Something Unforgettable " ANNELIA "

Something Unforgettable " ANNELIA "
Kejadian Jln Kusumanegara


__ADS_3

Setelah aku menyelesaikan tugasku dengan pak Rt. Malamnya aku melanjutkan untuk ke tempat om ku, jln Gambiran depan masjid belakang pabrik bakpia pathok khas oleh-oleh Yogyakarta. Tentang urusanku tadi pak RT mengundang temen-teman ku untuk hadir di acara syukuran anaknya yang perempuan sebentar lagi mau tunangan, beliau tidak memberitahukan secara detail siapa lelakinya yang pasti bukan aku. Pak Rt juga mengundang khusus kepada om ku, beliau menyuruhku untuk menyampaikan kepadanya.


Sesampainya di tempat om ku, beliau sudah duduk di depan terasnya dengan segelas teh di meja, kemungkinan teh itu buatan BI Inah istri om ku. Nama beliau adalah Hengky Kurniawan sepupu dari ayahku yang memilih tetap untuk tinggal di Yogyakarta, istrinya asli Yogyakarta menikah dengan om ku dan mempunyai anak tiga. anak yang pertama dia itu Abangku lebih tua dariku 3 tahun kuliah di kesenian Yogyakarta dan sudah lulus, sekarang sedang bekerja bagian desain di sebuah perusahan iklan cabang dari Jakarta pusat katanya, aku tak begitu faham informasi tentang Abangku, selain itu Abangku juga buka usaha paint motor di dekat rumahnya. Kedua anaknya lagi sedang proses menjalani pendidikan keduanya perempuan itu adek adekku lebih muda dariku tentunya. Om Hengky memberitahuku kalau temen-temen ku sudah menunggu di angkringan depan miliknya yang sedang di jaga oleh BI Inah. Aku tak langsung menuju arah yang di maksud om Hengky. Aku masih duduk dengan beliau sekalian memberitahukan undangan dari pak RT, di lanjut obrolan tentang kuliahku, om Hengky mempertanyakan bagaimana kuliahku, aku menjawab aman-aman saja selama ini belum ada masalah, belum ada gangguan, mungkin belum waktunya. om Hengky juga bercerita kalau anaknya yang nomer dua belum memiliki keinginan untuk kuliah, beliau memintaku untuk membujuknya memberikan edukasi bahwa pendidikan itu penting, aku hanya meng iyakan. Setelah ngobrol banyak dengan beliau aku memutuskan untuk ke temen-temen ku di angkringan. Tempatnya tak begitu jauh dekat jalan raya Gambiran yang tak lain hanya di tempuh 2 menit dari rumah om Hengky tanpa menggunakan motor yaitu jalan kaki.


Sesampainya di angkringan ternyata Abangku ada disana juga ikut gabung dengan teman-temanku. Seperti biasa BI Inah juga ada, aku menyapanya.


"wes mesen opo koncoku bang..?" sapaku pada Abangku, oh iya hampir lupa nama Abangku wakib Mustofa . aku biasa memanggil nya bang wakib sesuai panggilan orang-orang padanya.


"Akeh, kopi telu, gorengan wes Ra tau berapa dach" jawabnya. aku tertawa sambil tersenyum. seraya membalas "telu kan masuknya udah jamak" .


bang wakib tertawa, dia menyetujui perkataanku. "Yo.. lumayanlah ka, gak ada yang bisa di banggakan dari kehadiran temen-temenmu" ujar bang wakib sambil tertawa.


Kami yang hadir disitu juga ikutan tertawa. "ke rumah dulu gak tadi.?" lanjut bang wakib padaku. aku menjelaskan sesuai keinginan jawaban bang wakib. "ketemu sama bapak..?" tanya bang wakib lagi. aku menjawab dan memberitahukan kalau tadi duduk lama dengan om Hengky.


