Teman Masa Kecilku

Teman Masa Kecilku
MUNCULNYA REIHAN


__ADS_3

Brrruuuummmm


Bruuummm


Ccckkkkiiittt


 


Suara mobil seorang laki laki, dan laki laki itu bernama REIHAN. Di awal terdengar suara mobil Reihan yang sedang berhenti di sebuah restoran elit yang terletak di tengah Kota Y. Lalu Reihanpun masuk kedalam restoran tersebut. Dari pintu restoran Reihan sudah melihat orang yang akan ditemuinya, orang itu adalah Direktur Wijaya yang tidak lain Kakeknya Naila sendiri. Reihan pun langsung menghampiri Direktur Wijaya.Sebelum duduk Reihan memberi salam dulu terhadap Direktur Wijaya, lalu Direktur Wijaya pun menyuruhnya duduk. Reihan disana sempat bingung, kenapa Direktur Wijaya memanggilnya. Reihan akhirnya bertanya.


 


"Direktur,kenapa anda memanggil saya secara pribadi kemari? "tanya Reihan dengan bingung.


Direktur Wijaya sempat terdiam saat Reihan bertanya seperti itu, karena Direktur Wijaya sempat berfikir # aku harap Reihan bisa dipercaya # Direktur Wijaya akhirnya menceritakan semua kejadian saat keluarga Naila mengalami kecelakaan pada 9 tahun yang lalu. Diakhir cerita, Direktur Wijaya mengakan kalau Naila masih hidup. Sontak Reihan langsung kaget mendengar perkataan dari Direktur Wijaya.


"Apa?!... Jadi Naila masih hidup? " tanya reihan sambil kaget.


"Yaa begitulah" jewab Direktur Wijaya dengan santay.


"Lalu, dimana Naila sekarang?, terus bagaimana dengan keadaannya?,apa Naila baik baik saja? " tanya reihan dengan rasa khawatir, karena Reihan adalah trman masa kecil Naila,itulah sebabnya Reihan mengkhawatirkan keadaan Naila.Keluarga Reihan juga adalah salah satu dari dua kekuarga besar di Kota Y . Nama lengkapnya adalah Reihan Putra.


Direktur Wijaya pun menjawab"Tenanglahh Reihan,aku tahuu semua pertanyaan yang ada di fikuranmu.Aku juga sudah mempertimbangkan semua nya. Akan tetapi,jika kamu ingin semua terjawab pertanyaan itu. Maka kamu haruss membantuku untuk menjaga Naila dengan baik. Dan kamu juga harus berjanji bahwa kamu tidak akan membocirkan rahasia ini dari siapapun." tegas Direktur Wijaya dengan serius.


Lalu reihanpun mengatakan dengan yakin"Ya! saya berjanji! "


 


Setelah Reihan berjanji,Direktur Wijaya mengatakan"Bagus ,kalau begitu jagalah Naila dengan benar. Dia berada di sekolah XX, untuk selanjutnya aku serahkan Tugas menjaga Naila padamu.Itu saja, aku sudah tidak ada waktu." ujar Direktur Wijaya sambil berdiri.


Sebelum Direktur Wijaya pergi, Reihanpun juga ikut berdiri dan memberi salam kepada Direktur Wijaya. Direktur Wijaya pun berjalan menuju kekuar restoran. Belum sampai keluar restoran , Direktur Wijaya menoleh kebelakang dan mengatakan"Hei nak!, aku hanya ingin bilang Naila yang sekarang bukan lagi Naila yang dulu, sudah itu saja sampai jumpa lain waktu" ujar Direktur Wijaya sambil berbalik membelakangi Reihan.


Direktur Wijaya pun pergi dari restoran tersebut. Tidak lama setelah itu, Reihan pun pergi sambil tersenyum dan menghela nafas,"hhhhmmm ,setelah sekian lama, aku harus memikirkanmu lagi" gumam Reihan.


Saat Reihan menaiki mobil,Reihan langsung menyuruh asistant nya untuk mengurus surat pindah sekolah

__ADS_1


 


"Willy! segera urus surat surat kepindahanku ke sekolah XX, dan kau juga ikut pindah bersamaku ya.Oiya ,pastikan besok aku sudah boleh bersekolah disana" perintah Reihan kepada Willy sang asistantnya.


# Pertama tama aku harus bersekolah di sekolah yang sama dulu untuk selalu menjaganya# (dalam hati reihan)


"Tuan muda, bukankah itu tempat Nona muda bersekolah?" tanya Willy.


"Oooowhh maksudmu adikku Raisa?, Ya kalau begitu bagus dong... Itu juga akan memudahkanku untuk masuk ke sekolah itu.Raisa juga pasti tidak akan keberatan kok jika aku satu sekolah dengan nyaa" ujar Reihan.


Willypun menjawab "Ya! baiklah Tuan".


Keesokan Harinya.


