
Alam Suci Kuno
“Hah… Hah…” Xia Tian berbaring di tanah dan terengah-engah. "sialan! Aku tidak bisa terus seperti ini, dan aku perlu melatih fisikku dengan cepat, jika tidak, Perubahan Sembilan Pedangku tidak akan membaik. Ngomong-ngomong, sudah berapa lama aku di sini, Alice?”
[master telah berada di Alam Suci Kuno selama empat hari, Dan di luar sudah malam.]
Xia Tian terkejut mendengarnya, dia tidak menyadari bahwa waktu berlalu begitu cepat. Selama empat hari, Xia Tian sendiri telah berhasil menguasai Teknik Transformasi Segudang, meskipun dia tidak pernah menggunakan teknik penyamaran di kehidupan sebelumnya, tetapi dia mampu menguasai teknik penyamaran dengan mudah. Selain itu, ia juga berhasil menguasai tahap ke-4 Perubahan Sembilan Pedang, meski gerakannya masih kaku, namun ia cukup puas.
Selain itu, ia juga selalu melakukan olahraga ringan seperti push up, squat, dan beberapa olahraga lainnya. Namun meski begitu, ia masih belum puas dengan kondisi fisiknya, karena fisiknya masih sangat jauh dari masa jayanya. “Huh, kuharap tempat latihan bisa selesai secepatnya, lalu aku bisa mulai melatih fisikku.”
Setelah mengatakan itu, Xia Tian segera meninggalkan Alam Suci Kuno, dan ketika dia tiba di luar langit sudah gelap. Dia segera keluar dari kamarnya, tetapi dia hanya menemukan Chen Xue yang sedang melukis bulan.
Xia Tian kemudian berjalan ke arahnya dengan sangat lambat, dan berdiri di belakangnya, sambil memperhatikan catnya dengan kagum. 'Dibandingkan dengan Ying'er, Xue'er lebih ahli dalam melukis.'
[Hehe, tapi lukisannya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Nyonya. Selain itu, dia juga ahli dalam berbagai alat musik.]
'Kamu tidak bisa membandingkan Xue'er dengan Lifen, Alice.' Kata Xia Tian sambil menggelengkan kepalanya. 'Lifen belajar melukis sejak dia berusia 7 tahun, dan dia terus melukis selama 200 tahun. Adapun Xue'er, dia saat ini baru berusia 39 tahun, dan dia masih punya banyak waktu untuk menjadi pelukis hebat di masa depan.'
Tapi tiba-tiba Chen Xue menghentikan kuasnya, seolah dia tidak tahu bagaimana melanjutkan lukisannya. Xia Tian kemudian meraih tangannya mengejutkannya, lalu dia membimbing tangannya untuk melanjutkan lukisannya. Chen Xue sebenarnya malu, dan dia masih belum bisa beradaptasi dengan baik dengan perubahan Xia Tian. Tapi karena Xia Tian tidak melakukan sesuatu yang negatif, jadi dia mengizinkannya untuk membimbing tangannya untuk melanjutkan lukisannya.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, lukisan itu selesai, dan Chen Xue menatapnya dengan kagum. Karena lukisan itu menjadi sangat berbeda setelah Xia Tian menyelesaikannya, dan lukisan itu terlihat begitu hidup. Dia kemudian menoleh padanya, dan berkata dengan kagum. "Cantik! Aku belum pernah melihat lukisan seindah ini sebelumnya, Tian.”
“Untuk membuat lukisan, sebaiknya jangan terburu-buru, Xue'er. Dan gambaran lukisan itu harus sudah ada di benak mu, barulah kamu bisa melukis dengan indah. Dan jika kamu melakukannya dengan tergesa-gesa, dua kemungkinan akan terjadi. Kemungkinan pertama, lukisan mu akan selesai, tetapi tidak mencapai titik kepuasan. Kemungkinan kedua, lukisanmu tidak akan pernah selesai, karena kamu tidak tahu langkah apa yang harus kamu ambil selanjutnya, seperti yang kamu rasakan tadi.” Xia Tian menjelaskan sambil tersenyum, dia kemudian melepaskan tangannya, dan menyentuh dahinya untuk berbagi teknik dengannya.
Chen Xue segera menutup matanya begitu dia mendapatkan tekniknya, dan dia mencerna tekniknya terlebih dahulu, setelah beberapa saat dia membuka matanya. “Seni Lukis! aku tidak pernah tahu bahwa melukis membutuhkan teknik seperti itu.”
“Kamu bisa mempelajari teknik itu, Xue'er. aku yakin kamu bisa menjadi pelukis hebat di masa depan dengan menggunakan Seni Lukis.” Kata Xia Tian sambil tersenyum, saat tangannya dengan lembut membelai pipinya.
Chen Xue memandang Xia Tian dengan tercengang, dia masih merasa aneh dengan sikap keponakannya, meskipun dia memperlakukannya seperti anak kecil, tetapi dia juga merasa hangat di hatinya, dan itu membuat jantungnya berdebar.
Setelah memastikan bahwa tidak ada orang di dekat mereka, Xia Tian mengangkat dagu Chen Xue, dan dia mencium bibirnya sejenak.
