
Aldo yang melihat ini dengan sigap menghadapi Preman tersebut. Ia langsung maju saja dan ingin menerjang Preman tersebut.
Setelah Aldo melayangkan beberapa pukulan akhirnya preman tersebut kabur lalu melemparkan tas tersebut kepada Aldo. Aldo langsung memberikan tas tersebut kepada wanita itu.
"Ini tas mu" Ucap Aldo
"Iyah benar makasih sudah menolongku" Jawab Wanita tersebut
"Sama sama, lain kali kau harus berhati hati" Ucap Aldo memperingatkan wanita tersebut
"Oke, kita belum berkenalan nih. Kenalin namaku Raysha" Ucap Raysha
"Aku Aldo" Jawabnya
"Sekali lagi makasih yah" Ucap Rasyha lalu pergi
"Iyah santai aja" Sahut Aldo
Setelah menolong Wanita itu, Aldo pergi menuju kembali kerumahnya.
Malam pun tiba, pukul 08.00 William sudah berada di hotel yang dia janjikan bersama Jefri. Setelah menunggu 15 menit lama nya akhirnya Jefri sudah tiba, lalu ia duduk bersama William dan mulai membahas investasi mereka berdua.
"Mengapa kau lama sekali?" Tanya William kesal
"Maaf, aku sedang berusaha mendapatkan uang itu." Jawab Jefri
"Uang apa maksudmu? emang kita sudah membahasnya?" Tanya William dengan wajah dinginnya.
"Maksudmu apa? ha!" Ucap Jefri membentak
"Maksudku?, begini saja jika kau memang ingin berinvestasi di perusahaanku. Aku ingin uang itu dalam 7 hari, kalau duitnya sudah ada maka kita sudah bekerja sama oke." Ucap William santai lalu meninggalkan Jefri begitu saja
"Eeh tunggu! Kau mau kemana?" Tanya Jefri kebingungan.
"Aku ada urusan lainnya, kau lebih baik makan saja sendirian" Sahut William
"Oi, kau jangan mempermainkan ku." Pekik Jefri memanggil William tetapi William mengacuhkannya
__ADS_1
Lalu William keluar dari restoran sambil mengendarai mobilnya melaju ke suatu tempat. Sedangkan Jefri yang sedikit kesal melihat perilaku William langsung berkata dalam hati.
'Sialan dia, jika dia menipuku jangan harap bisa kabur dari kota ini' Kata Jefri di dalam hatinya
Sedangkan William sudah tiba di sebuah Restoran mewah dan dia tampak sedang menunggu seseorang. Setelah menunggu 10 menit akhirnya tiba lah beberapa orang dengan setelan jas hitam layak nya seorang pengusaha.
William yang melihat kedatangan ketiga orang ini langsung menyambut nya dengan hangat
"Akhirnya kalian datang juga, mari duduk kita makan terlebih dahulu" Ucap William sambil tersenyum
Ketiga orang ini yang mendengar perkataan William hanya mengangguk dan duduk di kursi masing masing. Setelah mereka selesai makan, Willia segera angkat bicara mengenai topik utama dari pertemuan mereka ini. Ternyata ketiga orang ini merupakan pemilik tiga perusahaan sukses di London. Brian pengusaha Teknologi Jaringan, tubuh dengan tinggi 180cm dan kulit tubuh yang putih merupakan orang yang di akui di kota ini. Nicolas pria gendut dengan tinggi 165 cm dan kulit tubuh sawo matang merupakan pengusaha sukses juga yang menggerakan usahanya di bidang pangan dan makanan. Dan yang terakhir Bastian pria asing yang memulai karir nya di kota bandung dan perusahaannya sudah sukses selama dia ada di kota london ini. Hanya dalam waktu 3 tahun Bastian sudah menunjukkan bakat nya di dunia usaha ini dan karir nya tersebut merupakan menjadi suplayer berbagai macam kebutuhan di kota London dan bisa di bilang Bastian paling terkaya di antara yang lain nya.
Karakter mereka bertiga ini berbeda beda dan hanya saja mereka sama tegasnya satu sama lainnya. Setelah itu William langsung memulai pembahasan topik utama nya.
"Baiklah, saya tidak akan berbasa basi lagi saya akan langsung ke intinya saja. Perusahaan ku akan segera didirikan dan aku ingin bekerja sama dengan kalian bertiga" Kata William dengan wajah dinginnya.
"Perusahaan dibidang apa yang akan kau dirikan?" Tanya Nicolas sambil menghisap rokok di tangannya.