 


Hari yang dinanti nantikan Reihanpun datang, Reihan juga selalu menata rambutnya dan berkaca berkali kali saat di mobil. Adiknya Raisa yang ada di dekatnya pun merasa ilfil melihat tingkah kakaknya yang agak aneh


 


 


Reihan pun sadar, kalau dirinya sedang diperhatikan adiknya yang merasa ilfil itu, "mmmmm apaa? apa lihat lihat?!" Reihan langsung salting.


" Oowwh tidak apa apa, kau tampan sekali kak" ujar Raisa sambil senyum terpaksa.


Reihanpun langsung tersenyum dan merasa bangga dengan dirinya yang tampan itu. Di tengah jalan,Raisa menyuruh Willy untuk berhenti sebentar karena Raisa ingin ketoilet. Reihan dan Willy pun menunggunya. Setelah 15 menit ,Reihan dan Willypun tidak sabaran lalu mereka pergi mencari Raisa bersama sama. Tidak lama kemudian,dari kejauhan Reihan melihat Raisa dipojok gang sedang berbincang bersama seorang wanita.


 


Setelah Mobil Reihan mendekat,Reihan langsung mengenali wanita tersebut.


#Nana#(dalam hati Reihan) .Nana adalah panggilan masa kecil Naila. Dan kejadian itu tepat dimana Raisa dibuly oleh Laras.


 

__ADS_1


Saat itu, Raisa hendak naik kemobil dan pintu mobil pun terbuka. Akan tetapi, Naila tidak menyadari bahwa didalam ada Reihan. Tapi sebaliknya dengan Reihan, dia malah memandang Naila dengan serius seakan akan Dia tak percaya kalau Naila masih hidup. Raisapun masuk kedalam mobil dan Willy pun menjalankan mobil tersebut. Setelah tidak mobil sudah membelakangi Naila,Reihan langsung menoleh ke belakang dan Reihan melihat Naila panik. Reihanpun tersenyum dan langsung menghadap depan lagi


 


"Hhhmm tingkahnya masih seperti dulu saja" gumam Reihan sambil menyeringai.


Raisapun yang tidak sengaja mendengarnya langsung menyahut


"Tadi itu Kak Nana kan?" senyum raisa sambil melirik Reihan.


Reihan kaget "hhhmmm!!!! apa?!, ba... bagaimana kau tahu? " tanya Reihan.


"Hemph! sekali lihat juga pasti tahu.Ingatanku itu tidak buruk aku masih mengenali wajah Kak Naila. tadi sebenarnya aku dibuly oleh kakak kelas ,aku sih mau mau melawannya tapi saat aku melihat di belakang kakak kels itu. Aku kaget saat itu kalau aku melihat Kak Naila sedang berjalan menuju sekolah.Lalu,aku pura pura saja menangis. Melihat dari sifatnya kak Naila, kak Naila pasti akan menolong orang yang sedang kesusahan. Dan bingo! Kak Naila langsung melawan Kakak kelas itu hanya dengan kata kata saja.Hhmm..aku senang Kak Naila masih hidup", cerita Raisa sambil tersenyum


"Tunggu dulu,kamu... kamu tidak heran kenapa Naila masih hidup? kan ditv sudah diberitakan kalau Naila sudah meninggal".Tanya Reihan dengan serius.


"Aduuuhh kakak, kakak fikir aku bodoh apa,mana mungkin seorang Raisa hanya percaya begitu saja, lagian tidak semua berita itu nyata, dan aku juga yakin kalau perkiraanku, sejak awal Direktur Wijaya itu berbohong. " ujar Raisa.


"Dan bagaimana jika perkiraanmu itu salah",ujar Reihan sambil tersenyum meledek.


Raisa pun menyangkal perkataan Reihan" Heh! jangan meremehkan adikmu ini, begini begini, aku itu selalu membantu ayah menyelidiki masalah rahasia perusahaan loh, hemph!! dan .... aku sekarang mengerti kenapa kakak dari tadi selalu berdandan merapihkan rambut. Tapi sepertinya tadi.... pppffffttt, Kak Naila ngx peduli tu.Mungkin kak Naila menganggap kakak batu, atau secuil krikil yang tidak berarti. pppfffttt" ledek Raisa sambil menahan tawa.


 


Kata kata itu seakan akan menusuk Reihan bagaikan tusukan pedang yang membuatnya muntah darah. Reihan yang merasa diledek sendiri oleh adiknya. dia langsung mengatakan. "Kamu... kamu tau apa? Naila seperti itu karena dia tidak ingat padaku... Sudahlah jangan menggoda aku lagi. " sangkal Reihan dengan merona dipipinya.


 


"Hahaha, baiklah baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi. tapi jika Kakak butuh bantuanku untuk mendekati kak Naila, maka aku akan selalu siap kapan saja" ujar Raisa.


"Hhhmmm, baiklah" jawab Reihan senyuman kasih sayang.


Tidak lama kemudian merekapun sampai disekolahan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2