
Tidak lama kemudian, Reihan dan Raisa sudah sampai disekolahan. Raisa langsung turun dari mobil dan menuju kelasnya.Sedangkan,Reihan dan Willy menuju ke kantor guru sebelum pengenalan hari pertama di kelasnya. Saat berjalan menuju kantor guru,Reihan sempat mengingatkan Willy tentang identitasnya.
"Willy, ingat satu hal. Disini kamu tidak boleh memanggilku tuan muda,panggil aku Reihan mengerti! . Dan ,kamu juga haruss merahasiakan identitasku yang sebenarnya,kemarin Raisa juga bilang padaku kalau disini Raisa hanya orang biasa, kamu pasti mengerti maksudku kan?!," tegas Reihan kepada Willy.
" Ya tuan... ma... maksud saya,Reihan"ujar Willy dengan sikap formalnya.
Setalah mereka sampai dikantor guru, tidak lama kemudian bel masuk pun ber bunyi.
Beeeeeeeppp
Beeeeeeeepppp
Beeeeeeeeppppp
Reihan dan Willy bersiap untuk memasuki kelasnya, mereka menempati kelas XII IPA 2 . Ketika mereka ingin memasuki kelas,Reihan melihat Naila yang sedang berlari tergesa gesa menuju kelasnya. Melihat Naila yang seperti itu, Reihan tersenyum sambil menggelngkan kepalanya dan sambil berkata dalam hati.
#"Hhhmm, Direktur Wijaya memang tidak salah. Nana yang sekarang tidak seperti yang dulu. Akan tetapi, Nanaku, yaa tetap Nana yang ku kenal.Meskipun berubah, tapi tidak bisa dibilang 100 persen kan. "#
Willy yang melihat Reihan tersenyum senyum sendiri merasa merinding.
#"Ada apa ini,biasanya jika tuan tersenyum seperti itu,tuan sedang menyiasati persaingan bisnis diperusahaan. "# kata hati Willy dengan rasa merindingnya.
Reihanpun juga menyadari kalau Willy sedang memperhatikannya.
"Heh! Apa lihat lihat?! tidak ada kerjaan ya? jalan saja yang benar sana, jalanmu zig zag tuhh" ujar Reihan sambil membenarkan cara jalan Willy yang zig zag.
Sesampai dikelasnya, Reihan dan Willy langsung berkenalan didipan teman temannya.Kebetulan kelas XII IPA 2 adalah kelas dari Laras dan Ketua OSIS yang bernama Evan. Saat itu, Laras selalu memandang Reihan dengan tatapan genitnya. Walaupun Laras berusaha mencari perhatian Reihan, Reihan sama sekali tidak memperdulikannya. Setelah perkenalan Reihan dan Willy selesai, mereka langsung duduk ditempatnya masing masing. Lalu pelajaranpun dimulai.
4 Jam pun berlalu dan waktu istirahat pun datang.Willy sempat menanyai Reihan.
"Tu... ee maksud saya Reihan,apa Reihan mau kekantin? " tanya Willy.
"Willy jangan terlalu formal, bersikaplah lebih biasa biasa saja denganku, ya sudah ayo kita kekantin. Aku juga sudah lapar" Ujar reihan sambil mengajak Willy.
__ADS_1
Willy pun mengangguk dan mereka berjalan menuju kekantin. Sepanjang jalan, mereka selalu diperhatihan oleh gadis gadis yang sedang menggosipi tentang Reihan dan Willy.
"Wahh tampan sekali"
"aku ingin menjadi pacarnya"
"pokoknya aku pilih yang lebih tinghi itu(Reihan)"
"Aku yang tampan menggemaskan itu(Willy)"
Begitulah kata kata yang didengar Reihan dan Willy,mereka berdua merasa tudak nyaman dengan sikap para gadis gadis yang seperti itu.
"Wanita jika sudah bergosip, tidak ada hentinya ya 💢"ujar Reihan dengan sedikit kesal.
"Sabar Rei... "Willy menghelang nafas sambil menepuk pundak Reihan.
Willy juga hampir terbiasa dengan sikap nonformalnya kepada Reihan.
Sesampainya di kantin, Reihan dan Willy masih tetap diperhatikan oleh para gadis gadis. Akan tetapi, berbeda dengan Naila, Naila merasa cuek cuek saja dengan mereka. Naila juga malah lebih mementingkan makanannya daripada memperhatihan Reihan dan Willy. Melihat Naila yang cuek terhadap Reihan, Reihan langsung terheran heran melihat sikap Naila yang tidak umum seperti teman temannya.
