
Setelah Stephen berbicara soal dia meminta izin untuk menikah lagi sama Syawal, Syawal pun langsung ke kamar nya, sesampainya di kamar Syawal pun langsung masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu kamar nya, sedangkan Stephen masih ngobrol sama Angelina.
Stephen : "maaf ya sayang atas sikap Syawal ke kamu.", ujar Stephen
Angelina : "nggak apa - apa aku ngerti kok sayang, coba aku bicara sama Syawal mana tau aku yang bicara dia setuju.", ujar Angelina
Stephen : "ya udah sayang kamu langsung ke kamar nya.", ujar Stephen
Angelina pun langsung ke kamar Syawal, sesampainya di kamar Syawal tiba-tiba.
Angelina : "tok tok tok (suara mengetuk pintu) boleh tante masuk sayang.", ujar Angelina
Nggak lama kemudian Syawal pun membuka pintu, Angelina pun masuk kedalam kamar, Angelina pun langsung duduk di kursi.
Angelina : "kamu kenapa nak.", ujar Angelina
Syawal : "aku terkejut aja tan kalau ayah menikah lagi.", ujar Syawal
Angelina : "tante tau perasaan kamu sekarang, kamu belum siap kan untuk punya mama baru kan, apalagi tante masih muda lagi.", ujar Angelina
Syawal : "iya tante, aku takut punya mama tiri.", ujar Syawal
Angelina : "gini sayang tante nggak akan yang di cerita itu, tante akan merawat kamu dan ayah kamu, atau gini aja mulai sekarang anggap aja tante kakak kamu biar makin akrab, jadi kalau kamu ingin curhat sama kakak aja.", ujar Angelina
Syawal : "yaudah kalau begitu, kakak janji kan merawat aku dan ayah dan nggak akan meninggalkan aku dan ayah.", ujar Syawal
Angelina : "kakak janji nggak akan meninggalkan kamu dan ayah kamu, yaudah kalau begitu kita ke bawah yuk kita ngobrol sama ayah.", ujar Angelina
__ADS_1
Syawal : "kakak duluan aja nanti aku nyusul ke bawah.", ujar Syawal
Angelina : "yaudah kakak ke bawah duluan nanti kamu nyusul.", ujar Angelina
Angelina pun keluar dari kamar Syawal dan langsung ke bawah, sesampainya di bawah Angelina pun ngobrol sama Stephen.
Stephen : "bagaimana sayang kamu udah ngobrol sama Syawal?.", ujar Stephen
Angelina : "udah sayang, aku bilang gini ke Syawal, (tante akan merawat kamu dan ayah kamu, atau gini aja mulai sekarang anggap aja tante kakak kamu biar makin akrab, jadi kalau kamu ingin curhat sama kakak aja) gitu sayang.", ujar Angelina
Stephen : "oooohhh begitu makasih ya sayang kamu ngobrol sama Syawal dan makin akrab sama Syawal.", ujar Stephen
Angelina : "Sama-sama sayang, kan aku nikah sama kamu Syawal kan sudah aku anggap anak sendiri.", ujar Angelina
Setelah mereka ngobrol, tiba-tiba Syawal pun turun dari kamar dan langsung ke ruang tamu , sesampainya di ruang tamu Syawal pun duduk di kursi dan langsung ngobrol bersama ayah.
Syawal : "setelah aku pikir - pikir ngapain Ayah sih nikah sama tante Angelina lagi pun ayah sudah tua, nggak pantes Ayah menikah lagi. ujar Syawal
(padahal Syawal lagi ngerjain Ayah nya).
nggak lama kemudian Stephen pun menangis.
Stephen : "ngomong apa sih kamu nak, ayah butuh pendamping, justru dari itu ayah sudah tua ayah mencari yang bisa merawat ayah.", ujar Stephen
Syawal : "kalau cari merawat ayah aku kan bisa.", ujar Syawal
Stephen : "ya ayah tau kamu bisa merawat ayah tapi kan beda lah kamu nak, kamu nggak setiap saat untuk di samping ayah, kamu kan sebentar lagi udah punya usaha dan apalagi kamu sekolah, kamu pasti focus sekolah dan usaha.", ujar Stephen
__ADS_1
Syawal : "aku tanya sama ayah, ayah cinta nggak sama tante Angelina, sebaliknya Tante sayang sama Ayah?.", ujar Syawal
Stephen dan Angelina : "cinta.", ujar Stephen dan Angelina
Syawal : "loh kok tiba-tiba kompak, yakin nih cinta dan sayang.", ujar Syawal
Stephen dan Angelina : iya cinta sayang.", ujar Stephen dan Angelina
Syawal : "yaudah aku tanya lagi, kalau ayah menikah dengan tante Angelina akan sayang sama aku nggak?, maupun Sebaliknya, tante kalau menikah sama ayah sayang nggak sama aku.", ujar Syawal
Stephen dan Angelina : "pasti lah sayang ayah dan tante sayang sama kamu kok.", ujar Stephen dan Angelina
Syawal : "ok kalau begitu selamat kamu kena prank.", ujar Syawal
Stephen : "jadi kamu dari tadi ngerjain Ayah dan tante Angelina.", ujar Stephen
Syawal : "hehehehe (sambil kertawa) iya yah, aku ingin mengecek apakah kalian kompak, ternyata emang kompak dan cocok.", ujar Syawal
Stephen : "jadi kamu setuju kalau Ayah menikah lagi.", ujar Stephen
Syawal : "iya aku setuju yah yang penting Ayah bahagia.", ujar Syawal
Stephen : "makasih nak.", ujar Stephen
Syawal dan Stephen pun berpelukan.
Bersambung.....
__ADS_1