
Bab 19
"aku Tidak menyangka kamu Semuda ini. Aku kira yang mau membangun Pusat perusahaan itu bapak-bapak berumur 40 tahun atau 30 tahun" ucap fred
Lion menundukkan kepalanya sambari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal "ah, Iya saya baru lulus S1 Pak, jadi masih belum terlalu tua. "ucap berbohong.
" oh baru lulus S1toh, jangan formal formal gitu. biasa saja panggil saja Mas aja biar kita jauh lebih akrab" ucap fred
"Iya pak, eh maksudnya mas" ucap fred
fred menganggukkan anggukan kepalanya kepalanya pelan. dia menatap dari atas ke bawah.
" masih muda gini udah mau berbisnis enak kalau mau apa pengen liburan nggak perlu izin ke atasan pengen nggak masuk kerja juga bisa karena bisnisnya punya sendiri, semua fleksibel, jadi tidak seribet orang yang kerja ikut orang lain"Ucap fred
"kamu masih muda, gagal pun tidak masalah, kamu masih punya waktu panjang. meski nanti gagal, Jangan putus asa. coba sekali lagi,usaha tidak akan mengkhianati hasil" nasehat fred kepada Lion
__ADS_1
" ya mas aku akan ingat nasehat dari ma fred” ucap Lion.
"jadi bisnis kamu ini kayak mana. aku bisa bantu kamu buat pendaftaran an"
" jadi seperti ini mas perusahaan" ucap Lion
Lion mulai menjelaskan mengenai perusahaan yang ingin dia didirikan, dia juga menjelaskan kepada fred mengenai fokus dari bisnisnya tersebut. semua Lion jelaskan kepada fred
"heem.. jadi di seperti itu baiklah aku sekarang paham mau ke arah mana perusahaan mu ini. jadi yang aku sudah mencatat poin-poin yang penting bagi perusahaan mu ini, jadi yang kurang dari penjelasanmu tadi adalah lahan yang dibutuhkan untuk membangun perusahaan mu" ucap fred
"Oke kalau masalah itu itu nanti saya kabarin jika saya sudah dapat" ucap fred
"terima kasih banyak Mas" ucap Lion.
"dan apa hanya untuk berinvestasi kepada perusahaan kecil?"
__ADS_1
" Saya ingin mewujudkan impian dari orang-orang yang ingin memulai bisnis dengan modal mereka Tentu saja aku tidak akan sembarangan memberikan modal, aku akan mencari tim profesional yang akan menyelesaikan dan memperhitungkan proposal yang masuk."
"jika proposal itu bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan saya, maka akan saya modalin mereka. jika tidak aku tidak akan melakukannya. aku mendirikan Pusat perusahaan untuk mencari keuntungan, bukan badan amal yang membagikan sedekah tanpa mengharapkan apapun." ucap Lion
"baiklah, Kalau begitu kamu belum memenuhi semua persyaratan ini." ucap fred
fred menyodorkan Selembar kertas kepada lion. di sana terdapat poin-poin yang sudah tertulis rapi, Lion kemudian membaca kertas tersebut secara seksama. dia perlu menyiapkan nama perusahaan, alamat usaha, jumlah modal awal, NPWP dan masih banyak lainnya.
"Jadi aku perlu juga punya NPWP?" Lion ingat Dia Tidak memiliki NPWP. sudah jelas dia akan membutuhkan kelak, meskipun perusahaan ini belum berdiri tetapi Lion memiliki perusahaan lainnya yang didapatkan dari sistem dia perlu membayar pajak pendapatan. belum lagi PPN yang harus dibayarkan menjadi juga perlu memiliki NPWP pribadi.
sebagai warga yang baik, Lion perlu membayar pajak. setidaknya selama ini keluarganya mendapatkan bantuan dari pemerintah, itu semua bersumber dari pajak.
jadi, ketika Lion sudah memiliki pendapatan lebih seperti saat ini, sudah saatnya dia membalas apa yang negara berikan kepadanya dengan membayar pajak secara teratur dan tidak bolong.
" iya kamu perlu memiliki NPWP pribadi, juga nantinya ketika perusahaanmu berdiri semua persyaratan itu wajib kamu penuhi semuanya. apa masih ada yang ingin kamu tanyakan?" ucap fred.
__ADS_1