#"Sudah kuduga, gadisku yang satu ini memang sangat berbeda. Dan itulah yang membuatnya istimewa. "# ujar Reihan dalam hatinya sambil merasa bangga.
"Hai teman namaku Reihan, boleh aku duduk disini? "tanya Reihan saat didepan Evan.
Evan langsung kaget dan menoleh kearah Reihan.
"Ah.. oh baiklah,sa.. salam kenal" jawab Evan sambil terbata bata.
Kemudian Reihan langsung bertanya tanpa basa basi "kenapa kamu dari tadi melihat kearah sana? " tanya Reihan dengan serius.
Evanpun menjawab"aku sedang melihat pujaan hagi ku, Naila"ujar Evan sambil memandang ke arah Naila. Mendengar perkataan Evan yang seperti itu, Reihan tambah kesal dengan Evan. Reihanpun langsung berdiri dan dan berjalan disamping Evan sambil membisikkan sesuatu.
"Dengar kawan, aku tidak ingin basa basi lagi. Tapi ,perempuan yang sedang kamu lirik sekarang itu adalah milikku. Jadi kamu jangan pernah mendekatinya." bisik Reihan sambil memegang pundak Evan. Lalu Reihan berjalan menuju tempat duduk semulanya
Evan yang mendengar itu pun langsung kaget dan menoleh kebelakang menghadap Reihan.
#"Siapa dia sebenarnya.Siapapun itu,aku tidak akan membiarkan Naila direbut oleh siapapun"# ujar Evan dalam hati dengan mengerutkan dahinya.
__ADS_1
Reihan sudah kembali ketempat duduknya, Reihan juga bertanya kepada Willy,
"Willy, apa pelajaran selanjutnya? "tanya Reihan.
Willy menjawab "pelajaran selanjutnya adalah pelajaran Olahraga. Aku dengar ,dijam yang sama nanti kelas XII IPA 5 juga kelas Olahraga dilapangan."
#"Kelas IPA 5 ya, bukankah itu adalah kelasnya Nana."# ujar Reihan dalam hati.
"Ehem, ehem.Hhmmm... baiklah " jawab Reihan dengan sambil pura pura tenang.
Tak lama setelah itu, bel masuk pun berbunyi.Para siswa lainnya langsung menuju kekelasnya masing masing untuk menunggu pelajaran selanjutnya. Sedangkan kelas XII IPA 2 dan kelas XII IPA 5 memulai dengan kelas Olahraga nya.
Pertemuan Reihan dan Naila adalah ketika Reihan pura pura tidak sengaja menabraknya. Dan akhirnya Reihan meminta maaf atas perbuatannya yang sedang pura pura itu. Naila pun memaafkannya dan langsung pergi ke rombongan kelasnya karena dipanggil Anita.
Reihan juga tersenyum dibelakang Naila.Dia juga bergumam mengenai Naila.
"Direktur Wijaya memang benar,Naila yang sekarang, bukan Naila yang dulu" gumam Reihan.
Disisi lain saat Naila menghampiri Anita. Anita langsung menggodanya dengan ejekan ejekannya.
"Hhhmmm sepertinya ada yang baru saja pedekate niihh" ejek Anita.
"Mee.... memangnya kenapa? Apa sih yang salah. Dia kan cuma menolongku.Lagian Dia juga... Tampan (dengan suaravlirih) " ujar Naila.
"Waahh!! sebuah deklarasi yang tidak mungkin keluar dari mulut seorang Naila." Ujar Anita dengan terkesima memdengar perkataan Naila.
"Apa siih!, sudahlah kau tidak ada kerjaan laian apa, kau selalu sajaa menggodaku,"sangkalan Naila.
"Ututututu.. tayangg... pipimu merina tuuh"goda Anita kepada Naila.
"Diam!! " Tegas Naila sambil malu.
#"Apa.. apa apaan sih aku, bukankah dia hanya laki laki asing.Kenapa aku sampai merona begini, tidak tidak Naila!! Pelisss jangan bucin oke! " Ujar Naila dalam hatinya sampil menampar pipinya.
Dari kejauhan, Reihan melihat Naila sedang menampar Pipinya. Lalu Reihanpun bergumam.
" Dasar!...kucing kecil bodoh". Gumam Reihan sambil memandangi Naila.
__ADS_1
Melihat Reihan terus terus memandangi Naila. Evan semakin kesal dengan mengeritkan dahi dan menunjukkan wajah tidak senangnya.
Bersambung....