"Ngobrol apa aja sama ommu le" . sambung BI Inah kemudian. "sumbangan buat nikahan bang wakib BI" jawabku sambil mengambil gorengan lalu memakannya. bi inah tertawa kecil mendengarkan jawabanku, dengan ekspresi tidak percaya.


"kapan menikah bang..? nanti malah duluan arka, sudah ada yang suka sama dia" ganar tiba-tiba menyambung dan pertanyaan itu di khususkan pada bang wakib.


Bang wakib hanya pasrah. Dia menjelaskan kalau sudah waktunya nanti akan menikah, Dia bilang klo pun itu lebih dulu gak papa, cepat lambatnya itu proses yang terbaik. Dulu Bang wakib pernah punya pacar sewaktu di kuliah, sering di bawa ke rumahnya bahkan adek-adeknya akrab tapi kemudian pupus entah aku gak tau. soal pertanyaan dari ganar aku menjawab kalau saat ini belum ada yang menyukaiku, itu kebohongan, itu hanya canda ganar, pada kenyataannya orang yang suka itu masih belum muncul, mungkin belum lahir ke bumi.


"alah le, pasti ada yang suka yang suka sama kamu! wong kamu nya ganteng" BI Inah ikut bersuara kembali beserta pujiannya.


"kalau pun ada yang suka tapi belum bilang ke aku, kan aku gak mengetahuinya bi, jadi bagiku masih belum"

__ADS_1


"mana mungkin mengaku le.. perempuan kan malu mengakui duluan"


"kalau gak ngaku, takutnya nyasar ke perempuan lainnya bi" jawabku. BI Inah ketawa "ya jangan Sampek le".


Sudah banyak yang kami obrolan kami di angkringan om Hengky hingga berjam-jam. Penuh dengan tawa, bercanda ria, saling mengejek satu sama lain, mulai dari bang wakib yang belum menikah, hesan yang suka sama seorang tapi di tolak, Bayu yang masih suka dengan idamannya mbk kasir kopi Ambarukmo, hingga ganar yang di bilang sok alim gak deketin cewek tapi malam Minggu gak pernah absen. itulah kami dengan ciri khas perkumpulan kami, membahas apa saja yang penting lebih rame dari emak emak arisan.


Seusai berpamitan untuk cabut terlebih dahulu aku dan teman-temanku bersepakat untuk latihan musik di jalan Kusumanegara. Memang Tidak semuanya bisa memainkan alat musik hanya sebagian tapi kami juga biasa nongkrong di depannya. tempat itu memang sudah menjadi basecamp untuk latihan musik kepunyaan dari saudaranya Bayu, itu keterangan Bayu. Itulah kami punya kebanggaan tersendiri, mempunyai relasi tersendiri, hiburan tersendiri yang bisa di nikmati bersama-sama. malam itu di ruangan seperti konser semua orang yang ada disitu ikut bernyanyi dengan khas kesenian masing masing-masing, hanya memiliki keseruan tak terbagi, tidak peduli tentang suara siapa yang paling bagus, bukan audisi, bukan juga panggung yang resmi. suara suara kami menyatu seperti berpadu ria mengikuti arah jalannya nada musik bergema, Bergantian menyanyikan lagu random yang kami hafal.


Hampir satu album dari gabungan band-band populer di Indonesia sudah membuat tenggorokan serak, gerah, dan capek. akhirnya memutuskan untuk istirahat, beranjak ke teras depan menikmati suasana malam Jogja dengan semilir angin sepoi menghantam kami, hingga terasa sampai tulang belulang. menyalakan rokok bersantai, semua mengeluh kecapekan, mengekpresikan keseruan, bersama botol minuman teh yang di ambil dari kulkas sebagai penyegar rasa sekaligus pelengkap bagi perokok.


