
....
Hari yang di janjikan pun tiba, Ryan sudah menunggu di ruang tamu rumah calon mertuanya itu, ia menunggu sang putri di rumah tersebut. Siapa lagi kalau bukan Cassandra calon istrinya itu.
"Sayang ayok aku udah siap" suara Cassandra tiba tiba mengagetkan Ryan yang tengah asik bermain ponselnya kemudian ia berdiri menghampiri Cassandra "Cantik banget kamu sayang" ucap Ryan seraya ingin mencium Cassandra. Tapi lagi lagi Cassandra menolaknya, yah walaupun mereka pacaran lama tapi mereka tidak pernah ciuman sekalipun. Benar benar sangat langka dijaman sekarang bukan. "Belum boleh" tolak Cassandra seraya menyumpel mulut calon suaminya itu. "Iya iya,, paham" ucap Ryan seraya memanyunkan bibirnya karena merasa kesal calon istrinya itu tak pernah mau diciumnya. "Udah udah jangan ngambek gitu, ntar gantengnya luntur lohh, besok besok juga bisa mau cium ampe rontok tuh bibir, hahaaa" ucap Cassandra sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di butik mamahnya Cassandra, mereka pun langsung menuju ke tempat sang pemilik butik tersebut bekerja. "Mamahhh" teriak Cassandra. "Sayang, akhirnya datang juga" ucap mamahnya Cassandra. "Assalamualaikum tante" sapa Ryan seraya mncium tangan calon ibu mertuanya itu. "Apa kabar nak mamah papah juga" tanyanya lagi. "Baik baik tante" jawab Ryan. "Syukurlah kalau begitu" imbuhnya lagi.
Setelah cukup berbincang bincangnya mereka akhirnya melangkah menuju tempat pengukuran baju. Sebentar saja sudah selesai dan mereka memutuskan untuk pamit dan pergi.
Cassandra mengajak Ryan untuk jalan jalan ke mall, karena sudah seminggu tidak bertemu ia merasa sangat rindu dengan kekasihnya itu yang sudah sangat sibuk mengurus perusahaan. Mereka memutuskan untuk nonton ke bioskop dan makan di restoran. "Sayang kamu mau kemana lagi ?" tanya Ryan. "Terserah kamu aja yang, aku kemanapun senang asalkan sama kamu" jawab Cassandra. "Pinter gombal yah sekarang" Ryan sambil mencubit hidung calon istrinya itu. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mampir ke sebuah taman yang ramai dikunjungi oleh muda mudi yang sedang pacaran. Mereka memesan dua jagung bakar dan dua gelas es coklat kocok. Mereka benar benar menikmati pacaran layaknya muda mudi lainnya. Meskipun Ryan 4 tahun lebih tua dari Cassandra, tapi dia selalu bisa menuruti dan mengimbangi tingkah laku calon istrinya itu. Hal itu pula yang membuat Cassandra nyaman walaupun Ryan sangat sibut tetapi dia tidak pernah mengabaikannya, bahkan sampai tiga tahun mereka menjalin kasih. Ryan cukup dewasa menenangkan sifat Cassandra yang kadang masih sangat ke kanak kanakan itu.
__ADS_1
....
Cassandra langsung masuk kekamarnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi ia melangkah ke tempat penyimpanan bajunya dan berpaikan serta berdandan sederhana di situ. Selesai berpakaian ia memutuskan untuk rebahan di kasur sambil bermain ponsel dan berkirim chat di group chat dengan sahabat sahabatnya.
Meskipun ia mau menikah ia tetaplah gadis berusia 22 tahun yang masih suka senang senang dengan teman temannya, ia menikah cepat karena wasiat kakeknya agar dia segera menikah. Orang tuanya pun langsung mengatakan hal tersebut ke Ryan, walaupun Ryan awalnya belum siap ia akhirnya mau juga. Terlebih karena dorongan orang tuanya yang tak enak hati dengan sahabatnya tersebut.
__ADS_1
Hingga tak terasa waktu sudah malam Cassandra pun merasa mengantuk dan iapun memutuskan untuk tidur.