Chen Xue kemudian menatapnya dengan kaget, karena mereka berada di taman, dan dia takut orang lain akan melihat mereka. Tapi dia belum punya waktu untuk mengatakan apa-apa, Xia Tian sudah menggendongnya, dan menggunakan Langkah Pemecah Kekosongan untuk membawa Chen Xue kembali ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Chen Xue, Xia Tian segera menekannya di bawahnya, dan dia langsung mencium bibirnya. Chen Xue melirik kamarnya sejenak, dan dalam hati dia menghela nafas lega bahwa mereka sudah berada di kamarnya, lalu dia membalas ciuman Xia Tian segera.
__ADS_1
Semakin lama ciuman mereka semakin bergairah, tapi seperti biasa, Xia Tian tidak melakukan apa-apa lagi, dan dia hanya menciumnya. Setelah beberapa menit, Xia Tian melepaskan bibir mereka, dan dia berbaring di samping Chen Xue, lalu menariknya ke dalam pelukannya.
Chen Xue tidak mengatakan apa-apa, sambil mengusap bibirnya dengan senyum manis. Meskipun dia merasa aneh tentang hal itu, tapi dia sangat menikmati mencium keponakannya. Tak lama, dia menatapnya, dan bertanya. "Apakah kamu juga ingin menganggapku sebagai wanitamu, Tian?"
Xia Tian tersenyum mendengar pertanyaannya, lalu mengusap pipinya lagi dan menjawab. “Akan munafik jika aku mengatakan bahwa aku tidak ingin mu menjadi wanita ku, Xue'er. Sejujurnya, aku sangat tertarik dengan mu, karena kamu masih sangat muda dan cantik meskipun kamu sudah memiliki dua anak. Tapi jangan salah paham, aku ingin kamu menjadi wanitaku bukan hanya karena penampilanmu, Xue'er. Dan hal yang paling kuinginkan darimu adalah hatimu, jadi aku akan menunggu sampai hatimu bisa menerimaku.”
Chen Xue memandang Xia Tian dengan kaget, meskipun dia telah menebak bahwa keponakannya juga menginginkan dia menjadi wanitanya, tetapi dia tidak menyangka bahwa dia akan mengakuinya secara terbuka. Namun, kata-katanya sangat menyentuh hatinya, karena selama ini laki-laki lain tertarik padanya hanya karena penampilannya, bahkan keluarganya sendiri ingin memanfaatkannya untuk menaikkan status keluarganya dengan menikahkannya kembali dengan tuan muda dari keluarga lain.
Chen Xue mencium bibir Xia Tian sejenak, lalu dia meringkuk di pelukannya, dan berkata. “Sejujurnya, aku sangat menyukai sikapmu saat ini, Tian. Dan kata-katamu sangat menyentuh hatiku, tapi aku masih belum bisa mengambil keputusan tentang itu, karena kamu adalah keponakanku. Selain itu, aku juga harus memikirkan tentang Han'er, Xing'er, dan juga kakek nenek mu.”
"ya, aku mengerti situasimu, Xue'er." Xia Tian berkata dengan lembut, sambil mengusap punggungnya, dia tidak merasa kecewa sama sekali dengan kata-katanya, karena dia sendiri sadar bahwa tidak mudah mendapatkan Chen Xue sebagai wanitanya.
...Jangan lupa memberi like dan Komentar ya, biar author tambah semangat...
DAN buat para pembaca di mohon kerja sama nya ya, Buat yang belum ranting Novel ku ini, di harap kerjasama nya untuk memberi ulasan kepada karya ku ini, biar aku tambah semangat🔥 updatenya!
maaf ya agak lama update nya, karena akhir-akhir ini author sibuk mengurus membuat perusahaan studio komik, do'ain aja ya usaha author segera di buka,dan do'ain jg semoga salah satu karya author segera jadi komiknya ...maaf jika author promosi:
------------------------
buat kalian yang mempunyai bakat di bidang webtoon,komikus bisa daftar ya di bawah ini:
1. Manager Studio & Storyboard :
-Bisa Memvisualisasikan Script Cerita Menjadi Storyboard.
- Berpengalaman Dalam Membuat Webtoon .
-Mengerti & Bisa Menggambar Anatomy Dengan Baik.
- mampu Menggambar Storyboard Yang Cukup Jelas ( tidak harus rapi ).
- memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.
-mempunyai pengalaman dalam bekerja di industri webtoon.
__ADS_1
-dapat memberi arahan kepada anggota team.
2. 4-8 orang Komikus
Bukan Freelance. Harus berada di tempat (WFO), sesuai jam kerja. Lebih dominan mengerjakan pengerjaan komik webtoon. Studio di jakarta Selatan daerah Pancoran.
3. Studio menyediakan keperluan alat seperti Komputer, wacom cintiq 16 , wacom cintiq 22
4. Dan ruangan kantor full ber AC tentunya
5. Dapat berkomunikasi dengan baik
6. Dapat memenuhi deadline 4/5hari selesai.
7. bersedia mematuhi jam kerja 5 hari (senin-jum'at), jam kerja : 09.00-16.00
8. Dapat bertanggung jawab
9. Gaji 5/6juta (perbulan/ per 4 episode)
10. Jenis kelamin: Laki-laki atau perempuan.
11. maxsimal batasan usia : 20-35 tahun
12. Minimal pendidikan : SMA/SMK (yang penting punya ke ahlian di bidang tersebut)
13. Tempat kerja: Di jakarta Selatan daerah Pancoran.
Studio ini bisa dibilang masi baru, jika kalian berminat..
Silakan kirim lamaran dan portfolio nya ke: job.Ethernalstudio@gmail.com
__ADS_1
Trimakasih :)
- Bersambung -