
"aku juga kangen kamu Van bertahun tahun aku rindu pelukan kamu ini senyuman diwajah mu aku kangen semua nya tapi kenapa harus sekarang kamu menyadari semua nya Van kenapa?? aku gak bisa untuk melukai rehan yang selalu bersama aku menyemangati aku saat aku terluka saat aku sedih..aku gak bisa untuk kembali bersama mu Van walaupun aku ingin tapi aku gak mau orang yang sudah berjuang untuk ku merasakan luka yang aku perbuat"ucap Tasya
"aku tak memaksa kamu untuk bersama ku lagi sya melihat kamu bahagia bersama orang lain membuat aku juga bahagia sya walaupun ada sedikit rasa sakit yang akan aku rasa kan itu gak membuat aku egois untuk memaksakan apa yang aku ingin kan..kita bisa menjadi teman lagi sya seperti saat pertama kita ketemu itu sudah cukup buat aku bisa bersama mu saat ini aku begitu bahagia sya bisa memeluk mu melihat senyuman diwajah mu lagi"ucap Revan
"iya Van aku juga bahagia saat ini karna tau kamu udah mengingat aku lagi Van"ucap Tasya
"aku harus pergi sya sekarang ada yang harus aku urus aku seneng bisa melihat mu saat ini"ucap Revan
"mengapa kamu harus pergi sekarang Van aku masih ingin disini bersama mu"ucap Tasya
"kamu bilang tak mau membuat kekasih mu terluka jika aku masih disini bersama mu itu akan membuat kekasih mu terluka sya aku janji aku akan kembali melihat mu"ucap Revan
"Van kamu janji akan terus mengunjungiku kan kamu gak akan pergi lama lagi kan Van??"Tanya Tasya
"ya aku janji akan terus mengunjungimu dikota ini sya"ucap revan
"apa kamu janji akan bahagia walau tanpa aku dan apa kamu janji setiap bulan dua kali kamu harus mengunjungi ku"ucap Tasya
"ya aku akan mengunjungimu 2kali tiap bulan sya aku janji..janji kali ini aku gak akan pernah mengingkari nya"ucap Revan
"janji"ucap Tasya memberikan kelingking nya
"janji"ucap Revan mempersatukan jari kelingking nya dengan kelingking Tasya
"aku harus pergi sekarang sya tunggu aku disini aku akan kembali mengunjungimu aku ingin melihat mu bahagia"ucap Revan
"ya aku akan menunggu mu kau sudah berjanji jangan kau mengingkari lagi van"ucap Tasya
"ya sya aku pamit ya dah kamu hati hati disini"ucap Revan
"ya kamu juga harus hati hati"ucap Tasya
revan pun telah pergi meninggalkan mereka
"Tasya apa kamu baik baik aja"tanya Ragil
__ADS_1
"ya Gil aku begitu baik baik aja bahkan aku saat ini begitu bahagia Gil orang yang selama ini aku rindukan yang bertahun tahun aku berharap dia mengingatku sekarang dia mengingatnya bagai mana mungkin tak bahagia Gil"ucap Tasya
"sukur lah kalo kamu baik baik aja"ucap Ragil
"yu Gil"ucap Tasya berlari menuju mobil yang berada di sebrang mereka
"Tasya hati hati jangan lari"teriak Ragil
"TASYA AWAS"teriak Ragil saat melihat mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearah Tasya
dan bruk Tasya tertabrak sampai terpental cukup jauh karna mobil yang menabrak nya mengemudi dengan kecepatan begitu tinggi
"TASYA"teriak Ragil sambil lari menghampiri Tasya yang berlumuran darah
Revan berlari kearah Tasya saat iya melihat Tasya tertabrak oleh mobil Revan tak benar benar pergi Revan bersembunyi disudut jalan yang tak bisa terlihat oleh tasya
"Tasya lu bangun sya gw mohon bangun sya"ucap Ragil"tolong panggil kan ambulan untuk sahabat saya"ucap Ragil pada orang yang melihat kearah mereka
"Tasya"ucap Revan sambil menagis melihat seseorang yang beberapa menit lalu masih iya peluk dan saat ini telah berada dipangkuan nya dengan dipenuhi darah
"sya kamu janji sama aku kamu baik baik aja kamu akan bahagia"ucap Revan
"sya bangun sya gw mohon lu akan baik baik aja"ucap Ragil
"sya aku disini kamu janji sama aku kamu akan bahagia bersama dia gak akan bikin dia terluka jika kamu gak bangun kamu akan membuat orang orang yang ada disekeliling kamu terluka sya"ucap Revan
tak lama ambulans datang Ragil dan Revan sama sama memasuki mobil ambulans menemani Tasya mereka berdua terus memegang tangan Tasya
Ragil telah mengabari semua nya bahwa Tasya mengalami kecelakaan..
rehan telah menunggu dirumah sakit tempat Tasya akan dibawa..citra telah buru buru menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Ragil Daffa dan Sisil langsung terbang keindo setelah mendapatkan kabar dari Ragil.
saat ambulans telah berada didepan rumah sakit rehan langsung menghampiri nya.
rehan langsung mendorong Tasya ke ruang oprasi bersama dengan Ragil dan juga Revan.
__ADS_1
"maaf silakan tunggu diluar"ucap suster yang membantu Tasya
"saya akan membantu operasi"ucap rehan
"baik dok"ucap suster itu mempersilahkan rehan masuk
"sya gw mohon lu baik baik aja"ucap Ragil
"sya aku mohon kamu baik baik aja aku tau kamu pasti kuat"ucap Revan
"Kha Ragil"panggil citra "kha---kha Revan"ucap citra kaget melihat Revan berada disamping Ragil dengan baju yang penuh dengan darah
"citra"ucap Revan
Revan langsung memeluk citra
"Kha a--apa Kaka udah ingat semua nya"tanya Tasya gugup karna tak percaya
"ya Kaka inget semua nya maaf kan Kaka ya Kaka membuat Kha Tasya selalu sedih selama ini Kaka telah mengingat semua nya maaf kan Kaka cit"ucap Revan sambil memeluk citra
"ini bukan salah Kaka ini semua udah takdir.. Kha Tasya pasti seneng banget kalo tau Kaka udah ingat semua nya aku berharap Kha Tasya baik baik aja bisa menjalan kan semua nya"ucap citra sambil menangis kencang saat ingat Kaka nya saat ini sedang berada diruang operasi mempertaruhkan nyawa nya
"Kha Tasya pasti baik baik aja cit Kha Tasya wanita yang kuat dia pasti akan bisa bertahan"ucap Revan
"ya aku yakin Kha Tasya pasti bisa lewatin ini semua Kha Tasya Kaka yang paling kuat buat aku"ucap citra
"ya kamu berdoa aja semoga Kha Tasya akan baik baik aja"ucap Revan
"iya Kha aku akan terus berdoa"ucap citra
Revan melepas pelukan nya saat citra sudah mulai tenang
"sebenar nya Kha Tasya kenapa bisa begini Kha"tanya citra pada Ragil dan juga Revan
Ragil pun menjelaskan apa yang terjadi
__ADS_1
"Kha Revan udah ngomong semua sama Kha Tasya"tanya citra
"ya Kaka bertemu Kha Tasya sebelum kecelakaan"ucap revan