"Di bidang apa menurutmu? aku mengajak kalian bertiga bukan? tentu saja kau sudah tau aku ingin membuat perusahaan di bidang apa" Jawab William dengan santai nya
Seketika mereka bertiga terdiam mendengar hal ini, lalu Brian akan tangan untuk berbicara.
William hanya mengangguk sambil tersenyum kecil lalu ia meminum Wine yang berada di hadapannya.
Brian, Nicolas dan Bastian masih bingung dengan tujuan dari William tersebut. Dan hanya ada keheningan setelah William mengatakan tujuannya.
William yang merasa jenuh dengan orang kecil di hadapannya ini segera berbicara lagi
"Baiklah aku langsung to the point, Aku ingin kalian menjadi pemasok di perusahaan ku dan kalian masing-masing akan memegang saham 10% di perusahaanku ini. Aku saat ini ingin mendirikan perusahaan di bidang Bisnis Agriment dan ingin meningkatkan teknologi di kota ini." Kata William menjelaskan dengan serius
Mereka bertiga sudah paham dan sudah mencerna maksud dari William. Tetapi Nicolas sedikit curiga maksud dari William dan berkata kepada William
"Berarti bukan kah kamu akan mendapatkan banyak keuntungan dan menjadi kaya dalam sekejap?" Tanya Nicolas curiga
"Kau terlalu naif, semua ingin kaya dan banyak uang. Tapi bagaimana cara ku untuk mendapatkan banyak uang dan mengejar kekayaan kalian? sedangkan kalian saja memegang 10% saham di perusahaan ku!" Ucap William dengan nada mencekam
Seketika Nicolas sadar akan hal tersebut dam bersedia untuk bekerja sama dengan William begitu juga Brian, Bastian. Setelah itu William memberi surat perjanjian yang sudah di siapkan olehnya lalu mereka menulis kontrak kerja sama. William yang senang akan rencana awalnya sudah berjalan dengan sangat lancar langsung saja ingin pulang dan ingin beristirahat.
__ADS_1
Ke esokan pagi nya pukul 09.00, William sudah sibuk pada bisnisnya dan sudah mengotak atik laptop miliknya yang ia beli tadi malam sebelum pulang kerumah. Setelah satu jam William duduk di depan laptop miliknya, akhirnya William selesai dan wajahnya tampak memancarkan kemenangan besar.
Ternyata William sudah membeli beberapa saham kecil yang sudah terancam bangkrut. Dan William sudah mencapai keuntungan yang besar yakni 100 juta. Lalu William menuju ke dapur untuk mengambil air putih. Setelah itu Jack yang keluar dari kamar dan melihat laptop ada di atas meja dan ia bingung mengapa ada laptop di meja tersebut.
Lalu Jack menghampiri laptop tersebut dan melihat ke arah layar laptop. Jack terkejut ketika melihat jumlah uang di layar laptop itu dan ia berteriak memanggil anaknyaa bella
"Bellaaaa....." Teriak Jack keras sehingga Bella kaget mendengarnya begitu juga dengan Sean dan William
"Papah kenapa sih?" Ketus Bella kesal karena ulah ayahnya
"Ini coba kamu lihat, ini beneran kan?" Tanya Jack masih tidak percaya
"Benar pah, ini laptop siapa? Kok uangnya banyak sangat" Tanya Bella bingung
"Papah juga tidak tau ini punya siapa, papah mau tanya William dulu" Ucap Jack
Ketika Jack ingin memalingkan badannya kebelakang dan ia terkejut melihat William dan Sean sudah ada di belakang mereka berdua.
"Aah kau buat kaget saja, tiba tiba ada di belakang kami berdua. Ini di laptop ada uang 100 juta itu punya siapa?" Tanya Jack penasaran
Sean dan William yang melihat Jack berkata hanya bisa diam dan menunjukkan sikap tidak suka akibat tingkah Jack tersebut.
"Woi aku bertanya di jawab dong!" Pekik Jack
"Aduhhh..." Ketus Jack
"Lu kenapa sih? main pukul aja?" Tanya Jack bingung sambil mengelus kepalanya yang sakit
"Bisa ga usah teriak teriak?" Jawab Sean dengan tampang polos nya
Lalu William Mengambil laptop miliknya dan segera masuk kedalam kamarnya ingin menyimpan laptop tersebut. Jack yang melihat hal itu langsung angkat bicara ingin melarang William
"Oii mengapa kau membawa laptop itu apakah itu milikmu?" Tanya Jack dengan nada meninggi
William yang mendengarnya hanya bisa menunjukkan Bagian laptop yang bertuliskan nama dan tanda tangan William.
Seketika Jack terdiam membisu melihat hal itu.
__ADS_1
"Ternyata dia seorang pengusaha sukses" Ucap Jack di dalam batinnya.