Beberapa jam permenit, tidak begitu terasa jam sudah berada di angka 00:30 itu artinya sudah pergantian hari.


jalan Kusumanegara mulai sepi, pengendara motor mulai mengurangi, tinggal mobil-mobil sales sesekali melintas dengan cepat. Di sebrang jalan tempat kami berkumpul. tiba-tiba motor matic yang di kendarai seorang cewek berhenti, dari kejauhan aku melihat dia sedang menstandarkan motornya. Mungkin ada masalah atau kehabisan bensin, aku beranjak menghampiri, bersamaan dua cowok yang sudah menghampirinya, kemudian aku berhenti sejenak, memerhatikan dari jauh. aku berfikir kedua cowok itu mungkin adalah temannya yang juga ingin membantunya. aku masih memerhatikan, mereka sedang ngobrol, tapi sesaat kemudian cewek itu mendorong motornya, di ikuti dengan dua cowok itu di atas motornya. ganar bilang mungkin cewek itu di ganggu, di liat dari mimiknya agak risih, dengan langkahnya yang semakin cepat dan tatapan nya ke depan menampakkan sedang tergesa-gesa, aku juga berfikir nya begitu. Bayu menyadarkan ku tentang motornya yang mirip dengan kepunyaan annelia, plat nomer solo. Langkahku berlanjut ke arahnya dengan berlari.


"kenapa mas..?" tanyaku pada dua cowok itu, cewek itu kemudian berhenti dengan kedatanganku, wajahnya menunjukkan kepanikan, ketidak nyamanan. Dua cowok mengernyitkan dahi, tersenyum licik saling menoleh.


Mereka tertawa, sama sekali ekpresinya meremehkan "Kalau pacar kenapa..?" salah satunya menjawab. "Masih pacar hahahah" mereka tertawa. sepertinya mereka sedang mabok, kondisinya tak terkontrol.


Badanku mendekat ke mereka. "siapapun yang mengganggunya akan berurusan denganku" . cewek itu diam, kembali menyandarkan motornya dan berada di sampingku.


"udah mas.. ayokk" ajak cewek itu.


"ya elah.. sang jagoan" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


Bayu menghampiriku yang di susul dengan teman-teman yang lain.


"kenapa ka...?" tanya Bayu.


"urus mereka..!" ucapku pada temen-temenku. "ayok ikut " . ajakku pada cewek itu. aku mengambil alih mendorong motor si cewek. Suara motor dari belakang menyala lalu melaju dengan kencang seraya bersorak "kroyokannnn hiaaa".


hesan langsung mengemudi motornya setelah di minta ikut Bayu beli bensin. kami kembali ke tempat sebelumnya bersama cewek itu dan motornya. Aku meminta maaf kepadanya karena sudah mengaku pacarnya, dia mereponya dengan "tidak apa-apa terimakasih".


"tapi beneran mbk kamu mirip pacarku" untaiku padanya.


"iya kah.? siapa nama pacarnya.?" tanyanya padaku.


"annelia. eh belum pacar sich mbak, tapi calon hehe"


"loh.. kok bisa"


"bisa aja kan..? belum peresmian di Kementerian Agama. haha" jawabku.


"emang harus mas..?"


"hahahaha, biar di saksikan kementrian agama" cewek itu tersenyum menunjukkan ekspresi keanehan.


kami mengobrol santai dengan cewek itu. bertanya tanya datang darimana, dia menjelaskan kalau dia datang dari tempat temannya kemudian nyasar di jalanan dan di bawa ke arah jalan Kusumanegara, akhirnya kehabisan bensin. Dia juga memberitahukan tujuan pulangnya ke arah sorowajan.

__ADS_1


Hesan dan Bayu sudah datang lalu mengisikan bensin ke motor cewek tersebut. Aku sekalian menyuruh mereka mengantarkan pulang ke sorowajan untuk menjamin keamanan mereka. Aku percayakan sepenuhnya ke mereka, aku juga yakin mereka gak bakal ngapa ngapain sekaligus memberitahukan kalo malam ini kita nginep di basecamp musik milik saudaranya Bayu. Aku lupa menanyakan namanya, aku juga tak memperkenalkan namaku, tapi ya sudahlah mereka sudah pergi.


next partnya di tunggu ya 😊.


__ADS_2