System Militer

System Militer
chapters 8


__ADS_3

disisi lain


di sebuah ruangan yang luas dan tampak mewah, terlihat seorang pria yang berpakain seperti seorang raja yang sedang duduk di singgah sananya yang mewah.


namun, tak lama kemudian seorang prajurit tampak berlari ke arahnya.


"Salam yang mulia raja ... kedatangan saya kesini ingin membrikan informasi tentang keadaan tuan Andrew dan pasukan Elite lainya.


Raja tersebut tampak binggung kenapa prajurit tersebut memang muka ketakutan.


"lanjutkan.. "


" tuan Andrew sudah kembali, tapi- "


belum sempat pasukan itu menyelesaikan perkataannya, itu sudah di potong oleh Andrew yang berjalan pincang dengan dibantu 2 prajurit disisinya.


Raja dan yang lainya terkejut melihat Andrew harus di bopong oleh 2 tentara.


" Salam yan mulia raj- "


''Andrew apa yang terjadi dengan mu? apa kau terluka? "


''tenang yang mulia Raja, biar saya jelaskan apa yang terjadi "


setelah Andrew menjelaskan semunya kepada Rajanya dan beberapa petinggi kerajaan.


Mereka tampak terkejut, siapa kelompok orang yang bisa membunuh pasukan Elite mereka hanya dengan sebuah tongkat kayu, dan mereka menyebut diri mereka dari hutan kematian, sungguh sulit di percaya, disisi lain, Raja tersebut tampak marah, karna pasukab Elite milik kerajaanya telah mati semua.


' jika informasi tersebut sampai didengar oleh kerajaan yang lain, bahwa kekuatan kerajaan Anrul menurun, kami bisa saja di serang oleh kerajaan yang lain. '


''saya mau informasi ini jangan sampai bocor ke publik, apalagi sampai ke telinga raja kerajaan yang lain, bila mereka tau kekuatan kita menurun pasti mereka akan menyerang kita ''


namun sayang seribu sayang, mereka semua yang diruangan tersebut tidak tau bahwa pelayan raja adalah seorang mata-mata dari Asahi.


disisi lain


tampak Asahi sedang bersantai di dalam tendanya.


beberapa jam setelah pertempuran tersebut, Asahi langsung menyuruh konvoi itu berhenti untuk membangun tenda.


karna misi yang membawanya ke dunia luar telah selesai, ia berencana untuk kembali ke hutan kematian.


namun tiba tiba seorang prajurit masuk kedalam tendanya dengan hormat ala na*i.


'' pak! , mata mata yang kita kirim 1 minggu yang kalu telah mengabarkan bahwa orang yang Reichsführer suruh untuk pergi, telah kembali ke kerajaan. "


Asahi yang mendengar itu hanya mendengarkan.


" lanjutkan "


'' dari informasi yang dia berikan bahwa pasukan yang menyerang kita tersebut merupakan pasukan terElite milik kerajaan Anrul, raja yang nendengar pasukan Elite mereka mati sangat marah, dan juga khawatir, karna mereka takut kalau kerajaan lain menyerang mereka "


Asahi yang mendengar itu menyuruh tentara tersebut untuk memberitahu mata-mata mereka untuk menyebarkan informasi, yang pihak kerajaan mau merahasiakan informasi tersebut.


'' hehhh ... padahal aku hanya menargetkan satu kerajaan, malah dapat yang lain, sunguh beruntung, dan juga siapa yang menyangka pasukan yang menyerang kami adalah pasukan terElite milik mereka. " guman Asahi dengan seringai di wajahnya.


satu minggu kemudian..


disebuah ruangan yang indah, dengan struktur bangunan seperti bangunan di Eropa, tampak seorang pria sedang bersantai di kursi, kesayangannya.


ya dia Asahi, sudah seminggu sejak ia pergi ke luar hutan kematian, dan juga sudah seminggu semenjak pertarunganya dengan pasukan kerjaan Anrul.

__ADS_1


seorang pria masuk kedalam ruangan Asahi, dia datang untuk memberikan kabar tentang situasi kerajaan Anrul dengan kerjaan Romawi


(aku bingung mau kasih nama apa kerjaannya, jadi kukasih nama itu aja)


pria tersebut adalah Rudolf ia sekarang adalah kaki tangan Asahi dengan Aeric.


" pak situasi kerjaan Anrul dan kerjaan Romawi semakin memanas, tetapi mereka belum memunculkan tanda tanda akan berperang "


Asahi yang mendengar itu hanya tersenyum, ia kemdian menyuruh Rudolf untuk menemaninya ke bandara.


Rudolf tampak bingung kenapa Asahi hanya tersenyum, padahal rencanya untuk membuat kedua kerjaan berperang gagal.


itu yang dikirkan Rudolf tapi tidak dengan Asahi, Asahi menggangap rencanya belum gagal, lagi pula Rudolf bilang situasi makin memanas yang artinya ia hanya perlu memberi sedikit pensin ke dalam kobaran api untuk membuat api tersebut membesar.


setelah sampai di bandara Asahi langsung menemui orang yang memimpin langsung para pemimpin team pengebom.


