Sweet Chocolate

Sweet Chocolate
tersenggol


__ADS_3

" Ibu! " Panggil Lina sambil menuruni tangga


" ada apa? " saut ibunya dibawah


" Aku harus membeli buku tulis, buku ku habis " jawab Lina sembari memasang wajah mengrengut


" oh yasudah ini uangnya " ibu memberikan uang kepada Lina


" terima kasih ibuku yang cantik^^ " puji Lina kepada sang ibu dengan ceria


" Ya, jangan lupa belikan ibu daun bawang ya


" saut ibu mengingatkan Lina


" oke bu " jawab Lina ceria


Lina pergi ke toko buku ... Setibanya di toko buku, Lina masuk ke dalam toko, ketika ia hendak mengambil buku ada seseorang yang tidak sengaja menyenggol Lina sehingga buku yang diambil Lina jatuh


" maaf, aku tidak sengaja maaf " Ucap orang itu sembari tersenyum rasa bersalah dan mengambil buku yang terjatuh


Lina melihat wajah si lelaki itu, terlihat sangat manis ketika lelaki itu tersenyum


" ini, maaf aku tidak sengaja " si lelaki memberikan buku kepada Lina


" ah, tidak apa-apa " Saut Lina menatap mata si lelaki dengan hatinya yang terpesona


" aku sedang terburu-buru, aku akan pergi sekali lagi aku minta maaf..." ucap lelaki dengan tergesa-gesa dan pergi meninggalkan Lina dengan terburu-buru


" apa itu tadi...? " tanya gumam Lina sambil memegang buku yang diberikan oleh lelaki tadi Lina terpesona dengan senyuman dari lelaki tadi

__ADS_1


ia terlihat termenung beberapa saat hingga ada seseorang yang menegur Lina, Ternyata yang menegurnya itu adalah Caca, Caca penasaran kenapa Lina termenung lalu dia bertanya


" hei Lina, kenapa termenung? Ada masalah? " tanya Caca khawatir kepada Lina


" ah.. aku? Tidak apa- apa hanya termenung saja " Jawab Lina dengan wajah sampingnya yang tidak peduli lalu Lina pergi ke kasir membayar buku


Caca menatap Lina yang sepertinya ada sesuatu


" Hei Lina, ada apa? Wajahmu merah? Apa ada sesuatu yang membuatmu malu? " tanya Caca dengan wajah curiga


" Apa maksusmu Caca, aku tidak apa- apa aku hanya termenung sesaat karena memikirkan tugas ku yang menumpuk " jawab Lina dengan tegesa - gesa


" oh.. sepertinya kau harus membeli daun bawang segera, ibumu sudah menunggu cukup lama di rumah " Ujar Caca


" benarkah? Astagah.. apakah aku termenung begitu lama? Maaf Caca aku harus bergegas membeli daun bawang, sampai jumpa nanti" Lina berpamitan lalu dia pergi membeli daun bawang


" Hah.. memang kebiasaannya akhir-akhir ini termenung dan mengeluh hadeh... " ujar Caca dengan suara malas


" kenapa kau lama sekali? Yang lain sudah menunggu, ayo cepat " ajak teman Caca


" oh iya maaf... hehehe " saut Caca cengar cengir


...[ Disisi Lina ] ...


" Pak, aku akan membeli ini " Lina memberikan daun bawang dan membayar sesuai harga


" terimakasih, datang lagi ya^^ " ujar si bapak dengan ceri


" iya pak..^^" balas Lina dengan cera, Lina bergegas pulang agar ibunya tidak memarahi Lina cukup lama

__ADS_1


" aku harus cepat! Aku tidak mau mendengar omelan dari ibu! Ketika ibu mengomel pasti sampai 2 semester " Keluh Lina sambil berlari menuju ke rumah


Setibanya dirumah Lina langsung menghampiri ibunya di dapur


" Maaf bu, aku lama mohon di maaf kan " Pinta Lina cengar cengir kepada ibunya


" astaga... kau ini yasudah lain kali jangan lama " ibu Lina menasehati Lina memasang raut wajah agak kesal


" Oh ibu, bagaimana dengan perjanjian cokelat? " Lina menagih janji sang ibu tentang cokelat


" nanti ibu berikan bulan depan " jawab sang ibu kepada Lina


" Apa?! Kenapa bulan depan? Ibu bilang besok " Tanya Lina dengan kesal


" Kau harus mengurangi makan cokelat nanti kamu bisa diabetes kalau terjadi bagaimana? " Ibu Lina menasehati dengan rasa khawatir dengan kebiasaan Lina


Lina memandang kesal kepada ibunya


" Lagi pula kau kan sudah besar? Nanti hanya akan merepotkan, lebih baik mencegah dari pada mengobati " Saut ejek Hani kepada Lina


" Kau pikir semudah itu untuk melupakan apa yang engkau suka? Aku harus bisa membeli cokelat besok " Ujar Lina dengan wajah sedihnya bercampur dengan kesal


" apakah kau menangis? Apa ini kau kan sudah besar " ejek Hani kepada Lina lagi dengan wajah remeh


" Tidak perlu mengejek ku! " bentak Lina


Lina pergi ke kamarnya Lina merasa kecewa karena ibunya, ia kira bahwa ibunya akan memberikan uang esok juga


" padahal aku sudah berharap esok aku diberi uang ternyata bulan depan sungguh menyakitkan.. " keluh Lina sambil berbaring di ranjang

__ADS_1


Tak lama kemudian hujan turun, seakan memahami kesedihan Lina lalu Hani masuk ke dalam kamar Lina


" sudahlah berhenti merajuk hujan turun, jika kau terus begini hujan tidak akan berhenti " ejek Hani


__ADS_2