
"yaudah lu aja yang buka buruan"ucap Sisil
"yaudah gw yang buka sambil tutup mata"ucap Tasya
"awas lu salah pegang"ucap Sisil
"jangan bikin gw tambah panik dong lu ini butuh usaha yang besar"ucap Tasya
"yaudah gw telvon ambulans dulu biar kesini bawa Ragil kerumah sakit"ucap Sisil
"jangan tinggalin gw lu nelvon nya disini"ucap Tasya sambil menutup mata
"hp gw kan ada dibawa"ucap Sisil
"yaudah bentar tunggu bareng gw bentar lagi beres nie lu ambilin baju ganti buat ragil"ucap Tasya masih menutup matanya
"oke"ucap Sisil dengan menutup mata juga
"akhir nya beres cobaan yang begitu berat"ucap Tasya"ekhh badan Ragil makin dingin nie sil cepetan kebawah langsung hubungi ambulans dan juga Kha daffa"ucap Tasya
rumah sakit
"Dhe gimna keadaan nya Ragil gimana bisa ini terjadi"tanya Daffa
sisil pun menjelaskan apa yang terjadi.
"terus keadaan nya gimana sekarang"tanya Daffa
"dokter masih memeriksanya kha mudah mudahan Daffa gak kenapa kenapa"ucap Tasya
"Tasya Sisil bagai mana keadaan nya Ragil"ucap bunda yang lari buru buru menghampiri mereka
"bunda ko tau Ragil masuk rumah sakit"tanya Sisil
"nak Daffa yang kasih tau bunda gimana sekarang keadaan nya??"tanya bunda khawatir
"bunda tenang dulu dokter lagi memeriksanya semoga engga kenapa kenapa sama Ragil"Tasya
"Amin ya Allah ini gimana apa yang terjadi sama Ragil seminggu ini dia gak mau temuin bunda terus ngurung diri dikamar dan tadi malam juga Ragil gak izinin bunda untuk pulang sebener nya ada apa cerita sama bunda"ucap bunda
mereka semua saling pandang bagaimana untuk menceritakan nya kepada bunda mereka semua ragu untuk menceritakan nya namun bagai mana pun mereka harus menceritakan nya.
"ya ampun Masya Allah kenapa anak bunda bisa seperti ini bagai mana mungkin kenapa Ragil gak cerita kebunda kenapa Ragil gak jujur sama bunda"ucap bunda nangis setelah mendengar semua nya dari Tasya
__ADS_1
"bunda harus gimna dan nanti Ragil bagai mana ya ampun kenapa ini menimpa anak bunda yang selama ini bunda besar kan bagai mana bunda bisa jelasin ke papa nya Ragil tentang Ragil dia pasti bakalan nyalahin bunda dan akan menilai rendah Ragil"ucap bunda sambil menangis dengan kencang
"bunda tenang dulu"ucap Tasya memeluk bunda agar lebih tenang
"terus bagai mana dengan anak yang ada di rahim nya Mita sebenar nya anak siapa???"tanya bunda
"kita juga belum tau Tan anak Ragil atau bukan kita lagi cari bukti ko dan kami juga belum bisa tanya ke Ragil gimana sebenar nya"ucap Daffa
"keluarga pasien"ucap dokter yang telah keluar dari ruangan nya Ragil
"ya saya orang tua nya Ragil bagai mana dok keadaan anak saya"tanya bunda
"keadaan nya kurang baik Bu karna terlalu lama kedinginan untung saja cepat cepat dibawa kerumah sakit kalo tidak mungkin anak ibu tidak tertolong dan lagi mungkin terjadi banyak beban atau pikiran yang pasien alami pasien seperti tak ingin tetap hidup detak jantung nya semakin melemah"ucap dokter
"terus sekarang harus bagai mana dok"tanya bunda
"sementara ini harus dirawat dan kita akan berusaha yang terbaik dan tolong bantuan doa nya agar pasien segera sadar"ucap dokter
"apa kami boleh melihat nya dok"tanya Tasya
"boleh silakan saya permisi dulu"ucap dokter
"ya ampun Ragil kenapa kamu jadi begini kenapa gak cerita kebunda sayang"ucap bunda sambil memegang tangan Ragil dan menciumi Ragil
"permisi apa benar ini ruang rawat nya Ragil"ucap seorang wanita yang sepantaran dengan bunda
"ya benar saya orang tua nya"jawab bunda
"owhh bagus lahh bisa berbicara sebentar"tanya nya
"boleh mari diluar saja"ucap bunda
"siapa itu"tanya Sisil
"itu nyokap nya Mita"jawab Bram
"kamu kenal yankk"tanya Sisil
"dia sering banget kesekolahan karna masalah Mita dia juga orang yang telah menyumbang untuk sekolah"ucap Bram
"yaudah aku ikut bunda kedepan"ucap Tasya
"aku juga"ucap Sisil
__ADS_1
"iya ada apa mencari saya"ucap bunda
"Anda mengenal saya"tanya nya
"maaf saya tidak mengenal anda"ucap bunda
"saya orang tua nya Mita apa anda sudah mendengan cerita nya dari anak anda"ucap ibu nya Mita
"maaf tentang apa ya soal nya saya sibuk ditoko kurang tau masalah anak saya"ucap bunda
"pantas saja anak nya tidak benar sudah tidak punya bapa dan ibu nya aja sibuk"ucap ibu Mita
"Anda berbicara apa"ucap bunda membentak
"tidak..begini saya jelaskan anak saya hamil sudah 4 Minggu dan Mita berbicara bahwa bapa dari anak nya itu Ragil anak ibu saya datang kesini hanya ingin meminta pertanggung jawaban dari ragil"ucap nya
"apa ibu yakin bahwa anak saya yang telah menghamili anak ibu"ucap bunda
"maksud anda apa anak saya anak yang tidak benar begitu"ucap nya marah
"saya tidak bilang begitu saya hanya bertanya apa benar anak yang didalam kandungan nya Mita adalah anak dari anak saya Ragil"ucap bunda
"Mita berbicara begitu dan dia juga mempunyai video saat mereka berhubungan"ucap ibu mita
"jika memang itu benar anak dari anak saya Ragil saya akan meminta Ragil bertanggung jawab tapi jika terbukti bahwa anak itu bukan darah daging dari anak saya maka saya tidak akan tinggal diam saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum atas nama pencemaran nama baik dan saya akan mencari tahu kebenaran dari video yang Mita punya sekarang sudah cukup tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dan Ragil juga belum sadar kan diri jadi tidak bisa saya memutuskan semua nya sendiri maka silakan anda undur diri saya akan menemani anak saya didalam"ucap bunda lalu pergi meninggalkan ibu nya Mita Sisil dan Tasya mengekori bunda
"bagai mana apa yang dibicarakan sama ibu nya Mita"tanya daffa
"tentang pertanggung jawaban"ucap bunda
"terus Tante bilang apa??"Bram
"bunda bilang kalo emang itu anak nya Ragil Ragil akan tanggung jawab tapi kalo bukan bunda mau dia dituntut"ucap bunda
"Tante tenang aja kita akan bantuin Ragil ko"ucap Daffa
"iya Tan tenang aja semua nya pasti bisa diberesin"ucap Bram
"owhh ya kamu kan langganan toko bunda ko kamu bisa kenal mereka??"tanya bunda pada rehan
"aku teman nya Ragil dan mereka"jawab rehan
"dia pacar nya Tasya Bun"ucap Sisil
__ADS_1