Tak Seindah Yang Diharapkan

Tak Seindah Yang Diharapkan
51_rindu tapi kecewa


__ADS_3

mereka pun menuju cafe yang tak jauh dari tempat mereka.


"kha bukan nya itu seperti Mama kenapa bergandengan sama pria lain bukan sama papa"tanya Citra sambil menunjuk kepada seseorang


"iya mirip tapi gak mungkin lagian gak penting juga dia Mama atau bukan"ucap Daffa


"kha apa boleh kita liat sebentar" Citra


"gak usah lagian kita gak ada urusan nya kita kesini jalan jalan bahkan tasya sampai harus kerja jauhh kaya gini ngapain masihh mentingin dia mau dia Mama atau bukan gak usah kesana paling juga kita bikin malu diri sendiri"


"maksud Kaka apa" Citra


"dia pasti gak akan anggap kita sebagai anak nya kalo kita nemuin dia"


"kha walaupun dia seperti itu kita kan tetap anak nya lagian aku juga sedikit rindu sama Mama udah 2 tahun pisah" Tasya


"aku juga kha walaupun Mama bersikap seperti ini ke aku aku tetap rindu sama Mama ingin sekali liat muka Mama lagi walaupun gak bisa memeluk nya" citra


"yaudah kalo kalian mau kesana kesana saja Kaka gak akan ikut jika ada apa apa langsung hubungi Kaka"


"ekhh mereka pada mau kemana" ucap Alex yang baru saja sampai karna tadi pergi ke toilet


"gak tau gw juga bilang nya mahh kita suruh tunggu disini"


"owhh gitu"


citra dan Tasya menuju restoran yang dimasuki orang yang dianggap Citra Mama sedangkan Daffa dan Alex menunggu di sebrang restoran tersebut.


"permisi nona bisa saya bantu disini terdapat makanan yang sangat nikmat dan lagi kita juga memiliki spot terbaik untuk menikmati makan malam dengan pemandangan menara Eiffel"


"maaf saya kesini sedang mencari seorang wanita dan pria yang gak lama sampai"tasya


"maaf apa hubungan kalian dengan nya karna dia adalah pelanggan vip maaf kami tidak bisa sembarangan memberi tahu informasi nya"


"kami anak nya"citra


"apakah nona memiliki bukti"


"ada ini adalah foto kartu keluarga kami"citra


"baik silakan sebelah sini"

__ADS_1


"dhe ko kamu bisa punya foto kartu keluarga sih"


"aku pernah disuruh fotoin KK dan belum sempet aku hapus"


"owhh gitu"


"nona ini adalah ruangan nya jika nona membutuhkan sesuatu bisa langsung panggil pelayan disini saya kembali dulu permisi nona"


"apa kamu yakin mau masuk apa bener dia Mama"


"aku yakin walaupun udah lama gak ketemu tapi aku tetap masih kenal"


"yaudah" Tasya membuka pintu krek


"siapa kalian kenapa bisa masuk kedalam ruangan VIP saya" ucap pria


"maaf kami mengganggu saya hanya ing--"


"Mama kamu beneran mama" potong Citra


"sayang siapa mereka??" tanya pria


"emmm a-aku ju-juga gak tau siapa mereka"


"kamu beneran gak kenal mereka kenapa dia bilang kamu Mama nya" tunjuk pada Citra


"bener aku juga gak tau kan kamu tau sendiri aku pengusaha terkenal banyak yang pura pura jadi anak aku biar bisa dapet uang dari aku ini sihh udah hal yang biasa"


"owhh gitu he kalian jangan suka ngaku ngaku ya walaupun dia janda tapi dia belum pernah punya anak apa lagi seperti kalian hal seperti ini yang mengaku ngaku jadi anak nya sudah biasa jadi kita gak akan tertipu lagi"


semakin hancur hati Citra dan Tasya air mata tak bisa ditahan lagi mendengar perkataan Mama nya membuat mereka merasa kecewa yang luar biasa terhadap Mama kandung nya sendiri.


"kalian gak usah pura pura nangis saya gak akan percaya dengan air mata palsu kalian itu"


"anda bener gak kenal saya??" tanya tasya sambil menunjuk kearah diri nya"dan Anda juga gak kenal dia hahahaha kita salah kita berharap kesini bisa melihat Mama kami tapi malah salah orang mungkin kedatangan kami kesini salah besar benar kata Kaka saya kedua orang tua kami telah MATI sejak 2 tahun lalu kami sudah tak memiliki orang tua apalagi seorang ibu yang tega menelantarkan anak nya sendiri darah daging nya untung kami masihh memiliki Kaka yang begitu sayang terhadap kami dia lebih baik dari kedua orang tua kami maaf jika kami salah mengira orang maaf kelancangan adik saya yang telah memanggil Anda dengan sebutan MAMA mungkin dia rindu Mama nya namun dia tak menerima kenyataan bahwa Mama nya telah meninggal sejak lama kami permisi dan maaf telah mengganggu makan malam Anda"ucap Tasya sambil berjalan keluar dengan bergandengan tangan dengan Citra


"kha hiks hiks" ucap Citra lirih sambil menahan tangis


"udah gak ada guna nya kamu tangisi dia yang gak ngakuin anak kandung nya sendiri kamu udah liat kan dan denger yang dia kata kan" ucap Tasya sambil menahan air mata yang sudah tertampung penuh


"nona anda"

__ADS_1


"gak papa owh ya saya pesan makanan yang paling mahal dan paling spesial direstoran ini tolong dibungkus ya tolong cepat sedikit saya masihh ada banyak urusan"


"baik nona tunggu sebentar saya akan buatkan pesanan nya"


"tolong semua nya ya"


"baik non"


"kha kamu" tanya Citra


"kenapa lagian uang segini gak ada masalah nya buat dia kan tadi juga dia bilang kita bilang dia Mama untuk uang nya kan sekarang aku kabulin ucapan nya lagian kita untung gak usah beli makanan lagi bahkan bisa untuk besok juga"


tak lama pelayan tiba


"ini non untuk pembayaran nya"


"kamu tau kan Mama saya"


"saya tau non"


"kamu tau harus minta pembayaran kesiapa"


"baik non terimakasih telah datang ke restoran kami"


Tasya dan Citra langsung keluar


"kamu bawa apaan banyak banget dan lagi kenapa mata kalian kenapa apa yang terjadi"daffa


"kha kita kembali ke hotel dulu aja biar disana aku ceritain nya" tasya


"ini apa??"Daffa mengambil bungkusan yang berada ditangan Tasya dan Alex membantu membawakan yang berada ditangan Citra


"nanti juga Kaka tau kalo udah sampai hotel"


"citra kamu kenapa ko dari tadi diem aja" tanya Alex


"gak papa" ucap Citra sambil melihat kearah luar jendela mobil yang mereka naiki menuju hotel


"beneran kaya nya kamu nahan tangis dechh setelah kalian keluar dari restoran tadi mata kalian merah ada apa emang nya pas kalian didalam"


"gak ada apa apa jangan bahas lagi ya kha aku mohon"

__ADS_1


"oke kalo gitu"


__ADS_2