STIFF And ANNOYING MAN

STIFF And ANNOYING MAN
tidak becus


__ADS_3

Pagi ini saat sang surya telah menampakkan sinarnya menembus seluruh penjuru ruangan berdinding kaca milik jessica ,mata yang masih terpejam pun terusik dibuatnya perlahan jessica membuka matanya mengerjap beberapa kali hingga ia benar benar membuka mata dengan sepenuhnya. jess pun sedikit melirik jam hello kitinya 07.00 , ia pun bergegas bangun dan segera memasuki kamar mandi pribadinya ,ia harus sedikit bergegas jika tidak ia akan benar benar telat . sesaat kemudian jessica sudah terlihat rapi dan cantik dengan rambut yang tergerai bebas, mata yang hanya memakai eye shadow tipis ditambah dengan bulu mata lentik dan bibir dengan polesan pink natural tampak semakin membuatnya terlihat sempurna. jessica pun meninggalkan kamarnyaa menuju ruang makan terlihat mami papi dan sonya tengah bercengkrama ria ,sonya yang mengetahui kedatangan jessica pun menatapnya dengan datar ,begitu pun jessica yang tak memperdulikannya


" sayang sarapan dulu yuk ,mami udah buat nasi goreng kesukaan kamu."


"oke mamii." kata jess sambil mendudukkan pantatnya dikursi ssbelah sonya


" oh ya jessica gimana kerjanya sayang? kamu betah? ,kamu yakin gamau kerja diperusahaan papi? ,papi bisa rekrut kamu loh?. "


"pi jess ingin mandiri dan cari pengalaman dulu pi ,gapapa ya?"


"okayy kalau itu pilihan putri papi, papi setuju." disusul dengan senyuman


sonya yang hanya menghela napas mendengar pujian demi pujian yang ditujukan pada adiknya itu.


gue punya prestasi kenapa gadibanggain? jessica yang pekerja kantoran aja sampek dimanjain sama papi mami apa itu adil. batin sonya


........


beberapa saat setelah sarapan jess pun berpamitan dan memanggil sebuah taxi untuk mengantarnya ketempat bosnya tersebut siapa lagi kalo bukan tuan daffa yang terhormat ,ya hari ini hari pertama jessica menjadi 'supirnya' jess pun telah mendapat sebuah pesan singkat dari angga berisikan alamat apartemen tuan angga yang hanya memakan waktu 20menit dari rumahnya.


jessica pun segera memasuki lobi gedung tersebut ia sedikit kebingungan dibuatnya pasal nya tak tahu dimana aparemen daffa saat hendak menanyakan kembali ke angga seseorang dibelakang jessica membuatnya terkejut.


" lama banget.., kamu tau berapa lama saya menunggu kamu?." ucap daffa hingga membuat jessica berjinggit kaget hampir saja ponselnya terjatuh jika saja daffa tak menahan tangan jessica ,sedetik kemudian ia dibuat terpana dengan pesona bossnya itu tapi ia buru buru sadar saat daffa melepaskan tangannya.


"maaf kan saya tuan ,saya tidak tau dimana apartemen anda berada." ucap jessica seraya menunduk


"apa kamu tidak liat disana terdapat resepsionist yang bisa menjawab semua pertanyaan kamu?." dengan nada sedikit meninggi


" maaf tuan saya pikir itu akan makan waktu karna mengingat ini ada apartemen mewah yang tak sembarang orang bisa masuk."


"baiklah baiklahh sekarang cepet ikut saya dan kita kekantor." sambil berjalan mendahului jess dan daffa pun berbalik menghadap jessica dengan memegang kunci mobilnya


"tangkap ini ." lempar nya jessica yang terjekut pun tak seimbang untuk menangkap kunci tersebut dari angga hingga kunci ters itu terjatuh dari genggamannya. daffa yang mendengar suara berisik dari belakang menggeleng pelan


"begitu saja tidak becus." sindirnya jess yang mendengar itu segera menganga lebar tak habis pikir dibuatnya

__ADS_1


"maaf tuan " dengan sedikit berteriak


....


mereka pun tiba dikantor ,para karyawan yang tengah melihat bosnya berjalan dengan jessica pun terlihat sedikit menggunjing. mereka tak pernah melihat bossnya datang bersama seseorang sekalipun itu angga karna setahu mereka bossnya yang dingin dan kaku itu tak mau berbagi mobil dengan siapapun .


setibanya diruang masing masing jessica pun melanjutkan aktifitasnya dengan biasa ,angga yang terlihat sibuk untuk mempersiapkan sesuatu itu mengharus kan jessica yang menghadiri rapat siang ini bersama tuan daffa.


