System Kekayaan

System Kekayaan
chapter 33


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan, seorang pemuda sedang menatap laptop nya, ia memeriksa laporan dari bawahan nya tentang cabang yang akan di bangun di luar negeri. Tak berselang lama ia menutup laptopnya, karena ia sudah mengerti semua permasalahan nya.


" Jadi ada dua mafia yang menggangu pembangunan cabang. Apakah tiket pesawat ke Jepang sudah di pesan oleh Tono? " Gumam Hazuri.


Ada dua mafia yang menggangu pembangunan cabang di Jepang, mereka adalah mafia Albert dan mafia Linon. Mereka sering sekali terlibat dalam berbagai kasus, seperti penculikan,pembunuhan dan pengedar narkoba hanya saja mereka sering lepas dari kasus tersebut karena memiliki orang dalam.


Hazuri mengambil telepon nya dan segera menelepon Tono.


" Tono " ucap Hazuri


" Ya bos, ada apa " jawab Tono


" Apakah kau sudah memesan tiket pesawat ke Jepang? " Tanya Hazuri


" Sudah bos, saya sudah memesan tiket nya, kalau begitu saya izin mematikan telepon, karena saya lagi sedang mengurus berkas berkas laporan lain nya " ucap Tono, ia tadi sedang mengurus berbagai berkas di ruang nya tetapi Hazuri menelepon nya dan menanyakan tentang hal tadi.


" Baiklah, kau lanjutkan mengerjakan pekerjaan mu " jawab Hazuri, lalu ia mematikan telepon nya. Setelah menelepon itu ia segera berbaring di kasur miliknya, ia ingin mengistirahatkan tubuh nya, lama kelamaan rasa kantuk menyerangnya dan Hazuri pun langsung tertidur.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Hazuri membuka matanya, melihat hari sudah pagi, ia segera pergi ke kamar mandi. Setelah mandi Hazuri lalu pergi ke dapur dan mengambil bahan masakan, memotong sayuran dan bawang satu persatu, lalu menumis nya dan di campurkan dengan daging yang sudah ia siapkan dan memasak makanan lainnya.


Setelah memasak, ia segera memakan semua nya. Setelah makan Hazuri pergi ke kamarnya dan langsung mengambil koper miliknya dan memesan taksi untuk mengantarkan dirinya ke bandara.


Hazuri pergi ke Jepang seorang diri karena Tono dan lainnya sedang sibuk untuk mengurus grup miliknya, ia juga tidak memberitahu pada Yuuki kalau ia akan pergi ke luar negeri untuk mengurus cabang nya.karena, alice mungkin sudah memberitahukan pada nya kalau Hazuri pergi ke Jepang untuk mengurus sesuatu.


" Mas, kita telah sampai di bandara "


Hazuri yang sedang melamun terkejut mendengar seseorang, ia lalu menatap supir itu dan segera keluar dari taksi itu sambil membawa koper miliknya. Ia sudah membayar pada supir tersebut lewat aplikasi yang ia pesan lalu pergi keruang tunggu untuk menunggu pesawat.


Seorang wanita cantik sedang duduk mengurus berkas berkas di meja nya, saat sedang mengurus berkas berkas ia mendapat kan telepon.


" Ada apa Alice menelpon?" Ucapnya, lalu menerima telepon tersebut.


" Ada apa Alice " tanya nya

__ADS_1


" Halo Yuuki, apakah kau sudah mendapatkan pesan dari Hazuri " tanya Alice


" Pesan, pesan apa?, Aku tidak mendapatkan pesan darinya memangnya ada apa dengan dirinya" tanyanya serius, karena yang ia bahas adalah orang yang ia cintai, ia takut kalau Hazuri kenapa kenapa.


" Itu, sebenarnya Hazuri pergi keluar negeri, apakah ia tidak memberitahukan nya padamu? " Jawab alice


" Apa... Kapan ia berangkat " tanyanya sambil terkejut, karena ia tak menerima kabar apapun dari Hazuri.


" Pagi ini, sedangkan pesawat yang di pesan 1 jam lagi akan berangkat. " Jawab Alice, ia tahu bahwa Yuuki sedang marah karena mereka sudah saling mengenal jadi ia tahu kalau Yuuki sedang marah.


Yuuki segera mematikan telepon, lalu mengambil kunci mobil nya lalu pergi ke tempat mobil nya parkir. Ia marah, bukan karena Hazuri pergi keluar negeri, tetapi ia marah kenapa ia tak di beritahu apa apa.


Memasuki mobilnya dan segera menuju bandara yang di sebutkan oleh Alice.


Bersambung....


cuma bisa satu, inipun bikin otak author pusing mikirin alurnya

__ADS_1


jangan di baca karena ni cerita gk jelas banget


__ADS_2