Syawal Mencari Hilal

Syawal Mencari Hilal
Bab 11 Syawal ingin Membuka Usaha


__ADS_3

Pada suatu hari Syawal Sedang Duduk Di Ruang Keluarga Sambil Menonton TV, nggak lama kemudian Muncul Lah Iklan, Iklan Tersebut Adalah Anak SMP Sukses Membuka Usaha dan menghasilkan Uang Sendiri dan uang tersebut bisa membeli rumah, motor mobil Dan lain - lain.


Syawal pun Tertarik dan memotivasi Syawal untuk membuat usaha, akhirnya Syawal pun mematikan TV dan mencari Stephen sangat ayah untuk bilang ke ayah nya untuk usaha.


Syawal pun ke ruangan Kerja ayah nya tersebut, sesampainya di Ruang Meja Ayah nya Syawal pun Mengetuk pintu ruang kerja ayah nya (tok tok tok) nggak lama kemudian Ayah nya menyuruh nya Syawal masuk, Syawal pun masuk keruangan kerja ayah nya, setelah masuk Syawal pun Ngobrol sama ayah nya.


Syawal : "tok tok tok (suara mengetuk pintu).", ujar Syawal


Stephen : "siapa?.", ujar Stephen


Syawal : "Syawal Ayah.", ujar Syawal


Stephen : "masuk nak, pintu nya nggak di kunci.", ujar Stephen


Syawal pun Masuk Keruangan kerja Ayah nya.


Syawal : "Lagi Sibuk yah.", ujar Syawal


Stephen : "nggak nak duduk lah nnak.", ujar Stephen


Syawal pun Duduk Di kursi.


Stephen : "ada apa nak mencari Ayah?", ujar Stephen


Syawal : "gini yah aku mau buka usaha boleh yah?.", ujar Syawal


Stephen : "boleh, tumben kamu tiba-tiba ingin buka usaha.", ujar Stephen


Syawal : "aku ingin berubah yah, lagi pula aku udah bosen Hidup nakal terus.", ujar Syawal


Stephen : "nah ini baru anak ayah, kamu mau buka usaha apa nak.", ujar Stephen


Syawal : "aku rencana mau buka usaha minuman dan cemilan yah, boleh kan yah?.", ujar Syawal


Stephen : "boleh untuk nama brand nya apa?, dan jualan nya dimana.", ujar Stephen


Syawal : "untuk Brand nya nama nya Segar Dahaga yah, terus buka nya pengen nya di ruko yah.", ujar Syawal


Stephen : "yaudah nak ayah dukung untuk usaha kamu, mungkin nanti ayah carikan untuk ruko nya yang strategis untuk jualan kamu nak, nanti ayah daftar usaha kamu ke notaris supaya ilegal dan nanti ayah daftar ke aplikasi ojek online.", ujar Stephen


Syawal : "Makasih ayah, untuk Modal usaha nya bagaimana?.", ujar Syawal


Stephen : "untuk Modal pakai uang ayah, anggap aja uang ini uang warisan dari ayah untuk kamu nak, pokoknya kamu catat aja untuk bahan - bahan nya segini, peralatan nya, dan juga kamu cari tukang desain interior untuk ruko kamu", ujar Stephen


Syawal : "baik ayah, nanti Syawal siapkan.", ujar Syawal


Stephen : "yaudah kamu mau bicarakan lagi, kalau nggak ada ayah mau kerja lagi.", ujar Stephen


Syawal : "nggak ada yah, kalau begitu Syawal keluar aja.", ujar Syawal


Syawal Pun Keluar dari Ruangan Kerja Ayah nya, setelah keluar dari Ruang Kerja Ayah Syawal pun ke kamar nya untuk mempelajari usaha minuman, mencatat kebutuhan usahanya & mencari Desain interior.


2 bulan kemudian Syawal pun sudah mempelajari usaha minuman nya, Syawal pun sudah membuat proposal usaha nya dan juga Syawal pun sudah dapat interior desain nya.


Setelah pulang sekolah Syawal pun ke kantor ayah nya untuk mempertanyakan tentang usaha milik Syawal.


Pagi nya pun Syawal ke sekolah, sebelum berangkat ke sekolah Syawal bilang ke ayah nya kalau iya mau ke kantor ayah nya.


