
Bima baru saja turun dari bus, ia berencana mencari pekerjaan di kota. Dengan berbekal uang yang tidak seberapa Bima nekat pergi mencari pekerjaan di kota besar.
"Ternyata lumayan susah juga mencari pekerjaan di kota" ucap Bima sambil mengelap keringat di dahinya.
Meski begitu Bima terus berjalan sesekali mendatangi rumah mewah yg ia lewati, hanya untuk menanyakan ada lowongan kerja atau tidak.
Tidak pernah terlintas sedikitpun di dalam benak Bima bahwa dirinya akan bekerja disebuah perusahaan. karena Bima cukup sadar diri, Sekolah Dasar saja ia tidak tamat mana mungkin bisa bekerja disebuah perusahaan.
"Ya Allah kemana lagi aku harus mencari pekerjaan" ucap Bima.
Bima menatap sekelilingnya yang terlihat sangat sepi, karena memang hari sudah menunjukkan pukul delapan malam.
"Mana uang tinggal sisa seratus ribu"ucap Bima.
Di pertengahan jalan samar samar Bima mendengar suara orang minta tolong. Bima terus mencari dimana sumber suara tersebut berada, tepat di pertigaan jalan yang begitu sepi ia melihat seorang yang tengah dipukuli oleh kedua preman.
"Tolonggg"ucap seseorang.
"Sampai kapan pun kau berteriak tidak akan ada orang yg membantu hahaha, jadi cepat berikan kunci mobilmu"ucap salah satu preman dengan tubuh yang dipenuhi oleh tato.
"Lepaskan!!"teriak Bima.
Refleks kedua preman itu menoleh kearah belakang.
"Kalau kalian berani satu lawan satu, jangan bisanya cuma main keroyokan. Sini maju kalian!!"ucap Bima.
"Wahh cari mati kau rupanya"ucap preman.
Dengan lihainya Bima terus menghajar kedua preman tersebut sampai mereka lari terbirit-birit.
"Bapak baik baik saja kan"tanya Bima sambil membantu berdiri.
"Alhamdulillah tidak terlalu parah, ini semua berkat bantuan mu"
__ADS_1
"Dimana rumah bapak, biar sekalian saya antar saja"ucap Bima.
"Tenang saja pak saya bukan penjahat kok"ujar Bima ketika melihat Seseorang itu menatapnya penuh keraguan.
"Baiklah jika tidak merepotkanmu"
***
Di dalam mobil
"Namamu siapa"
"Bima pak"ucap Bima.
"Kamu tinggal dimana"
"Maaf pak saya baru datang dikota ini, jadi saya belum punya tempat tinggal" lirih Bima.
"Saya mau pak"ucap Bima dengan gembira.
"Tapi saya tidak punya SIM"ucap Bima kembali.
"Kamu tenang saja. Itu biar jadi urusan saya"
"Baiklah pak, terimakasih banyak"ucap Bima tulus.
"Nama bapak siapa"tanya Bima.
"David"ucap David.
Sesampainya di rumah David menyuruh Bima untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Astaga mas muka kamu kenapa" ucap Airin istri David.
__ADS_1
"Tadi hampir aja aku kena begal, untungnya langsung ada Bima yang nolongin"ucap David.
"Bima kenalin ini istri saya"ucap David.
"Bima Bu"ucap Bima.
"Airin"sambil menjabat tangan Bima.
"Terimakasih sudah menolong suami saya"ucap Airin tulus.
"Sama sama Bu"ucap Bima.
"Mulai sekarang Bima yang akan menjadi supir pribadi sekaligus bodyguard ku"ucap David.
"Iya mas, supaya kamu nya aman juga"kata Airin.
"Ayo Bima, saya antar kamu ke kamar"ucap David.
"Baik pak"ucap Bima.
"ini kamarnya. semoga kamu nyaman tinggal disini dan mulai besok sudah mulai bekerja"ucap David setelah sampai dikamar Bima.
"baik pak"
"terimakasih banyak pak David. saya tidak tau jika tidak bertemu dengan bapak, mungkin saat ini juga masih mencari pekerjaan"ucap Bima tulus.
"iya sama sama, kalau begitu saya ke kamar"pamit David sambil meninggalkan Bima.
...----------------...
jangan lupa untuk like, vote dan komen nya teman-teman.
terimakasih 🤗
__ADS_1