahkan mu, jadi tidak akan salah."Ucap Ryu Zhi dengan wajah memerah.
Karena lelah berdebat akhirnya Zhang'Luo mengalah, iapun menyuruh Ryu Zhi untuk mengganti pakaian dikamar mandi. Wanita itupun menurut, ia kemudian berjalan ke kamar mandi dengan membawa sebuah handuk putih.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Ryu Zhi keluar dari kamar mandi dengan keadaan hanya memakai handuk untuk menutupi area-area terlarangnya kecuali paha dan sedikit dadanya, namun itu sudah cukup untuk membuat adik kecil Zhang Luo terbangun dari tidurnya dan menjadi burung perkasa.
"Sepertinya iman ku akan diuji mulai sekarang,"