
setelah prajurit tersebut keliar dari tendanya, tiba-tiba sebuah panel muncul di depannya.
[selamat karena telah menggalahkan sekolompok serigala]
reward: 150 coin
: 300 exp
setelah membaca panel tersebut Asahi tampak kaget, karena iya tidak ingat pernah membunuh serigala, ia teringat kalau team yang iya kirim telah membunuh 6 serigala.
''jadi setiap pasukan ku membunuh moster reward hasil membunuh moster itu akan di berikan kepada ku ... whoow! yang lebih penting aku dapat 150 coin, jika mereka membunuh 4 kelompok serigala lagi aku bisa membeli 1 kompi tentara lagi"Asahi tampak sangat bahagia, apalagi setelah mengetahui iya tak perlu melakukan apapun, hanya memberi perintah untuk memburu moster iya bisa langsung mendapatkan coin dan exp.
Asahi segera mengenakan seragam nya kembali dan membawa senjatanya, dia segera keluar dari tenda miliknya.
'hmm .. mungkin aku bisa membuat kastil tua tersebut pusat komando ke-2 ku'
konvoi segera bergerak, ia juga telah menghubungi team intel untuk kembali.
Asahi saat ini berada di dalam Panzer III miliknya, ia kemudian pergi ke atas palka dan melihat pemandangan konvoi pasukannya,satu-satunya senjata pemukul mereka hanya Tank Panzer III yang sedang di naikki Asahi, yang dilengkapi meriam utama 55.3mm yang mampu mennembakkan 13-17/menit (tidak di hitung waktu isi ulang)
(panzer III)
tak lama kamudian, mulai terlihat dari kejauhan sekitar 30 orang berseragam sama dengan tentara Asahi, mereka mulai mendekat.
Asahi segera turun dari Panzer nya dan menghapiri 30 tentaranya yang dibalas dengan sikap hormat.
"tenang prajurit ... jadi ... apakah ada laporan tentang misi kalian?"
''Siap pak! ... seperti yang sudah di laporkan, kami hanya menemukan kastil tua pak! '' ucap salah satu prajurit yang bisa di pastikan dia pemimpin team 1
Asahi hanya mengganguk, dan segera iya mengarahkan konvoi untuk menggikuti peminpin team 1 tersebut.
sekitar 15 menit perjalan akhirnya mereka bisa melihat sebuah kastil yang cukup besar ada di depan mata mereka.
seluruh pasukan kagum dengan keberadaan kastil tersebut termasuk Asahi.
''bloody hell ... kastil itu sangat besar '' ucap seorang prajurit.
''hei Erick ... coba foto aku'' ucap prajurit lain.
Asahi mengerutkan kening saat melihat tentaranya malah berfoto.
'dari mana mereka mendapatkan camera?'
namun itu semua berubah ketika sebuah panel muncul di depan Asahi
..."Perhatian"...
...[Anda telah memasuki Dungeon level : 15]...
Asahi tampak kaget, tepat setelah membaca panel tersebut Asahi langsung berteriak kepada pasukannya untuk bersiap.
"SEMUANYA WASPADA!! ..."
tepat setelah Asahi memperigatkan pasukannya, terjadi sebuah getaran di tanah.
''Hw-Hwwaaa!! ... a-apa yang terjadi!!''teriak Asahi
tak lama kamudian sebuah golem muncul dari dalam tanah, di iringi dengan tengkorak yang keluar, lengkap dengan baju besi, dan pedang, beserta perisai di hadapan mereka, engak sampai disitu aja jumlah golem yang ada 5, beserta 1000 tengkorak muncul,yang mana jumlah kovoi Asahi kalah jauh sama moster tersebut dengan 75 tentara dengan 1 Panzer III 55.3mm beserta 2 senapan mesin.
kemuduian sebuah panel muncul di depan Asahi
moster :
Skeleton Army: Level :5
Stone golem : level :15
tepat setelah Asahi membaca panel tersebut Skeleton, Golem mulai menyerang.
tanpa berpikir panjang Asahi langsung memberi perintah untuk menembak.
__ADS_1
''SEMUANYA!! ... LEPAS TEMBAKAN!!!''
tentu pasukan yang sudah bersiap dari tadi langsung menekan pelatuk senjata mereka.
RATATATATATATATATATTATATATAT
(angap aja suara tembakan )
senapan mesin dari Panzer III ditembakan tampa henti ke arah Skeleton, tak mau kalah meriam panzer III juga menembakan pelurunya ke arah Golem-golem tersebut.
walau pun jumlah Skeleton tersebut lebih banyak dari tentara Asahi, di tambah lagi level Skeleton yang lebih tinggi dari Asahi tetap tidak bisa manahan terjangan peluru dari pasukan asahi
semakin banyak pula Skeleton yang terbunuh juga semakin banyak Exp yang di dapat Asahi.
"TERUS MENEMBAK!!''
tentara Asahi terus menembak ke arah Skeleton, karena jumlah mereka yang terlalu banyak tentara Asahi mulai terdesak, ditambah Golem-golem yang tak mati-mati walau sudah di tembak oleh meriam Panzer III.
'' Sial!! ... mereka terlalu banyak!! " teriak Asahi
karena sudah sangat terdesak Asahi segera menghubunggi seseorang.
...----------------...
Team Rudolf
nampak sebuah iring-iringan tentara yang di pimpin oleh sebuah kendaraan kfz 234
(Kfz 234)
nampak seorang yang memimpin konvoi tengah duduk di atas palka tank Kfz 234, sambil mengawasi keadaan sekitar nya, namun terdengar sebuah transmisi radio tank Kfz 234 berbunyi. Rudolf yang mendengar itu langsung menyuruh konvoinya berhenti
"BERHENTI!! ... " teriak Rudolf
teriakan tersebut tampak membuat rombongan tersebut berhenti.