" jess , bisa ngga gantiin gue temenin tuan daffa nanti siang ada meeting penting."


"bisa kok ." jawabnya dengan penuh semangat


"baiklah ini berkas yang harus dibawa ,oh ya kayak nya beberapa minggu ini aku bakalan ke amerika deh ada pekerjaan disana yang harus diselesain."


"kenapa angga yang kesana?."


"karna tuan daffa gabisa kesana ,disini lagi sibuk sibuknya." seraya tersenyum jessica yang mengerti itu hanya meng-oh kan ucapan angga.


siang harinya jessica dan daffa yang tengah berada didalam mobil hendak menuju caffe untuk menemui klien pentingnya ,diperjalanan jesssica maupun daffa terlihat tak mengeluarkan sepatah katapun, daffa yang merasa jengah pun akhirnya angkat bicara.


"memangnya apa yang saya harus katakan?." sambil sibuk menyetir


"kenapa kamu menyebalkan?."


"memangnya saya lebih menyebalkan dari pada tuan daffa?." sekilah melirik daffa yang cuek


"kenapa kamu selalu membalas saya dengan pertanyaan?."


"memanggnya tuan ingin saja menjawab yang bagaimana?."


"stoppp!!!." citttttt brakk tubuh daffa sedikit terpental ke depan untung ia memakai seatbelt nya jika tidak ia akan terantuk kedepan


"kenapa berhenti mendadakk jessica? apa kamu gatau kalo ini bisa bahaya?."


"bukannya tuan yang bilang stop?." denfan nada tidak merasa bersalah

__ADS_1


"ohh astagaaa , maksut saya berhenti bertanya jika saya bertanya." seraya memijat pelipisnya


"ahh maafkan saya tuan." jawabnya seraya kembali mengemudikan mobil ,tak ada lagi perbincangan diantara keduanya setelah perdebatan tadi hingga sampailah mobil tersebut disebuah caffe clasic ,jess segera memakirkan mobil dengan tepat , daffa yang merasa masih sebal ia pun membanting pintu mobil nya meninggalkan jessica tang masih kerepotan didalam mobil


kasian pintunya ,dasar orang kaya.


jessica pun segera menyusul daffa yang tengah berjalan terlebih dahulu ,langkah yang panjang dan sedikit berlari membuat jessica dapat mengimbangi langkah daffa . seorang pelayan wanita yang senantiasa berdiri didepan pintu itu menyapa keduanya dan menanyakan apakah ada yang bisa ia bantu.


"permisi nona reservasi atas tuan daffa dimana ya?." tanya jess


"ahh mari ikuti saya." pelayan tersebut segera menunjukkan kursi mereka ,terdapat seorang lelaki yang telah bertengger disalah satu kursi tersebut yang tak lain ialah klien daffa , daffa pun memperkenalkan dirinya dan sekertarisnya kepada lelaki tersebut


"maaf sudah menunggu lama ,perkenalkan saya daffa criss, dan ini sekertaris saya jessica." mulai menjabat tangan


"ahh tidak terlalu lama ,oh ya nama saya danis." danis pun menjabat tangan jessica yang terulurdan menatap wajah ayu jessica , daffa yang mengetahui itu segera berdeham agar ia segera bisa memulai meeting dan cepat cepat menjauhkan danis dari jessica.


mereka bertiga pun mendiskusikan sesuatu tak sering danis menatap jessica dari pada daffa yang tengah menjelaskan proyek mereka ,daffa yang begitu kesal hanya bisa berdeham agar danis kembali memperhatikannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2