Syawal : "Selamat pagi ayah.", ujar Syawal


Stephen : "Selamat pagi juga nak.", ujar Stephen


Syawal : "yah hari ini ayah sibuk nggak?.", ujar Syawal


Stephen : "Nggak Terlalu nak, ada apa nak?.", ujar Stephen


Syawal : "aku mau ke kantor ayah boleh kan.", ujar Syawal


Stephen : "boleh nak datang aja.", ujar Stephen


Syawal : "habis pulang dari sekolah aku ke kantor ayah, kalau begitu aku berangkat dulu ya ke sekolah.", ujar Syawal


Stephen : "yaudah belajar yang rajin ya.", ujar Stephen


Syawal : "siap ayah.", ujar Syawal


Syawal pun pamit sama ayah, setelah pamit Syawal pun meninggalkan ruang makan dan langsung menuju ke mobil, setelah masuk mobil Syawal pun langsung berangkat sekolah.


Siang Pun Tiba Bell pulang bunyi semua murid pada keluar dan pulang kerumah masing-masing, Syawal pun Keluar dari kelas dan langsung menuju parkiran.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran terlihat Supir nya sudah menunggu Syawal, Syawal pun langsung masuk Ke dalam mobil, setelah masuk kedalam mobil Syawal pun langsung pulang.


30 menit kemudian Syawal pun sampai di rumah nya Syawal pun keluar dari mobil, setelah turun Syawal pun bilang ke supir dia minta antar ke kantor ayah nya.


Syawal : "Pak Sekitar 30 menit lagi Siap kan mobil, antar Saya ke kantor Ayah ya.", ujar Syawal


Arul Sang Supir : "Siap Den Syawal.", ujar Arul Sang Supir


Syawal : kalau Begitu saya masuk dulu", ujar Syawal


Arul Sang supir : "siap den 86.", ujar Arul Sang supir


Setelah ngobrol sama supir nya Syawal pun masuk rumah, setelah masuk kedalam rumah Syawal pun langsung masuk kamar.


20 menit kemudian Syawal pun sudah siap ke kantor Ayah nya, Syawal mengunakan baju dan jas nya, sebelum keluar dari kamar Syawal ambil Proposal dan memakai sepatu pantofel, Setelah ambil proposal dan memakai Sepatu Pantofel Syawal pun keluar dari kamar, Setelah Keluar dari kamar Syawal pun turun.


Syawal pun sampai di bawah sambil membawa proposal, sesampainya di bawah Syawal manggil asisten rumah tangga.


Syawal : "mbak mbak mbak.", ujar Syawal


nggak lama kemudian asisten rumah tangga pun datang.


Mbak asih : "ada apa den panggil saya?", ujar mbak asih


Syawal : "gini kalau ada yang cari saya bilang saya keluar.", ujar Syawal


Mbak asih : "siap den Syawal.", ujar mbak asih


Syawal pun langsung keluar, sesampainya di luar Syawal ngobrol ke security rumah nya.


Syawal : "Pak yon kalau ada yang cari saya bilang saya keluar ya dan jagain rumah ini ya.", ujar Syawal


Pak yon Sang Security : "Siap den.", ujar Pak Yon Sang Security


Syawal : "nih uang untuk bapak beli kopi.", ujar Syawal


Pak yon Sang security : " makasih den Syawal.", ujar pak yon Sang security


Setelah ngobrol sama security Syawal pun masuk kedalam mobil, sebelum berangkat Syawal pun ngobrol sama pak Arul Sang supir.


Syawal : "pak sebelum ke kantor ayah tolong cari rumah makan padang, saya mau makan dulu.", ujar Syawal


Setelah ngobrol sama Pak Arul Sang supir mereka pun berangkat.


10 menit kemudian mereka sampai di rumah makan padang, sebelum turun Syawal mengajak pak Arul untuk makan bareng, setelah itu Syawal dan pak Arul pun turun, setelah turun mereka pun masuk ke rumah makan padang tersebut.


setelah masuk mereka pun pesan makanan, setelah pesan mereka pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, nggak lama kemudian makan yang di pesan pun datang, mereka pun makan.


1 jam kemudian mereka pun selesai makan Syawal pun bayar makanan ke kasir, sedangkan pak Arul pun langsung ke mobil untuk menghidupkan mesin mobil dan AC mobil.


5 menit kemudian Syawal pun sudah selesai bayar Syawal pun masuk ke dalam mobil, setelah masuk ke dalam mobil mereka pun jalan ke kantor Stephen.


20 menit kemudian mereka pun sampai sebelum turun Syawal pun bilang ke pak Arul suruh pulang aja kerumah.


