STIFF And ANNOYING MAN

STIFF And ANNOYING MAN
pertengkaran


__ADS_3

setelah menyelesaikan rapat yang begitu penting daffa yang dibuat jengkel karna denis lebih memperhatikan jessica dari pada dirinya pun mengucapkan undur diri dan berpamitan , jessica yang melihat daffa terburu buru menariknya pergi dari sana pun bertanya tanya kenapa daffa grusa grusu seperti itu.


"tuan apa ada sesuatu yang penting?".


"tidak." jawabnya singkat


"kenapa terburu buru pergi?."


"lalu kau mau tingal disini?." sentaknya


ngegas amat nih orang .batin jessica


"tidak tuan." jessica pun dengan langkah cepat mengikuti daffa yang hampir jauh didepan sana ,hingga memasuki mobil pun mereka berdua tampak canggung tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka , jessica yang tampak pasrah pun hanya fokus mengemudi dan memperhatikan jalanan.


sesampainya di perusahaan mereka tetap saja masih bungkam seribu bahasa , seakan merasa cemburu karna denis yang menatap jessica ,daffa pun menampik hal tersebut


tidak mingkin aku cemburu dia bukan siapa siapa, hanya sekertaris.


.....


jam telah menunjukkan pukul lima petang dimana semua karyawan diperbolahkan untuk kembali kerumah masing masing begitu pun jessica yang sudah sangat lelah dengan pekerjaannya hari ini , ia pun membereskan sisa sisa kertas yang berserakan didepan meja hingga tertata rapi , saat jessica ingin memasuki ruang kerja daffa ,daffa pun keluar bermaksut untuk menemui jessica , sehingga mereka bertemu diambang pintu .


"astaga ,kenapa kau didepan situ .seperti satpam saja."


"maaf tuan saya tidak bermaksut mengejutkan anda, saya hanya ingin menanyakan apakah anda sudah bersiap untuk kembali kerumah."


" hari ini kau tak perlu mengantarku ,pulanglah naik taksi. besok kembali jemput saya." ujarnya lalu meninggalkan jessica yang tengah terperangah sendiri.


ada apa dengannya?.


sesampainya dirumah jessica pun langsung merebahkan diri dikamar miliknya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu , beberapa saat terjadi keheningan dikamar itu dan terdengar suara ketukan pintu


tok tok tok


" iyaa siapa? masuk aja ." ujar jessica dengan nada malasnya

__ADS_1


"gue pinjem mobil lo ya ?, buat jalan jalan."


"terserah lo."


"lo gaiklas smaa kakak lo sendiri? mobil juga bukan punya sendiri ,dipinjem aja gaboleh." dengan nada sewotnya


"bisa ngga sih jangan bikin gue emosi kak."


"gue dari tadi ngomong baik baik ya ."


"kalo bukan karna mobil gue diservise gue juga bakal pinjem kok ,lagian seminggu lagi gue bakal ada pemotretan gabakal lagi gue gangganggu idup lu."


"terserah gue capek."


"bisa gak sih sopan sama kakak sendiri elu gue elu gue ,gue lebih tua dari lo ya."


"astagaa ini orang ,kakak sendiri yang ngga bisa ngehargain aku jadi adik , apa kak pernah sehari aja lembut smaa aku?."


"itu karna lo udah ngerebut semua perhatian mami sama papi dari gue paham!!."


"udah gue gajadi pinjem mobil, males guedebat mulu." sonya pun cepat cepat berbalik dan menutup pintu kamar jessica dengan sangat keras sehingga membuat empunya meneteskan airmata


wajar saja saat masih kecil jessica dan sonya yang terlihat sangat rukun dan jauh dari masalah pertengkaran ,saat menginjak usia dewasa perdebatan kecil diantara mereka mulai terlihat dimana saat sonya ingin mengikuti kontes kecantikan dan jessica yang memenangkan olimpiade nya ,papi dan maminya itu mati matian tak menyetujui sonya mengikuti dunia permodelan dan harus seperti adiknya. sonya yang merasa dibandingkan dengan jessica pun terlihat kesal dan membenci jessica


.........


seminggu telah berlalu jessica pun telah melupakan pertengkarannya dengan sonya,sonya pun telah kembali ke amerika dan selama seminggu juga ia mengantar jemput daffa ,setiap hari ia harus menghadapi dingin dan kakunya ceo tersebut ,seperti pagi ini jessica terlihat tergesa gesa memasuki kantor sesekali berlari kecil dan melihat arlojinya yang telah menunjukkan bahwa ia telah benar benar terlambat jessica pun terlihat semakin tegang, jika saja pagi ini ia tak ada rapat penting bersama daffa ia tak akan terlihat setegang ini ,tiba diruang bertuliskan ceo itu ia segera masuk tanpa mengetuk pintu, angga yang telah kbali dari amerika pun terlihat terheran heran bagaimana gadis cantik itu bisa terlambat.


"tuan maafkan saya karna saya terlambat ,ini benar benar karna ketidak sengajaan." ujarnya seraya menunduk


"maafkan saya tuan."


"keluarlah lanjutkan pekerjaanmu." ucap daffa dingin


"apakah saya tidak dipecat? ,atau saya akan mendapat sp tuan?." masih dengan tatapan menunduk

__ADS_1


"tidak keluarlah ,saya sedang kedatangan tamu hari ini jadi keluarlah." ucapnya masih memandang jessica dengan tatapan dingin tapi begitu hangat ,ia seakan tak tega hanya untuk sekedar memarahinya ,dan itu tertangkap oleh mata seorang wanita paruh baya yang tengah memperhatikan keduanya


"ahh maafkan saya tuan ,saya sudah lancang memasuki ruangan anda tanpa permisi ,maafkan saya nyonya atas ketidak nyamanan-nya." seraya mengangkat wajahnya terlihat wanita paruh baya sedang tersenyum manis kearahnya


"ahh tidak apa ,tak perlu meminta maaf jika aku yang terlambat maka aku akan melakukan hal yang sama."


"maafkan saya nyonya." seraya menundukkan wajah kembali


"hei tak perlu maaf ,katakan apa kau karyawan baru diperusahaan ini?." tanya nya


"saya adalah karyawan magang yang ditempatkan sebagai sekertaris tuan daffa lebih tepatnya asisten tuan angga."


"hei aku yang membayarmu ,kau tak perlu mengatakan asisten angga." ucap daffa menyela


"maaf tuan."


wanita paruh baya itu hanya tersenyum melihat anak lelakinya yang terlihat tertarik dengan gadis cantik didepannya ini


"daffa kenapa kau terlihat marah dia hanya menjawab posisinya."


"tapi maa dia..."


"sudah sudah .mama kesini tidak mau debat dengan mu ,mama hanya ingin segera memilikicucu." membuat daffa hanya bisa pasrah dan menghebuskan nafas dengan kasar


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2