
diruang kelas, yuu sedang mengobrol
dengan Ren dan sahabatnya satu lagi
yang sangat tergila gila dengan game.
"hei yuu, Ren kamu tahu tidak, aku
telah menyelesaikan game Harf of
legend, yang sangat susah itu!"Goro
berteriak kegirangan di hadapan yuu.
melihat temannya yang satu ini yang
sangat tergila gila oleh game, hanya
membuat Ren dan yuu menghela
nafas panjang."hei Goro kamu terlalu
antusias sekali, memangnya game
tersebut menakjubkan?"balas yuu.
"benar itu yang dikatakan yuu, lebih
baik hentikan bermain game Muh itu,
dan kita lebih baik minum bersama!"
Ren berkata kepada kedua temanya.
mendengar apa yang di katakan Ren,
membuat Goro dan yuu terdiam sesaat
lalu Goro berkata dengan muram"hei
tukang mabuk! apa apaan dengan
mengajak ku minum minum, lebih baik
tawarkan saja dengan orang lain!"
"hei kalau tidak mau di ajak minum
tidak usah ngegas dong!"balas Ren
dengan urat di dahinya.
lalu mereka berdua mulai berdebat,
tentang apa yang benar dan apa yang
salah, dan tentang hobi mereka juga.
yuu menutup telinganya, mengambil
tas lalu menyembunyikan wajahnya
dibalik tas, karna lelah mendengar debat
mereka yang sangat tidak berguna.
*mulai kembali perdebatan antara dewa
mabuk dan dewa game yang tidak mau
kalah satu sama lain huh*pikir yuu.
__ADS_1
lalu sebuah langkah kaki dari luar
kelas terdengar, dan ketika langkah
kaki itu masuk ke dalam kelas.
langsung bergegas kearah yuu,
dengan suara lembutnya."yuu kemana
saja kamu kemarin?, aku menunggu Muh
di cafe tapi kamu tidak datang!"
mendengar suara lembut tersebut,
membuat perdebatan antara para dewa
mabuk dan dewa game berhenti.
kedua pria tersebut, nampak tidak
percaya mendengar apa yang di katakan
wanita cantik dengan postur tubuh yang
sangat tumbuh dan rambut putihnya.
*astagah kenapa wanita pesuruh ini
datang lagi, huh aku tidak peduli dan
pura pura tidak dengar saja!*
yuu tetap diam Tampa epreksi, walau
wanita cantik tersebut memanggilnya,
seolah olah wanita cantik tersebut
"yuu, apakah kamu dengar apa yang
aku katakan kepadamu? kalau kamu
tidak menemui ku di cafe!"ucap gadis
dengan tenang tapi mengancam.
"pergilah Mayumi, kali ini aku tidak
ingin berbicara dengan Muh!"ucap
pelan yuu yang tidak peduli.
"kamu! ... berani menyuruhku pergi?!"
seketika wajah Mayumi merah akibat
marah, ketika mendengar ucapan yuu.
"sekarang mod ku sedang tidak bagus,
dan aku banyak kesibukan, apa kamu
tahu betapa aku lelahnya hari ini?"yuu
membuat sebuah alasan dengan wajah
tak berdaya seolah olah dirinya lelah.
"kamu! ...kamu! hmmmm lihat saja
__ADS_1
nanti, akan aku balas hmmm!"lalu pergi
begitu saja dengan epreksi marah.
yuu menghela nafas lega, ketika wanita
itu pergi dari hadapannya nya, lalu
pertengkaran para dewa dewa bodoh
lanjut kembali hingga bel masuk.
.....
dalam perjalanan pulang, yuu hanya
berjalan sendiri tanpa ada Ren dan goro,
wajah yang tampak murung, dan yah
kondisi yang kurang baik, jalan yang
kurang kokoh seperti biasanya.
"hah, kenapa aku harus memikirkanya
terus, ada apa dengan kepalaku!"kesal
yuu ketika harus mengingat tentang
mantan pacarnya, yang telah selingkuh
dibelanjakannya dengan pria lain.
di saat yuu sedang sangat kesal, tiba
tiba sebuah benda dari atas langit jatuh
tepat di kepalanya dengan keras.
"awwwwwww~"
melihat apa yang menimpa dirinya ,
dengan tangan kanan yang masi di
kepala untuk mengelus ngelusnya.
yuu melihat sebuah kotak kecil hitam,
yuu terus memandang kotak tersebut
dirinya tidak berani mengambil.
tapi entah kenapa, hatinya menyuruh
dirinya untuk mengambil kotak hitam
kecil tersebut, dalam hitungan detik
kotak kecil hitam sudah berada di
telapak tangan yuu.
"kotak apa ini? siapa yang punya whoi!"
teriak yuu dengan keras.
tapi tidak ada yang menanggapi, karna
sekarang dirinya sedang dalam kondisi
__ADS_1
mod yang kurang baik, yuu menaruhnya
kedalam tas miliknya lalu pergi.