Asahi langsung memberi misi khusus untuk team pengebom.


misi tersebut menyurih mereka untuk membombardi kerajaan Romawi, dan menjatuhkan ratusan kertas bersimbol kerjaan Anrul.


mereka hanya menurut dan segera menyiapkan 30 pesawat junkers ju 390, 15 pesawat junkers ju 290


,dan 2 pesawat junkers ju 57 untuk menjatuhkan lambang kerjaan Anrul.


(pesawat junkers ju 390 hanya sebatas prototipe, dan hanya di ada 2 < aku cari di wikipedia> )


(jadi semua hal tentang junkers ju 390 hanya isi otak author ini 'sekali sekali tidak menggikuti informasi yang asli gak papa kali ya')


setelah semua pesawat, di persiapkan mulai dari mengisi pengebom, serta membuat lambang kerajaan Anrul.


2 jam kemudian


semua gambar lambang kerjaan Anrul telah selesai dan mulai di angkut kedalam pesawat untuk di jatuhkan di kerjaan romawi.


satu persatu pesawat mulai lepas landas mereka terbang kearah kerajaan Romawi.


selama penerbangan tidak terjadi kendala sama sekali, untung di daerah kerjaan romawi cuaca sangat cerah tak berawan, hal tersebut yang membuat kru bengebom mudah melihat target pengeboman mereka.


sekitar 12 menit perjalan mereka mulai melihat target mereka.


saat ini pesawat sudah ada di ketinggian 20.000 kaki


semua pesawat mulai memboka pintu pengeboman


(Aku gak tau apa namanya, pokoknya dia kayak pintu gituloh... bisa buka tutup untuk keluar boom)


semua kru mulai mensejajartitik pengeboman dengan Bombsight.



( Bombsight )


setelah titik tengah tepat mengarah ke kerajaan romawi, semua boom mulai di jatuhkan.


setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan, Kerajaan Romawi, menuju ke arah bandara.


( sungguh pekerjaan yang mudah, hanya menjatuhkan boom langsung pulang )


disisi lain


disebuah kerjaan yang damai, tampak banyak orang yang melakukan aktifis seperti biasa.

__ADS_1


namun semua aktifitas terhenti ketika sebuah suara di langit yang terdengar kesemua kerajaan.


''hei.. lihat di langit, banyak benda yang menuju ke sini ''


'' apakah itu burung? .. lihat bhrung burung itu seperti menjatuhkan sesuatu .. "


tak lama setelah suara tersebut menghilang, terlihat banyak sekali ledakan yang terjadi di seluruh kerajaan.


BOOMM!!..


BOOMM!!..


BOOOM!..


BOOM!!..


warga yang melihat ledakan di sekitar mereka berlari untuk berlindung, namun sayang sebelum para warga bisa berlindung mereka sudah mati karena ledakan disekitar mereka.


tampak kerajan yang damai sudah berubah menjadi kota yang hancur, banyak mayat yang hancur bertebaran di jalan jalan.


tak lama setelah ledakan terjadi yang membuat seisi kerjaan panik, terlihat banyak sekali kertas yang jatuh dari langit, dengan sebuah lambang kerjaan, Anrul.


di sebuah ruangan


tampak seorang prajurit berlari ke arah singah sana raja, setelah sampai didepan singah sana, prajurit tersebut mengambil nafas panjang, karna nafasnya yang ter engah-engah akibat berlari.


'' yang mulia raja!! ... gawat .. te- ''


teriakan prajurit tersebut terpotong oleh suara seorang pasihat raja yang marah dengan sikap prajurit tersebut yang tidak sopan.


" berani nya kau berteriak di depan raja!! ''


namun perkataan penasiahat tersebut terhenyi oleh suara raja.


'' biarkan saja... apa yang membuat mu datang kemari wahai prajurit? ... ''tanya raja tersebut.


'' maaf baginda raja atas ketidak sopanan ku ... ada hal yang lebih penting yang ingin saya beri tahu .. kota telah di bombardir oleh ledakan yang banyak, namun bukan hanya itu duagan dari siapa yang meledakan kota adalah kerjaan Anrul. ''


seluruh orang di ruangan terkejut, dengan pernyataan tersebut..


'' apakah kau serius dengan ucapan mu, bahawa kerjaan Anrul telah menyerang kita? ''tanya sang raja


prajurit tersebut menganguk,sambil mengeluarkan sesuatu dari kantungnya.


''saya yakin baginda raja, lagipula kami menemukan ini saat ledakan tersebut selesai. "


prajurit tersebut menunjukan sebuah lambang kerajaan Anrul.


seluruh tersebut tampak marah karena, kerjaan Anrul beneran menyerang mereka dengan cara pengecut, dengan membunuh warga tak berasalah.


raja yang terpancing pun marah, ia segera memanggil seseorang.


...bersambung......


1240 kata


maaf baru up, semalam kondisi author kurang sehat, jadi gak sempat up.


juga mulai besok author udah mulai sekolah, karna libur sudah selesai.


jadi maaf kalau gak bisa up.

__ADS_1


bye...


__ADS_2