
" pergi jika kau hanya ingin mengejekku saja, aku sudah muak, aku harap esok hujan tidak akan berhenti.. " Lina memalingkan wajahnya dari hadapan Hani
" ya, baiklah " Hani pergi begitu saja entah apa tujuannya datang menemui Lina ke kamar Lina
Tentu saja Lina kesal, adiknya selalu membuatnya kesal entah apa yang membuat adiknya selalu mencari cara agar Lina merasa kesal
" Rasanya aku ingin pergi dari rumah ini... " Gumam Lina
" aku harap ada orang yang selalu memahami ku, tidak pernah membuatku kesal, merusak mood pagi ku dan selalu ada disisiku... " Gumam Lina berharap kenginannya terkabul
...[Pada malam hari] ...
" Aku pulang..." Terdengar suara ayahnya Lina yang baru pulang
" Ayah sudah pulang! " Sorak Hani dengan bahagia
" Lina ambilkan air putih untuk ayahmu " perintah ibu Lina
" baiklah... " Lina pergi mengambil air minum sementara Hani mendekati ayahnya
" Hani, ayah ada camilan tapi berbagi dengan kak Lina ya " ucap ayah dengan ceria
" Baik ayah^^ " balas Hani gembira
" Ayah ini air minumnya " Lina memberikan segelas air minum untuk Ayahnya
" oh iya terimakasih^^ "
" hei Hani, kita duduk disana saja " ajak Lina sembari menunjuk ke sofa depan TV
" Oke.. "
__ADS_1
Lina dan Hani pergi menuju sofa depan TV
" Cepat buka aku mau makan camilannya " Ucap Lina kepada Hani
" Ya.. sabar.. " Hani membuka bungkus camilan tersebut
" Hum.. harumnya " Lina mengambil camilan lalu memakannya
" besok jemput Della ya Yah... " Ucap ibu Lina kepada ayah
" Apa? Kakak besok pulang? " Tanya Hani dengan semangat
" iya^^ " jawab ibu
" hore! Kakak pertama pulang^^ aku tidak sabar " Ujar Hani dengan semangat membara
" oh ya, ayah besok aku ingin membeli cokelat... boleh Lina minta uang yah?.. " Tanya Lina dengan wajahnya yang manis
" tidak, Lina harus mengurangi makan cokelat... bulan ini Lina sudah memakan 15 jenis cokelat " Ujar ibu Lina memasang wajah marah sembari menatap tajam mata Lina
" Ayolah ibu... satu kali saja lagi... aku mohon ibu... " pinta Lina kepada sang ibu sambil menyangkupkan kedua telapak tangannya
" tidak, kau harus mengurangi makan cokelat itu bisa merusak kesehatan tubuh kamu " Ujar ibu Lina menasehati Lina yang keras kepala
" iya Lina, ibumu itu benar jika kau berlebihan nanti kamu sakit lalu cantik anak ayah hilang dong " Bujuk sang ayah dengan lembutt
" tapi yah... " Pembicaraan Lina terpotong
" dasar kau ini, kau itu sudah besar patuh sedikit kepada orang tua, seharusnya kau yang menasehatiku tapi malah sebaliknya " Ejek Hani di depan Lina
" Terserah, siapa juga yang menyuruhmu menasehatiku? Tidak ada bukan? " saut Lina dengan nada suara tinggi
__ADS_1
" Sepertinya akan ada pertengkaran lagi malam ini " Guman sang ibu
" Hei sudah hentikan! Jika kalian masih bertengkar ayah hukum kalian berdua " Bentak sang ayah dengan keras membuat Lina dan Hani terdiam
" sudahlah, aku tidak akan membeli cokelat besok.. " ucap Lina dengan raut wajah kesal beranjak dari sofa menuju ke kamar tidurnya
" Haa... dasar... sepertinya hanya aku yang memiliki kakak seperti dia " keluh Hani sembari memakan camilan
" sudah hentikan... kau juga harus berhenti mengejek kakakmu sendiri " Saut sang ibu dengan keras
" iya,iya ..." Jawab Hani dengan nada suara malas
" besok jam 9 pagi aku akan menjemput Della " Lanjut sang ayah melanjutkan pembicaraan mereka yang terpotong
" ya baiklah, yang terpenting jangan sampai lupa " ujar sang ibu
" tentu.., memangnya kapan aku lupa? " tanya sang ayah
" ya, aku hanya mengingatkan jangan sampai lupa " Nasehat Ibu kepada ayah
" ya baiklah "
... [Keesokan paginya] ...
" Lina, ayo bangun mandi lalu sarapan " teriak ibu Lina dari bawah mengajak Lina untuk segera bangun
" iya ibu... " jawab Lina yang masih setengah bangun
" ibu masakan mie untuk sarapan pakai telur ceplok " Saut sang ibu dari bawah Lina yang mendengar langsung terbangun dari tidurnya dan pergi ke bawah
" ketika ibu bilang mie langsung tancap gas " Omel ibu Lina " hehehe.. " jawab Lina cengar cengir
__ADS_1