Story Of Love {Tentang Kita Dan Kisah Yang Panjang}

Story Of Love {Tentang Kita Dan Kisah Yang Panjang}
Bab 4


__ADS_3

...HAPPY READING...


Dirumah Clara


Sehabis shalat Clara berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya ke kasur dan menatap langit-langit dengan tatapan sayu.


" Kadang aku kepikiran kamu. Kamu sekarang lagi ngapain. Kamu gimana keadaannya. Apa kamu masih ingat sama aku. Apa kamu segampang itu lupain aku. Apa aku terlalu berharap padamu. Aku selalu ingin melupakanmu tapi bayang-bayang mu selalu hadir dalam benakku." batin Clara dengan mata. berkaca-kaca, membayangkan beberapa momen yang sulit dilupakan. Bukan membayangkan tapi tepatnya hadir sendiri dalam benaknya.


"Ah mikir apa sih, move on Ra. Kamu cuma akan menyakiti diri sendiri, mulai sekarang kamu gak usah lagi mikirin dia. Lupain dia, jangan berharap berlebih, mungkin dia udah lupa sama kamu. Semangat Ra hidup mu masih panjang, masih banyak cowok yang lebih baik darinya." gumam melinda menyemangati dirinya sendiri.


Clara bangun dari ranjang melangkahkan kakinya ke meja rias, dia membuka salah satu laci yang terdapat pada meja rias. Disana ada beberapa buku dan beberapa lembar kertas. Tapi mata Clara menatap secarik kertas yang sudah lusuh.


" Hmmt. Masih ku simpan sampai saat ini. Hati ini akan menghapus semua perasaan yang aku punya, tapi otak ini masih menyimpan semua kenangannya." gumam Clara dengam menutup laci tersebut karena dia tidak mau berlarut-larut dalam kesedihannya.


Kaki melinda melangkah keluar meninggalkan kamar dan menuju ke ruang keluarga. Disana sudah ada Mamah Annisa dan Papa Prayoga.


" Udah pulang pah?" ucap Clara mendudukkan tubuhnya ke sofa dekat papanya.


" Udah baru aja pulang. Kantor lagi gak banyak kerjaan." jawab Papa


" Owh gitu."


" Ra kamu sekarang udah kelas 12, kamu mau lanjut kuliah apa langsung melanjutkan bisnis papah." ucap Papa Prayoga dengan lembut pada putrinya.


" Gak tahu Pah. Kayaknya lanjut kuliah dulu baru melanjutkan bisnis Papa, aku takut kalo aku melanjutkan bisnis papah sekarang aku gak bisa Pah, aku masih takut mimpin perusahaan. Walaupun nanti papah ngajarin aku dulu." jelas Clara dan Papanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Kalau kuliah lanjut dimana nak?." Sahut Mama Annisa


" Belum tahu mah, masih nyari-nyari yang cocok buat aku."

__ADS_1


" Yaudah kalau gitu." jawab Mama Annisa lembut pada putrinya.


....


" Fal udah mau Maghrib nih, pulang yuk." ucap Rendra pada Naufal yang masih setia menatap laptop nya.


"Iya, ini udah mau selesai." jawab Naufal


Naufal menutup laptopnya dan membereskan lembaran-lembaran kertas yang berantakan di meja.


" udah, ayuk pulang." ucap Naufal


" yuk." jawab Rico dan Rendra bersamaan.


...


" Fal.." ucap Mamah Elis menatap anak semata wayangnya.


" Iya mah, ada apa?" jawab Naufal berjalan mendekati Mamahnya.


" Tadi sebelum berangkat ke kantor papah bilang sama Mamah" Mamah menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan perkataannya.


" Papah bilang apa Mah?" sahut Naufal penasaran karena Mamahnya seperti berat untuk melanjutkan perkataannya.


" Eehhmm...Papah bilang kalau kamu mau. Setelah lulus kamu bantu Papah menjalankan bisnis." ucap mamah Elis pelan dan lembut, karena setiap berbicara tentang bisnis Papahnya Naufal selalu tidak mau mendengarkan.


" Gak Mah, Naufal gak mau. Naufal pingin bangun usaha sendiri sambil kuliah." jawab Naufal dengan datar.


" Yaudah kalau kamu belum mau, nanti Mamah bicara sama Papah kamu." ucap Mamah Elis menatap lekat putra kesayangannya.

__ADS_1


Naufal hanya mengangguk-angguk kepala, Naufal tidak berniat menjawab Mamah nya. Naufal memang dari dulu tidak suka mengandalkan harta orang tua. Dia ingin menghasilkan uang dengan usahanya sendiri.


Dia juga tidak ingin melanjutkan bisnis papah nya.


Tetapi Papah Naufal tidak setuju, karena Naufal anak satu-satunya, jadi harus melanjutkan bisnis turun temurun itu.


" Mah Naufal ke kamar dulu, udah malem ngantuk." ucap Naufal sambil menguap memang sudah mengantuk.


" Iya, udah jam 10 ternyata. Mamah juga mau tidur."


Naufal hanya mengangguk dan melenggang pergi ke kamar.


" Kok Papah belum pulang yha. Ah mungkin banyak kerjaan. Paling nginep di kantor." gumam Mamah Elis menuju ke kamar.


.


.


.


Sampai disi dulu yha


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like, comen dan favorit


vote juga yah🤗


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2