Suamiku Cintaku

Suamiku Cintaku
Bab 5


__ADS_3

Setelah satu jam menunggu Ryan dan wanita itu belum juga keluar, membuat rasa penasaran mereka memuncak. Cassandra yang sudah habis kesabaran dan merasa sangat dihianati itu akhirnya berencana akan menggedor pintu unit itu.


Gedor gedor gedor... kira kira begitulah suara gedoran keras yang Cassandra lakukan, teman temannya tak kalah ikut andil ikut membantu misi temannya tersebut.


Gedoran pertama Ryan tidak keluar ataupun memberi respon sama sekali. Hingga mereka bertiga kembali menggedor gedor pintu tersebut makin keras. Untung saja keadaan saat itu lagi sepi jadi tak ada yang komplen dengan kelakuan mereka. Tetapi tidak dengan orang yang sedang berada dalam unit tersebut. Setelah pintu mereka di gedor tiga kali dengan keras, Ryan pun akhirnya keluar melihat siapa yang berani menggangu dirinya. Ryan keluar hanya menggunakan handuk yang melilit bagian bawahnya saja, sehingga memperlihatkan dada bidangnya yang sangat kekar itu.


Klekkk...

__ADS_1


Suara pintu dibuka, Ryan begitu terkejut tatkala melihat calon istrinya itu sudah berdiri dengan raut wajah yang sangat menakutkan. "Sa.. yang.. kok kamu disini??" ucap Ryan dengan sedikit terbata bata. Namun Cassandra enggan untuk menggubris pertanyaan calon suaminya itu. Ia memutuskan untuk menerobos masuk ke dalam unit tersebut. Alangkah terkejutnya iya melihat wanita yang bersama Ryan tersebut sedang duduk di atas ranjang hanya di tutupi sebuah selimut saja. Kemarahan Cassandra makin memuncak tat kala ia melihat baju baju berserakan di sekitar bawah ranjang.


Cassandra membuka paksa selimut tersebut, ia sangat tengcengang melihat wanita tersebut ternyata tidak memakai sehelai benang pun. "Siapa kau, kenapa bersama Ryan?" tanya Cassandra dengan nada marahnya. Namun wanita tersebut hanya diam dan menunduk saja, terlihat jelas ia sangat ketakukan dari aura wajah yang di tunjukannya. Cassandra langsung menghampiri calon suaminya itu. Plaakkk.. plakk. Dua tamparan keras ia daratkan di kedua pipi calon suaminya itu. "Pernikahan kita batal" ucap Cassandra kemudian langsung bergegas pergi meninggalkan Ryan calon suami brengseknya itu. "Sayang, dengerin dulu penjelasanku" ucap Ryan setengah berteriak karena Cassandra sudah lari meninggalkan nya.


Rita dan Tiara terus mengejar sahabatnya yang terus berlari sambil menangis tersebut. Ternyata Cassandra berlari menuju parkiran dan duduk di samping mobil Tiara. Yah karena mobilnya masih terkunci sehingga ia tidak bisa masuk bukan.


...

__ADS_1


Tiba di rumah Cassandra, Rita dan Tiara pun langsung pamit pulang. Ia tau pasti cassandra saat ini sedang membutuhkan waktu untuk berfikir sendiri.


Cassandra langsung lari memasuki rumahnya, bahkan ia tak menggubris sapaan pak satpam di depan rumahnya itu. "Mahhh... Pahhh" teriak Cassandra. Namun kedua orang tuanya belum kelihatan juga batang hidungnya. Ia kembali berteriak memanggil. Namun bi Lastri selaku pembantu di rumah tersebut menghampiri. "Non tn dan nyonya sedang ada urusan di luar jam 9 malam mereka baru pulang, begitu pesan nyonya tadi non" ucap bi Lastri. Cassandra pun pergi meninggalkan bi Lastri sendirian dan bergegas naik ke lantai dua rumahnya dan berjalan memasuki kamarnya.


Ia memutuskan untuk masuk kamar mandi dan menyalakan shower. Ia menangis tersedu sedu di bawah guyuran air itu. Ia kembali meratapi hidupnya itu, kenapa semua begini batinnya. Yah nasibnya memang sangat menyedihkan, bagaimana bisa calon suaminya yang sudah di pacarinya tiga tahun itu tega menghianatinya bahkan di saat acara pernikahan mereka sudah di depan mata. Cassandra terus menangis di dalam guyuran air itu. Sudah dua jam ia menangis di sana. Setelah tubuhnya merasa menggigil ia akhirnya baru mau berdiri dan keluar dari kamar mandi. Terlebih dulu ia membuka pakaiannya yang sudah basah itu.


Ia kemudian ke ruang pakaian dan memakai bajunya. Setelah itu ia memutuskan untuk naik ke tempat tidur dan duduk sambil menekuk kedua kakinya, iya letakan kepalanya di atas lututnya sambil terbengong.

__ADS_1


Ia terus memikirkan kejadian hari ini, meratapi begitu miris dan menyedihkan dirinya, apa yang kurang dari nya hingga ia harus di hianati, begitulah isi pikirannya.


__ADS_2