
Kehadiran internet sebagai media komunikasi memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan kita. Internet telah menciptakan semacam ikatan yang menjadikan kita menjadi lebih dekat dengan teman, saudara, atau rekan kerja yang jauh jaraknya. Ditambah dengan keadaan dunia yang sedang dilanda pandemi Covid-19. Pandemi memaksa kita semua untuk bergerak dan berkembang dengan teknologi mulai dari pekerjaan, program belajar mengajar hingga komunikasi sehari-hari. Penggunaan teknologi yang semakin meningkat ini pastinya ada kelebihan maupun kekurangan yang dirasakan. Berikut kelebihan dan kekurangannya melakukan komunikasi secara daring.
Kelebihan Komunikasi Daring :
1. Lebih Cepat
Melalui komunikasi daring dapat memangkas waktu dan lebih cepat untuk bertukar informasi. Selain itu bisa lebih cepat dan efisien untuk menghubungi mitra bisnis atau kerabat. Karena dapat berkomunikasi dengan siapapun di seluruh dunia melalui email dan pesan teks secara instan. Internet juga telah menyediakan komunikasi tatap muka seperti Skype, media sosial, konferensi video, dan banyak cara lain yang ditawarkan oleh teknologi komunikasi online saat ini.
2. Menciptakan Lapangan Pekerjaan
Teknologi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi beberapa bidang seperti Analis sistem, pemrogram komputer, perancang web, pengembang perangkat keras dan perangkat lunak, dan banyak peluang baru lainnya yang diciptakan oleh teknologi komunikasi informasi (TIK). Teknologi komunikasi informasi (TIK) juga mempermudah bisnis untuk diotomatiskan sehingga pelanggan dapat menghubungi 24/7. Artinya, perusahaan dapat dibuka di mana saja, kapan saja, memungkinkan klien melakukan pembelian dari berbagai negara. Ini membuat bisnis lebih mudah dan nyaman.
3. Perbaikan Sektor Pendidikan
Internet telah menciptakan berbagai program komputer untuk digunakan dengan generasi yang berbeda di berbagai belahan dunia. Informasi penting seperti fakta kesehatan, bisnis, dan lingkungan dengan mudah tersedia dan dapat diakses oleh siapa saja dengan jaringan internet.
__ADS_1
Kelemahan Komunikasi Daring :
1. Kehilangan Privasy atau Data Pribadi
Meskipun internet telah membuat komunikasi menjadi lebih mudah, lebih cepat dan nyaman, masalah privasi telah muncul. Dari peretasan email hingga intersepsi sinyal telepon, semakin banyak orang sekarang bermasalah dengan informasi pribadi mereka. Pasalnya penggunaan media sosial atau menggunakan aplikasi berbasis teknologi harus memasukan data pribadi yang pastinya akan terbaca dan tersimpan oleh sistem mereka. Maka tidak heran banyak kasus kriminal seperti penipuan. Mengenai hal ini sebaiknya kita bisa lebih bijak menggunakan dan memberikan data pribadi kita.
2. Berkurangnya Kesadaran Berbudaya
Meskipun internet telah menjadikan alam semesta sebagai desa global, beberapa budaya telah mengkonsumsi budaya lainnya. Namun mengakses internet berlebihan dapat menjadikan generasi muda tidak mengenal budaya asli mereka dan mengadopsi budaya dari luar. Hal ini sangat dapat berpengaruh dari cara mereka berpakaian, bertindak, dan berperilaku. Jadi meskipun kita harus beradaptasi dan bergerak dengan teknologi, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar teknologi tidak menggerus budaya yang baik di sekitar kita.
Melaksanakan komunikasi daring tidak pada tempat dan waktu yang tepat, dapat mengabaikan atau menunda hal yang lain, bahkan membahayakan orang lain maupun diri sendiri. Maka dari itu perhatikan tempat dan waktu saat kita berkomunikasi secara daring.
Menjadi pengusaha sukses haruslah memiliki pola pikir yang tidak biasa. Seperti dalam melihat sebuah kelemahan. Siapa sangka suatu kekurangan justru dapat disulap menjadi peluang. Sebagai contoh situasi yang tidak menguntungkan seperti pandemi menyimpan peluang bisnis bagi pengusaha yang kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Sebagaimana disampaikan Ahmad Syukron, S.E. atau yang akrab dipanggil Roni dalam webinar bertajuk Entrepreneurship di Masa Pandemi yang diadakan di UII belum lama ini.
__ADS_1
“Kondisi ini harus kita lalui, bukan malah menjadi penghambat, karena kita juga tidak bisa terus menyalahkan pandemi. Kita perlu bangkit untuk memulihkan ekonomi. Cari peluang dan berinovasi lah. Saat ini lebih banyak mahasiswa yang hanya dapat melihat kekurangan yang mereka miliki, tetapi lupa bahwasannya mereka juga memiliki kekuatan yang belum mereka gali”, ungkap pria yang telah lama berkecimpung di bidang sablon dan konveksi ini.
Founder brand Mulkatra dan Atelier menyebut ada tiga hal yang perlu dimiliki pengusaha yaitu critical thinking, creative thinking, dan curiosity. “Critical thinking serta creative thinking sangat perlu diasah di zaman ini. Di zaman yang serba teknologi, yang mana semua hal bisa dilakukan oleh robot namun tidak dengan kedua hal tersebut. Selain itu kita juga perlu memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi. Hal ini diperlukan agar kita dapat mengembangkan usaha yang kita miliki”, imbuh alumni UII tersebut.
Ia juga selalu menanamkan motto “buat tidak nyaman diri sendiri”. Tujuannya tidak lain adalah membentuk pola pikir bertahan hidup. Sejalan dengan motto itu, ia bahkan rela tidur di sebuah karpet dibanding kasur empuk agar tidak terlalu nyaman menghabiskan waktu untuk bersantai.
Senada, pembicara berikutnya, dr Gamal Albinsaid, M. Biomed juga menegaskan untuk segera bangkit dari keterpurukan pandemi. “Pandemi membawa dua perubahan besar yaitu meningkatkan keterlibatan teknologi digital dalam kehidupan dan perubahan psikologis konsumen. Banyak bisnis digital yang bertumbuh pesat di masa pandemi. Kita sudah seharusnya melihat ini sebagai sebuah peluang.” imbuh CEO Indonesia Medika Sociopreneur itu.
Gamal Albinsaid juga membagikan tiga tips merespon pandemi bagi sebuah usaha. “Pertama solving the now, menumbuhkan bisnis yang ada, memaksimalkan keuntungan, dan merespons tantangan langsung yang kita hadapi. Kedua, exploring the next, merespon tantangan dan peluang jangka menengah, sebagian besar dari terobosan di sektor Anda. Ketiga, imaging the beyond, merespons untuk transformasi, peluang, dan tantangan jangka panjang dari global, megatrend lintas sektor”, imbuhnya.
Di sisi lain, ia menekankan menjadi pengusaha bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan sebuah kesiapan mental. Seorang pengusaha musti siap untuk kehilangan kesenangan di masa sekarang untuk mendapatkan kesenangan di masa depan.
“Setidaknya ada beberapa hal yang harus anda pertahankan jika memutuskan untuk berwirausaha, antara lain, meninggalkan gaji tetap, mengorbankan tabungan pribadi, menghadapi kerugian, menghadapi analisis bisnis yang salah, dan kehilangan tim. Banyak orang mendirikan sebuah usaha namun gagal karena mereka menciptakan sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh banyak konsumen. Untuk itulah kita perlu yang namanya berpikir kreatif dan inovatif dalam berwirausaha”, pungkasnya.
__ADS_1