
Dengan penuh luka parah Lala menyeret tubuhnya keluar dari mobil, dilihatnya Hans terbaring agak jauh dari tempatnya, entah pingsan atau sudah meninggal ia tidak tahu, lala terus menyeret tubuhnya mendekati Hans untuk memastikan dalam keadaan hidup. Lala pun meletakan tangannya di hidung Hans dan hasilnya masih bernafas.
"paman Hans bangun paman" ia memanggil manggil Hans, Hans pun mulai sedikit tersadar dan meringis kesakitan
"Arkkkhhh" desis Hans kesakitan. Lala menyenderkan badannya di pohon sambil bernafas lega karena sang paman masih selamat
"Lala kau terluka parah?, paman minta maaf" sambil menatap Lala dengan penuh rasa bersalah karena gagal membawa Lala ke kota Y dengan selamat
__ADS_1
"Tidak apa apa paman, Lala tau situasi ini, mereka sangat kuat dan kita harus menyiapkan rencana lebih matang lagii, terutama Lala harus lebih belajar cara menggunakan senjata serta bela diri" ujar Lala sambil memejamkan matanya. Hans hanya bisa tersenyum, tidak bisa berbuat apa apa karena luka yg di deritanya parahh namun ia bisa menahannya, sedangkan Lala juga mengalami luka yg serius.
Hans dan Lala berjalan menyusuri hutan menuju pemukiman terdekat, Tuhan masih di pihak mereka karena ada salah satu warga yang melihat mereka kemudian membawa mereka ke puskesmas di desa mereka.
Sudah hampir sebulan mereka di desa permai dan luka yang mereka alami sudah mulai membaik, Lala juga sudah berbaur dengan warga sekitar seperti membantu menanam padi, menumbuk padi, mencari keong untuk di masak. sedangkan Hans membantu para petani untuk meningkatkan penanaman padi serta cara penjualannya agar tidak di tipu oleh para bos pembeli beras ataupun padi mereka. Hans dan Lala sangat bersyukur karena penduduk di desa tersebut sangat baik dalam persaudaraan dan bisa menerima mereka walaupun mereka tidak mengenalnya.
__ADS_1
"kita menunggu situasi terlebih dahulu Lala untuk memastikan kepada mereka bahwa kita telah lenyap" jawab Hans sambil melihat para petani mencangkul tanah, mata Lala sedikit berbinar karena ia masih bisa lebih lama tinggal di desa ini dan juga sedih karena belum bisa memulai rencana
"paman apakah mereka sudah mengenali wajahku" Hans hanya menggeleng kan kepalanya
" paman tidak tau Lala, setau paman mungkin mereka tahu wajahmu jika mereka melihatmu dengan seksama waktu di bandara dan kemungkinan juga mereka tidak tauu wajahmu dan mengetahui hanya mengetahui data datamu saja" Lala menopang dagunya dengan satu tangan
" jika mereka tidak mengenali wajahku, aku mungkin bisa menyamar menjadi penduduk disini" Hans juga mengangguk setuju mungkin itu ide yang cukup bagus
__ADS_1
" bukan ide yg buruk, namun untuk semua itu harus mempersiapkan dari sekarang dan harus meminta bantuan dari kepala desa permai.
setelah berbincang-bincang mereka mendatangi kepala desa dan menjelaskan tujuan serta mengapa mereka mengalami kecelakaan di lereng gunung dekat desa, kepala desa permai setuju untuk membantu mereka untuk memberi status kependudukan Lala di desa itu , Hans hanya bisa berterimakasih kepada kepala desa permai karena hanya itu yang bisa mereka berikan untuk penduduk desa karena telah banyak membantu dan para warga pun juga senang atas keberadaan mereka karena sudah memberi edukasi memajukan desa serta membantu mereka dalam bertani sampai menuju perdagangan hasil panen mereka.