
Susana di meja makan itupun hening karena suara Rizky yang agak keras
"Ada apa tuan Rizky? Apa ada yang salah?" tanya tuan Li
"Maksud tuan Li mengundang saya kesini hanya karena ingin menjodohkan saya dengan cucu tuan Li saja?" tanya Rizky yang mulai kehilangan minat
"Oh bukan itu saja cuman itu salah satunya" kata tuan Li yang seperti nya sudah mengerti kalau Rizky tidak mau membicarakan tentang perjodohan
"Saya ingin memberikan sesuatu kepada nak Rizky" kata tuan li
"Apa itu tuan Li?" tanya Rizky yang mulai penasaran
"Saya tahu nak Rizky tidak butuh uang karena pasti yang nak Rizky sudah banyak jadi saya mau memberikan setengah properti dan perusahaan naungan keluarga Li kepada nak Rizky.... Bagaimana nak Rizky apa bersedia menerima hadiah dari saya?" kata tuan Li
"Tunggu.... Setengah properti dan perusahaan naungan keluarga Li? itu pasti banyak banget kan tuan Li?" kata Rizky
"Ya banyak cuman pasti tidak semahal seluruh properti/perusahaan yang dipegang oleh nak Rizky sekarang bukan?" tanya tuan Li dengan nada sedikit menggoda Rizky
"Aku keberatan kek... Kenapa ngasih begitu banyak perusahaan dan properti milik keluarga kita kepada orang luar ini kek" kata salah satu generasi kedua (tuan muda) yang hadir di tempat itu
"Kamu gak berhak mengatur keputusan saya
atau kamu mau saya keluarin dari keluarga Li?" kata tuan Li dengan nada dingin
"Tapi kek-
__ADS_1
"Cukup kamu keluar dari sini sekarang atau saya panggil penjaga rumah buat ngusir kamu" kata tuan Li yang sudah marah
"Baik kek saya pergi dari sini" kata pemuda itu sambil beranjak keluar
"Maafkan saya nak Rizky yang harus melihat kejadian seperti tadi" kata tuan Li agak malu malu
"Ah gak apa apa kok tuan Li malah saya setuju sama dia kenapa saya dikasih setengah properti dan perusahaan keluarga Li padahal saya orang luar" kata Rizky
"Dan anda seperti nya tau kan kalau perusahaan - perusahaan yang berada dibawah kendali saya itu lebih berharga daripada perusahaan naungan keluarga Li" lanjut Rizky
Sontak suasana pun menjadi dingin setelah Rizky mengakhiri bicara nya
"Saya tahu beberapa perusahaan yang dipegang oleh nak Rizky seperti merk mobil Bugatti dan perusahaan pembuat pesawat Airbus benar bukan?"
"Karena tuan Li sudah tahu seperti nya saya tidak usah beritahu lagi" kata Rizky dengan santai
"Baiklah jika nak Rizky menolak kalau begitu saya cuman bisa kasih nak Rizky suatu barang" kata tuan Li setelah itu dia memanggil orang untuk membawakan barang yang dimaksudkan
Tak lama muncul lah sesosok perempuan dengan postur semampai dengan kulit putih khas orang keturunan Chinese membawa kotak berwarna hitam bercampur emas
"Perkenalkan nak dia adalah cucu perempuan yang saya maksud yang sebelumnya ingin saya perkenalkan kepada nak Rizky sebelumnya namanya Li mei dan barang yang saya maksud ada didalam kotak itu" kata tuan Li
"Salam kenal Li mei" kata Rizky
"Salam kenal juga tuan Rizky silahkan diambil hadiah dari kakek tuan Rizky" balas Li mei sambil tersenyum
__ADS_1
"Terimakasih"
Dibukalah kotak itu oleh Rizky dan ternyata isinya adalah sebuah kartu berwarna hitam
ke emas-emasan dan ada corak naga berwarna emas nya
"Itu adalah kartu untuk tamu kehormatan keluarga Li yang bisa mengakses semua properti keluarga Li dan jika nak Rizky ingin menggunakan nya ke perusahaan keluarga Li juga bisa karena kartu tersebut bisa mewakilkan keluarga Li melalui orang lain dengan kata lain perkataan nak Rizky sama dengan perkataan keluarga Li"
kata tuan Li menjelaskan kegunaan kartu yang ada di tangan Rizky panjang lebar
"Tuan Li tidak bermaksud mengikat saya kedalam keluarga Li bukan?" tanya Rizky tiba tiba
Sontak wajah tuan Li pun agak memerah malu seperti niat nya sudah ketahuan oleh Rizky
"Tidak kok nak Rizky tenang saja saya mana bisa mengikat pemuda hebat seperti anda dengan keluarga Li saya yang bagaikan pengemis dihadapan keluarga anda" kata tuan Li mencoba menutupi niat terselubung nya
"Saya pegang kalau begitu kata kata tuan Li"
Rizky melirik jam nya dan ternyata sudah mau sore Rizky pun ingin berpamitan dengan tuan Li
"Karena sudah mau sore saya izin pamit ya tuan Li dan terimakasih atas suguhan nya" kata Rizky
"Ah tidak usah sungkan,, nak Rizky kalau mau kesini kediaman keluarga Li selalu terbuka menerima kehadiran nak Rizky" kata tuan Li sambil mengantarkan Rizky ke pintu depan
Setelah itu Rizky pun pergi dari kediaman keluarga Li menuju rumahnya sendiri untuk istirahat atau bersantai ria
__ADS_1
*Maaf ya author udah lama banget gak up udah berapa bulan kali ya soalnya baru sekarang nih author bener bener gak ada kegiatan jadi mending nulis cerita lagi deh
Mungkin untuk saat ini author bisain buat up 2-3 eps per hari kalo author bisa lebih pasti author up lebih dari 5 eps sehari nya