TAHAP REVISI

TAHAP REVISI
3


__ADS_3

***


“Jax.” Suara serak pria kurang ajar yang menepuk bokong Brie mendadak memecah keheningan antara keduanya. “Untung kau datang menyelamatkanku, man. Gadis ini gila!”


“Kau yang bodoh, Otto.” Jax menghardiknya dan segera mencengkram kerah kemeja tak berkancing yang dikenakan Otto. “Ayo, kau harus segera minta maaf.”


“But, man!”


“Atau aku yang akan mencekik lehermu.” Jax berkata kalem. 


“Sorry.” Otto meminta maaf setengah hati sambil melangkah masuk ke dalam minimarket dan tidak menunggu respon Brie.

__ADS_1


Brie terlihat tidak peduli dengan permintaan maaf Otto atau keberadaan dua pria di hadapannya. Ia membereskan belanjaan yang berserakan di tanah. Jax berjongkok dan sudah membantunya. 


“Terima kasih.” Jax berkata dan keduanya sudah berdiri.


“Untuk?” Brie akhirnya buka suara karena heran.


“Tidak membunuh bajingan kecil disini. Hei, aku minta maaf untuk apapun hal kurang ajar yang sudah dilakukannya.”


“Siapa namamu?”


Brie tersenyum dan melenggak pergi meninggalkan lelaki itu. “Next time, Jax. Kalau kita berjodoh.”

__ADS_1


Hei, Brie! Kepalamu bodoh atau apa? Bagaimana kau menolak berkenalan dengan lelaki tampan seperti Jax. Setengah isi kepala Brie protes pada kebodohannya, tapi setengahnya membela gadis itu. Kau sudah melakukan hal tepat, Brie. Menyebutkan nama pada orang asing adalah peraturan pertama yang dilarang Ayah karena bisa membuatmu celaka.


Argh! Bagaimana ia kembali mengingat sejumlah peraturan Ayah? Padahal, ia jauh-jauh ke kota kelahiran Vivian untuk kabur dari Ayah dan sikap protektifnya yang berlebihan!


Brie membuka pintu mobil dan memberi isyarat pada Vivian yang masih sibuk mengobrol. Ia memeriksa ponselnya yang masih adem ayem dan belum ada tanda-tanda kepanikan ayahnya.


Apa Ayah tidak sadar aku sudah mengelabui sejumlah pengawalnya dan kabur bersama Vivian? Brie kembali sibuk dengan pikirannya.


“I’m coming home, yeay!” Vivian sudah siap di belakang setir dan menyalakan mobil. “Ngomong-ngomong, kenapa kau lama sekali di minimarket? Apa ada hal menarik yang aku lewatkan?”


Brie memutar bola mata. “Kau mungkin akan melihatnya kalau tidak terlalu sibuk dengan polisi ganteng tadi, Viv!” dan aku juga sibuk dengan lelaki bernama Jax. Brie membatin, mungkinkah aku akan kembali bertemu dengannya?***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2