Syawal : "pak nanti jemput saya sekitar 5 jam lagi ya.", ujar Syawal


pak Arul Sang supir : "siap den Syawal.", ujar pak Arul


Syawal : " untuk bensin mobil aman pak.", ujar Syawal


Pak Arul Sang supir : "tinggal seperempat lagi den.", ujar Pak Arul Sang supir


Syawal : " Syawal yaudah nanti kita isi, kalau begitu saya masuk dulu ya pak.", ujar Syawal


Syawal pun keluar dari mobil, setelah turun dari mobil Syawal pun masuk ke dalam gedung kantor.


Syawal : "Selamat siang Pak.", ujar Syawal


Security : "Selamat siang tuan, mohon maaf Anda mau ketemu siapa ya?.", ujar Security


Syawal : "saya mau ketemu pak Stephen, Pak Stephen nya ada?.", ujar Syawal


Security : "pak Stephen ada, mohon maaf tuan siapa nya Pak Stephen?.", ujar Security


Syawal : "saya anak nya Pak Stephen pak.", ujar Syawal


Security : "oh kalau begitu langsung aja masuk den, mohon maaf sebelumnya kalau aden anak nya pak Stephen", ujar Security


Syawal : "nggak apa - apa pak, kebetulan saya jarang kesini, kalau begitu saya masuk dulu ya pak, mari pak dan selamat bertugas.", ujar Syawal

__ADS_1


Security : "siap den, terimakasih.", ujar Security


Setelah masuk ke gedung kantor, Setelah sampai di ruangan ayah nya Syawal pun bertanya sama sekretaris ayah nya.


Syawal : "selamat siang kak, mohon maaf menganggu saya mau tanya apakah pak Stephen ada di ruangan nya.", ujar Syawal


Tiara : "Selamat siang juga Mas, Pak Stephen ada di ruangan, tapi mohon maaf sebelumnya apakah Mas ini udah ada janjian?.", ujar Tiara


Syawal : "Sudah kak.", ujar Syawal


Tiara : "tunggu sebentar ya saya panggil dulu, Mas tunggu aja disini sebentar.", ujar Tiara


Syawal : " Baik kak.", ujar Syawal


Tiara pun masuk ke ruangan pak Stephen.


Tiara : "Tok Tok Tok (suara mengetuk pintu pintu).", ujar Tiara


Stephen : "silahkan masuk.", ujar Stephen


Tiara : "mohon maaf menganggu bos.", ujar Tiara


Stephen : "eh tiara ada apa tiara.", ujar Stephen


Tiara : "jadi gini bos ada tamu bos.", ujar Tiara


Stephen : "yaudah suruh dia masuk.", ujar Stephen


Tiara : "baik boss.", ujar Tiara


Tiara pun keluar dari ruangan pak Stephen, setelah keluar Tiara pun menghampiri Syawal.


Tiara : "mari Mas ikut saya.", ujar Tiara


Syawal : "Baik kak.", ujar Syawal


Mereka pun masuk ke ruangan pak Stephen.


Tiara : "boss ini tamu nya.", ujar Tiara


Stephen : "eh nak silahkan masuk.", ujar Stephen


Syawal : "baik yah.", ujar Syawal


Tiara : "mohon maaf boss ini anak boss?.", ujar Tiara


Stephen : "iya ini anak saya, kenapa kalian udah pernah ketemu?.", ujar Stephen


Tiara : "mohon maaf boss belum boss, saya kira ini klien boss.", ujar Tiara


Stephen : "bukan ini anak saya, kalau begitu kalian kenalan dulu.", ujar Stephen


Mereka pun akhirnya kenalan.


Setelah mereka kenalan Tiara pun keluar Syawal pun duduk kembali.


Setelah duduk Syawal dan Stephen pun bicara.


Stephen : "tumben kamu kesini ada apa nak?.", Ujar Stephen


Syawal : "ini yah aku mau kasih proposal usaha Syawal.", ujar Syawal


Syawal pun kasih proposal usaha minuman milik Syawal, Stephen pun menerima proposal usaha milik Syawal dari Syawal.


Stephen : "usaha minuman kamu yang waktu itu kamu ngomong nak?.", ujar Stephen


Syawal : "iya yah, kan ayah yang bilang catat apa aja keperluan dan bahan - bahannya, yaudah aku sekalian aja buat proposal nya.", ujar Syawal


Stephen : "yaudah ayah cek dulu nak.", ujar Stephen


Syawal : "iya yah.", ujar Syawal


Stephen pun membaca proposal usaha milik Syawal.


1 jam kemudian Syawal pun bertanya sama ayah nya.


Syawal : "jadi bagaimana yah?.", ujar Syawal


Stephen : "hmmmmm, kalau menurut ayah sih", ujar Stephen

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2