
Disisi lain Evan yang melihat Reihan terus memandangi Naila merasa kesal sambil mengeritkan dahinya .
"Tidak! sampai kapan pun aku tidak akn menyerah memperjuangkan Naila"gumam Evan dengan kesal.
Waktu mata pelajaran Olahraga , kelas XII ,IPA 2 dan IPA 5 sedang membahas tentang perlombaan Olahraga tahunan antar kelas di SMA XXXX. Karena perlombaat tersebut akan dilaksanakan 2 Minggu lagi. Maka dari itu, kelas IPA 2 dan IPA 5 memanfaatkan waktu Olahraga itu dengan pertandingan. Mereka semua bersaing dalam pertandingan ini. Pastinya yang mereka tahu kalau mereka mempersiapkan diri di pertandingan
supaya menang dan mendapatkan hadiah.Tentu saja hadiah yang mereka dapatkan itu sangat mengiurkan.Hadiah diperoleh jika mereka memenangkan banyak pertandingan.
Jika mendapatkan juara 1 mereka akan mendapatkan kesempatan pergi ke pesta yang diadakan di kediaman keluarga Putra. Jika mendapatkan Juara 2,Mereka akan mempunyai kesempatan bertemu dengan tuan muda keluarga Putra. Dan yang terakhir, jika mereka mendapatkan juara 3 mereka akan mendapatkan tiket liburan ke Hawai. Tentu sajaa banyak sekali yang menginginkan juara 1 dan 2. Karena,jika mereka bisa masuk dalam pesta keluarga Putra, ada kemungkinan untuk mereka berhubungan baik dengan keluarga Putra. Dan para gadis di SMA itu 99,5% rata rata menginginkan juara 2,karena mereka selalu mendengar kalau Tuan Muda Keluarga Putra itu sangat tampan dan menawan. Reihan saja sangat merinding saat mendengar para gadis membicarakan tentang dirinya.
"Sebenarnyaa, kenapa harus berhubungan dengan keluarga Putra yang menjadi hadiaahnya. " Ujar reihan sambil memegang kepalanya yang sedang pusing mendengar ocehan para gadis gadis tersebut.
"Apa tuan lupa, kalau sekolah ini juga salah satu sekolah yang didirikan oleh 2 keluarga besar.Tidak heran jika hadiah dari pertandingan tersebut menyangkut tentang Keluarga Putra. " bisik Willy dengan lirih disamping Reihan.
"Ya tapikan, kenapa haruss aku juga yang terlibat? " tegas Reihan sambil berjalan menuju pinggir lapangan.
" Ini semua ide dari Tuan Besar. Beliau ingin Tuan Muda, dekat dengan seorang perempuan. " ujar Willy dengan lirih.
"Haiss..... sudah kuduga,jiwa kakek kakeknya mulai kambuh. Kenapa ayah tidak pernah bertanya padaku dulu!!! Bagaimana kalau nanti yang juara 2 malah yang buakan seleraku." tegas Reihan sambil marah.
Seketika Reihan langsung berhenti berjalan dan melihat kearah Naila. Reihan Langsung tersenyum.
__ADS_1
"Willy setelah aku pikir pikir, sepertinya tidak apa jika pertandingan tetap dilanjutkan" ujar Reihan dengan menyeringai.
Disisi lain, Naila yang mendengar itu, dia hanya tertarik pada hadiah juara 3. Yaitu tiket liburan ke Hawai untuk 6 orang. Naila merasa sangat senang ketika mendengar hadiah berupa Liburan. Naila juga mereasa selain mendapatkan hadiah liburan, pertandingan ini jugauntuk menambahkan nilai akhir semester nya. Naila sedang memikirkan cara agar tahun ini dia bisa mendapatkan juara 3 di tahun ini.
"Nit, menurutmu bagaimana caranya yaa agar aku bisa mendapatkan juara 3?" ujar Naila sambil memegang dagunya.
Anita yang sedang asyiknya membayangkan tentang Tuan Muda Putra langsung berhenti danseketika menarik tangan Naila
"Nai!... ayo kau kuantar ke UKS, aku merasa kasihan padamu. Seperti nya kau hari ini memang benar benar tidak sehat. " Anita yang memegang salah satu tangan Naila .