"Bzzzz.. bzzzzz.. bzzzz Ru-bzzzzz.. Rudol-bzzz Rudolf masuk!! apa kau mendengar ku!! "
Rudolf tampak kaget setelah mengetahui kalau sinya radio tersebut datang dari komandannya, yang lebih mengejutkannya lagi iya bisa mendengar suara rentetan senjata yang di tembakkan, terutama suaea meriam Panzer Asahi, ia pun segera menjawab
"Rudolf disini pak? .. apa yang terjadi pak? saya mendengar suara tembakan, apakah di- "
perkataan Rudolf langsung terpotong oleh suara teriakan Asahi.
" RUDOLF DENGAR!! .. CEPAT DATANG KE SINI AKU BUTUH BANTUAN MU!! CEPAT PERGI KE ARAH BARAT AKU TAK SENGAJA MASUK KE DALAM SEBUAH ISTANA YANG BERISI MOSTER!! CEPAT KE SINI!!! "
Rudolf kaget dengan perkataan Asahi tampa berpikir panjang Rudolf langsung menjawab.
"BAIK PAK!! .. SAYA DALAM PERJALANAN!! "
setelah itu Rudolf langsung memerintahkan konvoi nya untuk berbalik ke arah barat.
...----------------...
Kembali ke team Asahi
setelah mendegar respon dari Rudolf Asahi segera memerintahkan pasukan nya untuk bertahan sampai bantuan tiba
"SEMUANYA!! ... BERTAHAN LAH!! ... SEBENTAR LAGI BANTUAN AKAN TIBA "
pasukan Asahi yang mendengar Teriakan Asahi merasa senang karena mendengar pasukan bantuan akan tiba.
5 menit kamudian
tampak pasukan Asahi yang terus terdesak mulai kehabisan amunisi.
Asahi yang melihat pasukannya sudah ada yang kehabisa amunisi mulai panik.
Asahi yang panik langsung membuka panel, lalu memilih menu toko untuk menggisi ulang amunisi pasukannya, namun hal yang tak terduga sebuah panel muncul.
...[Tidak bisa membeli amunisi atau peralatan saat sedang bertempur]...
__ADS_1
Asahi yang malihat itu tambah panik.
"SIAL!!... AKHHH!! kenapa baru bilang sekarang "
(sebenarnya saya lupa mau nulis peringatan ini waktu chapter 1 pas di bagian status Asahi)
Asahi yang panik langsung mengambil alat transmisi radio yang ada di Panzer.
"RUDOLF!! .. RUDOLF!! .. RUDOLF!! .. "
"ya pak!!?"
"KAPAN KAU AKAN SAMPAI!!"
"sekitar 2 jam pak "
"SIAL!!! ... KAMI AKAN MATI SEBELUM KAU TIBA!! "
Asahi yang panik pun berteriak kepada seseorang.
seorang prajurit dengan sebuah tabung dan selang
" Hanz!! .. bakar para Skeleton Bajingan itu"
" jahwol!!!"
lalu, flammanwerfer atau penyembur api, mulai menyemburkan api yang membakar Skeleton yang datang mendekat hingga gosong menjadi abu.
(anggap aja orang di gambar itu hanz dan rumah yang di bakar itu Skeleton)
karena terjangan penyembur api yang besar membuat jumlah skeleton mulai turun drastis.
"terus tembak!! .. jumlah Skeleton sialan itu mulai berkurang drastis!!"
RATATATATATATATATATATATATATA
walau mereka menang jumlah, Skeleton army masih tidak bisa bertahan dari amukan senjata modern
20 menit kemudian
semua Skeleton sudah sudah habis dan hanya tersisa Golem-golem yang senantiasa berdiri di belakang para tumpukan mayat Skeleton.
para tentara mulai bernafas lega, karena musuh mereka tinggal 5, tapi hal itu tidak berlaku untuk Asahi dan Kru tank Panzer, karena mereka sudah menembakan 20 peluru, tapi 20 nya tak ada 1 Golem pun yang mati, setiap tembakan yang mengenai kepala golem pasti kepala tersebut mulai menyatu kembali, seperti tidak terjadi apa apa.
setelah para Skeleton itu mati tampak para Golem mulai bergerak, Asahi dan Kru tank mulai panik karena peluru nya hanya sisa 15 saja, Asahi yang panik pun teringat akan novel Fantasi yang ada di bumu dulu, yang memberi tahu kelemahan golem ada di inti golem tersebut, asahi yang teringat langsung nenyuruh penembak meriam untuk menargetkan dada Golem.
" Hei.. Gunter coba kamu tembak bagian dada Golem tersebut"
Gunter yang mendengar tersebut hanya menurut sambil membidik dada Golem tersebut, kemudia ia melepaskan tembakan yang mengarah ke dada golem tersebut.
...DOOOOR...
( angap aja suara tembakan meriam )
suara tembakan yang menggelegar di telinga para tentara mulai menarik perhatian mereka semua, mereka semua mulai melihat ke arah tembakan Panzer III yang berupa sebuah Golem, mereka yang baru sadar bahwa Golem tersebut bergerak, mulai panik, karena peluru senapan mereka tak memberi dampak apapun kepada Golem, namun secara mengejutkan.
...BOOOMMM!!!...
tampak Golem yang awal mula berjalan dengan kokoh mulai runtuh, tampak sembuah lubang di dada Golem tersebut.
Asahi dan Kru panzer sangat senang, karena moster yang dari tadi di tembak tak mati-mati mulai hancur berkeping keping, apalagi mereka sudah tau kelemahan Golem tersebut.
Bersambung..
...----------------...
...***Terimakasih sudah mau baca ...
...1341 kata***...
__ADS_1