
Gu Sha merasa hangat di pelukan kakek wisnawa .namun dalam pikirannya masih bergejolak ,bagaimana bisa dia kembali ke masa lalu , dia teringat kembali saat dia membakar kitab Surga memeluk bumi ,pada saat Gu Sha melihat sekelebat bayangan yang keluar dari kitab itu.dan tiba tiba datang kabut tebal di sertai badai.
"apakah ini terjadi karena ak membakar kitab itu?" Gu Sha masih bertanya tanya
" ya itu karena kau membakar kitab itu,kau adalah pemilik ku yang paling bodoh !!! " tiba tiba terdengar suara menggema di udara.
Gu Sha yang ketakutan langsung melepas pelukan wisnawa dan mencari dari mana sumber suara itu berasal,wajahnya tampak ketakutan.
ada apa nak??? tanya kakek wisnawa
" apa kakek mendengar suara itu kek!!! jawaab Gu sha dengan expresi wajah ketakutan.
"suara apa ??? aku tak mendengar suara apa apa selain jeritan tahanan lain yang si siksa tentara biadab itu!!! " kakek wisnawa bicara sambil memandang para tahanan yang mendapat siksaan dari prajurit tentara Mongol.
Gu Sha pun terdiam lagi,,suara itu begitu nyata di telinga.
apa benar suara...???
__ADS_1
" ya akulah roh kitab Surga memeluk bumi !!!bentak suara yang entah dari mana sumbernya.
Gu Sha yang belum sempat menyelesaikan kata kata nya dalam hati sudah mendapat jawaban sekaligus bentakan dari suara itu.
orang lain Takan mendengar suaraku kecuali kamu,dan aku membawamu kembali ke masa lalu adalah untuk menebus kesalahan dan kebodohanmu,dan satu lagi ,kamu bisa memanggilku pangeran tampan Guan Ling !!!ucap suara yang selalu membentak Gu Sha
oh baiklah " jawab Gu Sha dalam hati
Gu Sha hanya bicara di dalam hati karena Guan Ling bisa mendengar nya,bahkan apa yang ada di fikiran Gu Sha pun Guan Ling bisa mengetahuinya.
sesampainya di pelabuhan Quanzhou ,para tahanan di turunkan dengan tangan terikat, tidak terkecuali Gu Sha yang masih di bawah umur,mereka di bawa ke arah penjara para tahanan perang.
namun tiba tiba hujan panah dari arah laut berdiri seorang pendekar di atas kapal yang nampak memberi komando kepada pasukan panah yang sedang menyerang tentara Mongol.
Gu Sha bisa memastikan siapa yang berdiri memberi komando itu,dia adalah Su Qian .
pada masa Lalu Su Qian mengangkat Gu Sha menjadi muridnya karena peristiwa yang terjadi sekarang.
__ADS_1
perlahan bibir Gu Sha tersenyum.
guru sudah lama aku tak melihatmu," gumam Gu Sha sambil tersenyum..
kakek wisnawa yang melihat Gu Sha tersenyum di antara hujan anak panah yang terjadi di sekeliling Gu Sha membuatnya merasa ada yang salah dengan pikiran Gu Sha.
ah sepertinya kehilangan keluarganya membuat anak ini menjadi tidak waras," ucap wisnawa dalam hati.
yang lebih terkejut dan heran adalah Su Qian yang merasa di tatap seorang anak kecil sambil tersenyum di tengah tengah hujan panah.
siapakah anak itu..bagaimana bisa dia tersenyum ke arahku di tengah hujan anak panah.
walaupun jarak mereka cukup jauh tapi Su Qian yakin kalau dia yang sedang di tatap anak itu
namun prioritas Gu Sha saat ini adalah membantu kakek wisnawa agar tetap hidup ,karena di kehidupan sebelumnya kakek wisnawa tewas pada kejadian ini.
Gu Sha langsung lari ke arah Su Qian untuk meminta tolong gurunya untuk menyelamatkan kakek wisnawa.
__ADS_1