
...HAPPY READING...
Orang itu pergi setelah Clara dan Olive akan pulang.
" Gue pergi sekarang aja, lagian Clara juga udah mau pulang. Penting hari ini gue udah lihat muka Clara."
monolog orang itu yang masih setia menatap Clara dari kejauhan.
" Udah ah sedihnya, langitnya udah mulai mendung tuh. " Ucap Clara pada Olive.
" Iya, kayaknya mau hujan. Yuk pulang aja"
" Yaudah yuk ke parkiran " ajak Clara
" Yuk "
Olive dan Clara berjalan beriringan melewati sekumpulan cowok yang tidak asing bagi mereka.
...
" Fal tuh si Clara, cewe yang loe tabrak tadi. Lihat benar-benar." Ucap Rendra pada Naufal yang masih asik dengan hpnya.
" Apaan sih Ndraa gak jelas, udah jangan gitu lagi ke gue. Gue gak suka." Ucap Naufal tegas dengan menatap tajam Rendra.
" Tapi cantik kan Fal " Canda Rendra mendapat tatapan tajam dari Naufal.
"Biasa aja" jawab Naufal datar
" Emang aneh loe Fal"
" Gue bukan aneh, tapi gue menjaga pandangan gue biar gak ternodai." Jelas Naufal.
Ada seseorang yang hanya mendengar mereka dengan hati bergemuruh.
" Apa gue boleh egois. Gue gak mau ada yang suka sama Clara. Gue gak akan biarin Clara suka sama loe Fal. Maaf gue egois. Gue gak mau Clara dimiliki orang lain." monolog orang itu.
"Dra kita ke kafe dulu, ngecek keuangan " ucap Naufal diangguki oleh Rendra.
"Oke, Ayuk, loe ikut gak Co" tanya Rendra pada Rico
" Ikut, sekalian nongkrong disana." jawab Rico santai
" Yaudah yuk." Ajak Naufal pada teman-temannya.
Naufal dan Rendra memang memiliki Kafe sejak kelas 10 SMA. Semula mereka hanya iseng-iseng membeli ruko yang harganya sedikit murah. Dan direnovasi menjadi kafe yang aestetik dan nyaman agar digemari oleh para anak muda. Dan benar saja sekarang kafe itu banyak digemari anak muda, bahkan bukan anak muda saja ada juga orang tua yang mengunjungi kafe tersebut.
...
Setelah sampai di kafe mereka disambut oleh para pegawai kafe. " selamat datang mas."
" Mbak tolong buat minuman untuk kita bertiga ya." ucap Naufal pada salah satu pegawai.
" Baik mas" jawab pegawai itu.
__ADS_1
Naufal, Rendra, dan Rico langsung menuju ke ruang VVIP yang ada di kafe tersebut atau bisa disebut ruangan pribadi milik Naufal dan Rendra.
" Tolong laporan keuangannya." ucap Rendra pada Kepala pegawai.
"Baik tuan." Ucap kepala pegawai
" Ini tuan " Ucap kepala pegawai dengan menyodorkan beberapa lembar kertas.
"Jika sudah, saya izin keluar tuan." Pinta Kepada pegawai.
" silakan" jawab Naufal dengan melihat laporan keuangan.
Kafe tersebut dipegang oleh kepala pegawai jika Naufal dan Rendra sedang sibuk atau sekolah.
Orang tua mereka tidak tahu jika Naufal dan Rendra memiliki kafe yang sangat populer itu.
tok..tok..tok
permisi..
"Masuk" ucap Rendra.
" Ini mas minumannya." ucap pegawai sambil menyodorkan beberapa minuman dan cemilan.
" Silakan dinikmati mas" imbuhnya
" Makasih mbak" ucap Rendra dan Naufal berbarengan.
" Kalau begitu saya keluar dulu mas." ucap pegawai itu sopan.
... ...
Sementara dirumah Clara
"Assalamualaikum Mah." ucap Clara ketika sampai dipintu rumah.
" Wa'alaikumussalam nak." Jawab Mamah Annisa yang sedang menonton sinetron kesukaannya diruang keluarga.
Clara menghampiri Mamahnya sambil mencium punggung tangan Mamah Annisa.
" Kamu udah shalat belum Ra, kalau belum cepetan gih. Udah mau habis waktunya." ucap Mamah Annisa dengan mata yang masih setia melihat tv.
" Belum Mah, ini Clara mau sholat hehehe." Clara langsung pergi ke lantai atas menuju kamarnya.
Mamah Annisa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu, dan kembali melihat sinetron kesukaannya.
....
Dikafe
" Eh nanti malam ada acara dikafe. Kalian ikut ga?" tanya Rendra pada teman-temannya.
" Acara apaan Dra." tanya Rico
__ADS_1
" Acara biasa sih cuma ngumpul-ngumpul sama temen." sahut Naufal
" Gak dulu deh." jawab Rico
" Kenapa bro, biasanya kalo kumpul-kumpul gini loe ikut." tanya Rendra dengan tatapan penuh selidik.
" Gak papa sih, cuma lagi males aja." jawab Rico santai tapi bagi Rendra mengandung penuh tanda tanya.
" Kalo loe Fal. Ikut gak." Tanya Rendra dijawab hanya dengan gelengan kepala Naufal.
" Kenapa bro?"
" Ada acara gue." ucap Naufal
" Kalau loe mau ikut, ikut aja." imbuhnya lagi
" Loe semua gak asik. Masa gue dateng sendiri." ucap Rendra kesal karena kedua temannya menolak diajak kumpul.
" Yaudah kalau gitu gak usah ikut." ucap Rico santai
" Tapi gue pingin ikut." jawab Rendra geram. Mau ikut tapi gak ada temen. Kalo gak ikut kok pingin.
" Terserah loe deh. Gue bingung sama loe." ucap Naufal pada sahabatnya.
" Yaudah gue gak ikut. Dari pada gue dateng sendiri kayak orang hilang." ucap Rendra lesu.
" Lah emang loe kan orang hilang. hahaha " sahut Rico dengan tawa lepas.
"Awas loe" jawab Rendra sambil melempar bantal ke muka Rico.
...
Dirumah Clara
Sehabis shalat Clara berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya ke kasur dan menatap langit-langit dengan tatapan sayu.
" Kadang aku kepikiran kamu. Kamu sekarang lagi ngapain. Kamu gimana keadaannya. Apa kamu masih ingat sama aku. Apa kamu segampang itu lupain aku. Apa aku terlalu berharap padamu. Aku selalu ingin melupakanmu tapi bayang-bayang mu selalu hadir dalam benakku." batin Clara dengan mata. berkaca-kaca, membayangkan beberapa momen yang sulit dilupakan. Bukan membayangkan tapi tepatnya hadir sendiri dalam benaknya.
.
.
.
Sampai sini dulu yhaπ€
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like,.komen, dan klik favorit.
Jangan lupa voteπ€
.
__ADS_1
salam dari saya Isna
πππ