"Anita!... pliss dehh ngx usah dramatis, aku itu sedang seriuss. aku hanya menginginkan juara 3 oke! Nahh bagaimana kalau kita bekerja sama sajaa untuk mendapatkan juara 3,kan lumayan nanti tiket liburannya bisa kita bagi," Ujar Naila sambil memegang kedua tangan Anita dengan penuh harapan.
"Apa! Kita!, ngx!! Kalau kamu mau, kamu aja, aku maunya sih juara 2,coba bayangkan sajaa.Bertemu dengan laki laki idaman. Dan bagian terbaiknya,aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya,bukankah ini juga sama dengan drama, komik atau Novel novel romance itu. "ujar Anita sambil menghayal (tipe orang yang lebih suka ekspektasi dari pada realita)
"Yasudahlah ,terserahmu saja Nai aku pergi olah raga dulu yaa. aku mau menghampiri pangeran Willy kuu..... "Ujar Anita sambil berlari menghampiri Willy.
"Apa!.... cepat sekali dia berpindah perasaan. " ujar Naila sambil terheran heran melihat kelakuan Anita.
Tidak jauh dari tempat Naila berdiri, Laras mendengar percakapan Naila dan Anita.
"Hemph! dasar wanita wanita murahan. yang pasti juara 2 itu hanya aku yang boleh mendapatkan nya. Dan hanya aku yang cocok menjadipasangan Tuan Muda Putra.
Benerkan Girl's." sindir Laras didepan Naila.
"Astagaa... hari ini panas sekali yaa, malas ah meladeni ayam berkokok. " Sindir Naila kembali (Double kill)
Lagi lagi Laras dibuat kesal oleh Naila. Laras memgeryitkan giginya. Sambil merasa kesal,Laras pun pergi meninggal kan Naila. Nailapun melambaikan tangannya ke arah Laras .sambil berkata "Dadah... ". Begitulah, jika Laras bertemu dengan Naila, Laras selalu kalah dengan sepatah atau dua patah kata yang diucapkan oleh Naila.
__ADS_1
Belum jauh Laras pergi, Laras menantang naila dengan keras.
"Naila!!! jika kamu bisa!! aku bisa mendapatkan juara 1 aku akan bersujud dan mengonggong di lapangan sekolah! " Tegas Laras.
"Hemph! aku sama sekali tidak tertarik dengan pertaruhan konyol ini"berjalan sambil menghiraukan Laras.
"Hei!... aku belum selesai bicara!. Jika kau kalah maka kau dan keluarga mu harus keluar dari Kota ini! Dan jika kau menolak,kau haruss bersejud dihadapanku sekarang juga!! " Tegas Lara sambil menyeringai.
Seketika Naila langsung berhenti.
* Dia memang sudah gila! ini sama sekali tidak sepadan. Jika aku menolak,maka harga diriku dipertaruhkan. Tapi jika aku setuju,keluargaku....Tidak bagaimanapun caranya aku akan melawannya.* ujar Naila dalam hatinya.
Naila langsung berbalik menghadap ke belakang.
"Oke, aku terima tantanganmu. sampai bertemu di pertandingan nanti. " ujar Naila
"Hemph!! siap siap saja keluar dari kota ini."ujar Laras dengan sombong.
Semua orang yang yang melihat perdebatan itupun sedikit demi sedikit bubar. Dan kini ,kabar tentang persaingan antra Laras Dan Naila sudah menjadi gosip disekolahnya.
Saat itu Reihan juga melihat perdebatan antara Laras dan Naila, itu sebabnya Reihan tersenyum menyeringai saat melihat Naila.
*Tunggu, bukankah juara 1 itu, bisa masuk kepesta keluargaku yaa. Wah wah... sepertinya akan jadi persaingan sengit, lagian jika Naila tidak menang juara 1, melainkan juara 2.Tetap saja, bukankah aku juga diuntungkan. Aku sih yakin saja, kalau Naila pasti menang. Hmmm, akan ku tunggu hasilnya nanti.* sambil menyeringai
"Willy, setelah aku pikir pikir, sepertinya tidak apa apa jika pertandingan tetap dilanjutkan. " Ujar Reihan dengan penuh penantian.
*Naila, sebenarnya menang atau kalah. Tidak jadi masalah. Tapi... kita lihat saja nanti.. * ujar Reihan dalam hati
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and. share yaa teman teman.. 🤓🤓🤓🤓