
"begitu indah bukan, ketika kita melihat
seseorang yang paling kita cintai, jalan
bersama dengan pria lain, lalu berciuman
dihadapan kita, begitu indah bukan?"
ucap seorang pemuda yang biasa-biasa
saja, Tampa ada kelebihan apapun.
"sudah kubilang, jangan terlalu berharap
dengan wanita, lihat sekarang! dengan
lebar lebar, bagiamana wanita itu
hanya mempermainkan Muh saja."ucap
Ren sahabat pemuda yang sedang
mengeluh, ketika melihat kekasihnya
bermesraan dengan lelaki lain.
"aku juga baru sadar sekarang, ternyata
seperti ini yah, melihat kekasih sendiri
selingkuh di belakang Muh! meski ini
sedikit sakit tapi tidak terlalu sih hehe!"
menundukkan kepala dengan senyum
ramah, seolah olah tidak terjadi sesuatu.
namun ketika pemuda tersebut sedang
sedih, sebuah uluran tangan, dengan
sebuah sebungkus cigarette anggur.
pemuda lalu mengambil cigarette dari
tangan Ren, dan mengambil korek api
lalu membakarnya dengan santai.
setelah menghisap mata terpejam, lalu
mengeluarkan kembali, dan seketika
sebuah asap putih tebal terbang kemana
mana dan tertiup angin.
"lupakan saja Yuu, kamu bisa cari yang
lebih baik, kau tahu itu."ucap Ren dengan
santai dengan sebotol alkohol ditangan.
"kau mudah menyebutkan dengan kata
kata Ren, tapi kalau kau berada di posisi
__ADS_1
ku sekarang, kamu akan paham"air mata
yang menetes, satu demi satu.
"mari aku antar pulang, dan ingat besok
disekolah bantu aku untuk mengerjakan
tugas, ok kamu harus tidur dengan baik."
ucap Ren dengan nada mengejek.
"cihh, kau pikir aku suruhan Muh?!"ucap
Yuu dengan kesal kepada Ren.
"hahahahahaha ... ini yang aku mau,
sekarang kamu sudah tidak menangis,
mari pulang aku mengantuk."menguap
Ren mengajak yuu pulang bersama.
mereka berdua akhirnya pulang menuju
rumah mereka masing masing, walau
Yuu Masi dibawa tekanan, ketika melihat
sekarang yang ia cintai berkencan
dengan pria lain selain dirinya sendiri.
di akhir perjalanan, Ren kembali kerumah
minuman keras,tapi untuk mc kita yuu
dirinya Masi merasa sakit dihatinya.
"akhirnya, sampai dirumah, dan kenapa
aku masi sedih seperti ini sialan!"teriak
marah yuu sangat kesal.
dirinya bergegas kedalam rumah, Tampa
mengucapkan sepatah dua kata, dirinya
berlari kearah kamar lalu menutup diri.
beberapa detik kemudian suara seorang
sedang tidur terdengar, tapi dari suara
tersebut kita bisa merasakan rasa sakit
yang begitu sakit, seperti tidak ada
penawar untuk menyembuhkannya.
...
akhirnya pagi tiba, seoarang pemuda
biasa biasa saja sedang tidur dengan
__ADS_1
mengennggam guling dengan erat.
lalu matanya terbuka dengan perlahan
dan perlahan."sungguh pagi yang indah,
tapi menurutku entah kenapa pagi ini
merasa pagi yang begitu buruk!"
setelah bangun dengan perasaan yang
begitu tidak enak, dirinya segera pergi
kekamar mandi untuk menyegarkan diri.
20 menit kemudian, yuu berjalan pelan
dengan epreksi muram, tatapan yang
kosong Seolah olah dunia sudah mati.
namun sebuah suara dari arah belakang
menyadarkan dirinya, dari mimpi buruk.
"yuu tunggu aku! kenapa kamu pergi
duluan, bukanya menunggu dulu!"teriak
keras Ren dengan sekuat tenaga.
"berisik! apa kamu tidak lihat, aku sedang
sedih, bahkan dalam mimpi pun aku
terus mengingat apa yang terjadi"ucap
sedih yuu dengan tangan gemetar.
"baiklah nanti jam istirahat, aku akan
membelikan makanan yang kamu suka"
Ren berusaha menghibur yuu.
seketika wajah yuu, yang tadi agak
muram tiba tiba cerah, seperti dirinya
mendapatkan sebuah pencerahan.
"baik, tepati janjimu Ren, kebetulan aku
makan sedikit tadi, gara gara memikirkan
wanita itu terus meneus!"ucap yuu yang
agak senang di awal dan berakhir kesal.
*bajingan ini, ketika mendengar kata
gratisan akan langsung cerah sigh*
menghela nafas melihat tingkah laku
teman terbaiknya satu ini.
__ADS_1