
Lucky yang sedang di meja kerjanya nampak sedang fokus dengan berkas-berkasnya yang menumpuk.
"Andre besok kamu ikut aku ke rumah kakek dan urus keberangkatan kita kesana"ucap lucky ke andre.
"Ok siap bos,oh iya aku dengar kakek akan menjodoh kan mu dengan cucu sahabat kakek ya"tanya sekretaris Andre
"Hemm kayaknya sih gitu tapi aku belum pernah jumpa sama tuh cewek kata kakek sih dia nya seorang dokter di rs erlangga"ucap lucky.
"Yaudh besok kan eloh bakalan jumpa sama tuh cewek Lagian umur eloh udah 30 gue aja udah punya anak satu"ucap andre dengan senyuman mengejeknya.
"Sialan eloh ndre Yaudh balik gih sana eloh males gue ngomong sama orang brengsek"ucap lucky sambil memijat pelipisnya.
"Sialan eloh ya KY, hais dasar beruang kutub nyebelin"ucap andre.
Andre adalah sahabat lucky semenjak SMP mreka selalu bersama bahkan lucky mempunyai 4 sahabat yang konyol dan mreka tahu bahwa lucky ada lah seorang mafia dunia.
.
.
__ADS_1
.
Lucky pun segera pulang ke rumah sang kakek karna ada hal yang mau dibahas dengan sang kakeknya itu.
"Kakek ngapain duduk di luar sih ini kan udah malam kek"ucap lucky sambil memapah kakek nya masuk ke rumah.
"Dasar kau cucu kurang ajar lama sekali kamu pulangnya ngapain aja sih mukuli polisi lagi ya" ucap kakek yang sudah muak lihat tingkah lucky sang cucu yang menyebalkan menurutnya itu.
"Aduh kek udah dong marah mulu sih entar kakek sakit lagi trus gak bisa dateng acara nikahnya lucky sama calon cucu mantu yang kakek jodoh kan kek"ucap lucky sambil duduk di sofa ruang keluarga erlangga.
"Yaudah kalok gitu anterkan kakek ke kamar besok kita bahas lagi masalah pernikahan kamu dan kamu harus ingat kalok kamu melarikan diri dari pernikahan bakalan kakek roboh kan markas mafia kamu sampai ke akar-akarnya"ucap kakek dan lucky pun bergidik melihat ancaman sang kakek nya itu.
***
Dikediaman wijaya.
"Sayang kamu yakin mau menerima perjodohan ini kalok kamu keberatan kan bisa biacara langsung sama papa sayang"ucap mama sinta.
"Aku gak papa kok mah lagian kan mendiang kakek sudah berjanji sama kakek erlangga jadi aku harus bertanggung jawab untuk memenuhi janji kakek mah.
__ADS_1
"Mamah bangga sama kamu sayang walaupun kamu waktu itu belum bisa melihat wajah mendiang kakek tapi kamu tetap berani mengambil keputusan yang sangat berharga"ucap mama sinta sambil meneteskan air matanya.
"Udah lah mah gak usah nangis gitu lihat tuh papa jadi ikutan sedih juga"ucap vania sambil tersenyum.
"Sayang kamu tidur duluan aja ya papa dan mama mau menyiapkan untuk acara besok kamu lamaran"ucap papa yang tersenyum smbil mengelus rambut vania dengan lembut.
"Iya pah"ucap vania.
*Vania pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya kemudian vania menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Yaallah mudah-mudahan keputusan yang aku ambil gak salah dan mudah-mudahan suami yang aku pilih tepat dan bisa di jadikan imam yang baik amin.
Kemudian Vania ke tempat tidur dan tertidur dengan nyaman walaupun hatinya tidak tenang*
Keesokan paginya.
"Vania sayang bangun"ucap mama.
"Iya mah"
__ADS_1
bersambung...