
Langit mencari keberadaan Aqila namun tidak menemukan sama sekali. Hingga Langit sejenak duduk dan berfikir, apakah mungkin Aqila telah pergi meninggalkan dirinya? Namun Langit menggelengkan kepalanya, karena ia rasa tidak akan mungkin Aqila pergi tanpa berbicara terlebih dahulu pada dirinya.
"Mungkin saja dia pergi belanja." Gumam Langit menenangkan dirinya sendiri dan tidak ingin berfikir yang aneh-aneh.
Hingga tanpa sadar waktu begitu cepat berlalu. Kini jarum jam yang bersandar di dinding sudah menujukkan pukul lima sore. Dan sampai saat ini Aqila tak kunjung juga pulang.
Langit mulai gelisah, dan meraih ponselnya dan langsung menghubungi ibunya..
"Bagaimana kabarmu sayang? Dan bagaimana kabar Aqila?" Tanya sang ibu saat panggilan terhubung,
Dan dari sini Langit tahu, jika Aqila sedang tidak bersama dengan ibunya.
"Aku baik-baik saja bu. Oh yah, bagaimana kabar ibu?" Tanya Langit.
"Syukurlah, dan ibu juga baik baik saja nak."
"Baiklah kalau begitu bu, Langit mau mandi dulu. Sampaikan salam ku pada ayah."
Langit memutuskan sambungannya dan langsung mengusap wajah nya secara kasar. Ia tidak tahu, harus mencari Aqila kemana lagi.
Langit berjalan dengan sangat cepat keluar dari apartemen, saat dirinya mengingat sang sepupu.
__ADS_1
"Andre, ya, pasti Aqila sedang bersama dengan Andre." gumam Langit sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah Andre.
Dan setelah beberapa saat kemudian, saat mobil yang Langit kendarai telah tiba di rumah Andre, dengan cepat Langit turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah Andre sambil teriak memanggil nama Aqila.
"Aqila.."
Hingga langkah kaki Langit terhenti kala ia berhadapan dengan tantenya, ibu dari Andre.
"Langit, ada apa?" tanya sang tante karena merasa heran saja dengan Langit. Setelah sekian lama, Langit baru saja menginjakkan kaki di rumah nya ini.
"Aunty, dimana Aqila?" tanya Langit.
"Dimana Andre?" tanya Langit tanpa menjawab pertanyaan dari auntynya.
"Andre ada di kamar."
Dan tanpa menjawab banyak bicara lagi, Langit langsung berlalu daru hadapan auntynya dan berjalan dengan cepat menuju kamar Andre. Tanpa mengetuk pintu, Langit langsung membuka pintu kamar Andre. Ibu Andre pun menyusul Langit ke kamar sang putra nya karena tidak ingin sesuatu terjadi di antara keduanya.
"Langit." Ucap Andre kaget, karena pintu kamar nya langsung terbuka, dan yang lebih membuatnya kaget, ada Langit yang kinu sedang berdiri tepat di dekat pintu, dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
Tanpa berbicara. Langit langsung maju melangkah mendekat ke Andre. Dan melayangkan satu tinju nya tepat ke wajah mulus Andre.
__ADS_1
Andre yang sama sekali belum siap, akhirya terseungkur selangkah kebelakang.
"Katakan di mana Aqila?" Tanya Langit sambil memengang kerah baju Andre.
Andre mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
"Kenapa kau bertanya padaku? bukan kah dia istrimu?"
"Dimana Aqila?" bentak Langit, namun Andre hanya tersenyuk sinis menanggapi Langit.
Langit hendak melayangkan pukulan kepada Andre namun ibu Andre datang dan langsung memeluk tubuh anaknya.
"Langit hentikan." Teriak ibu Andre membuat Langit membatalkan memukul Andre.
"Apa yang kau lakukan dengan putraku? kau lupa jika dia ini sepupu mu?" tanya ibu Andre.
"Katakan di mana kau menyembunyikan Aqila?" tanya Langit kembali.
"Aku tidak tahu. Tapi jika memang Aqila pergi dari mu, aku bersyukur. Karena Aqila bisa lepas dari monster seperti dirimu."
"Andre. Apa yang kau katakan nak?" tanya sang ibu.
__ADS_1