
keesokan harinya, dipagi yang cerah
seoarang pemuda sedang bersiap siap
memakai pakaian, karna hendak pergi
sekolah pada hari yang cerah ini.
"mudah-mudahan saja hari ini akan
menjadi indah dan bahagia!."ucap yuu
yang melihat keatas-atas langit atap.
setelah memakai pakaian, yuu turun dari
lantai 2 ke lantai satu, segera yu sarapan
pagi yang sederhana, lalu yuu mengambil
tas sekolah dan berjalan keluar.
berjalan kaki di jalan yang masi sepi,
dengan pandangan menuju ke depan
dan nafas yang agak tenang.
meskipun yuu memiliki Ferrari f-8 dirinya
tidak akan menggunakannya untuk hal
hal yang tidak perlu, apalagi untuk
memamerkan kepada orang lain.
"begitu tenang, damai, dan aku merasa
hari ini~."sebelum yuu menyelesaikan
ucapannya yang begitu damai, sebuah
suara keras dari arah belakang yuu.
"yuu! tunggu aku, kau selalu saja tidak
menungguku yuu!."teriak Ren dengan
wajah yang tergesa-gesa.
yuu hanya mengabaikan suara itu, dan
melanjutkan jalan yang damainya.
"jadi mengapa tadi begitu damai dan
tenang."gumam pelan yuu.
Ren lalu menepuk bahu yuu, dengan
keringat di dahinya yang berceceran
dan nafas yang terengah-engah lalu
berkata;"hei yuu hah! ... hah! ... kenapa
kamu tadi pergi duluan!, aku kira tadi
aku akan telat pergi ke sekolah ... hah!."
"aku juga sama, tadi aku kira ini sudah
siang, jadi aku pergi duluan takut telat."
ucap yuu yang melihat keatas langit.
mendengar ucapan yuu yang tenang
tampa ada masalah, Ren dengan tegas
berbicara;"cih dasar, kau kira aku ini anak
kecil yang bisa dibohongi!."
"kau tahu aku tidak suka menunggu."
yuu dengan tenang berbicara.
"hah! seperti biasa, tapi yuu kemarin
aku melihat Misaki berjalan dengan
__ADS_1
pria lain, dengan mesrah di pameran
seni kemarin sore!."ucap Ren menatap
yuu yang sedang melihat langit.
seketika sebuah amarah yang sudah
terbenam di lubuk hati yuu, keluar
bagaikan sebuah sumbu kembang
api yang baru di hidupkan.
"sialan Ren, jangan bicarakan wanita
itu lagi!."yuu berkata tegas lalu menatap
Ren dengan marah dan kesal.
"hehehe kau akhirnya kesal juga yah,
dan sebagai ucapan maaf ku, kau akan
meneraktirku minum nanti malam!."
Ren berkata dengan senyum licik.
"tung~." sebelum yuu. berkata, Ren
berjalan dengan cepat mendahului yuu.
.....
disekolah yuu sedang duduk di bangku
paling belakang dekat jendela, dan
didepan nya ada Ren dan Goro yang
seperti biasa sedang bertengkar.
disisi yuu ada sekarang gadis dengan
rambut merah nya yang sangat indah
dan mempesona, apalagi dengan
"yuu dengarkan aku! pulang sekolah
nanti kamu harus ikut denganku
berbelanja!"ucap gadis tersebut.
"Aiko-chan ku yang cantik, aku tidak
bisa aku ada urusan."balas yuu.
mendengar ucapan yuu, seketika Aiko
tangan Aiko bergetar dan wajahnya yang
sangat merah Semerah tomat.
"tadi kamu bilang apa!."ucap Aiko yang
sangat senang dan bersemangat.
yuu melihat Aiko yang bersemangat lalu
memikirkan apa yang ia lakukan, lalu
yuu ingat apa yang ia katakan, dirinya
sangat malu, lalu menenangkan diri.
"ah begini Aiko aku sal~"sebelum
yuu menyelesaikan ucapannya, tangan
Aiko menempel di bibir yuu.
"tidak usah bicara lagi, mulai sekarang
kamu adalah pacar ku dan mulai
sekarang kita resmi menjadi kekasih!"
ucap Aiko dengan tegas, lalu pergi
dengan wajah yang sangat merah.
__ADS_1
mendengar ucapan Aiko, membaut
jantung yuu berdetak kencang, lalu
yuu melihat Aiko pergi dan menghela
nafas panjang.
"kenapa tadi aku mengatakan hal yang
sangat memalukan! dan akhirnya. aku
dan Aiko berpacaran ah, pusing sekali!."
ucap yuu pelan dengan wajah pucat.
10 menit kemudian bel masuk mulai
berdering keras, dan guru mulai masuk
dengan wajah yang serius.
"oke anak-anak hari ini kita akan ada
murid pindahan dari Islandia!."ucap
guru yang menatap murid-muridnya.
"siapa Bu muridnya apa dia wanita!"
"kalau wanita dia harus menjadi milikku!"
"mudah-mudahan saja pria tampan!"
"aku yakin itu oppa!"
banyak murid yang berbicara, dan juga
mereka sangat antusias sekali.
"silakan kamu masuk sekarang!."ucap
guru wanita yang tersenyum lembut.
murid pindahan tersebut lalu masuk
seketika kelas hening dan tidak ada
yang bisa berkata-kata lagi.
kulit yang sangat halus selembut sutra,
wajah yang sangat cantik seputih giok,
tubuh yang ramping dan mata yang
bewarna biru cerah, rambut bewarna
putih yang membuat itu lebih sangat
mempesona juga 2 gunung yang besar.
"sial ini sangat cantik, ini harus menjadi
milikku!"
"aku ... aku akan menjadi apapun yang
kamu lakukan, asal kamu mau jadi
wanitaku!"
"sial kamu tidak layak untuknya!"
"cih para pria yang seperti penjilat!"
"hei Chiko tau apa kamu, dia bagaikan
Dewi yang turun dari langit.
[peringatan: iblis tingkat tinggi harap
kepada host, harus berhati-hati menurut
data yang sistem terima, wanita yang
ada dihadapan host adalah adik dari
raja iblis, dari kelima raja iblis dari
dunia bawah, dan satu lagi bersikaplah
__ADS_1
seperti biasa host!]