
Dengan berhasilnya "dia" membentuk sebuah tubuh agar dirinya dapat turun ke dunia dan dimensi yang lebih rendah, ini menandakan sebuah awal yang baru bagi seluruh "dunia yang tak terbatas" itu karena kemunculan sosok yang tak akan pernah mereka duga.
"Hahahahaha, jadi seperti ini ya rasanya saat diriku benar-benar dapat pergi ke sana, dengan tubuh yang sempurna ini, bagaimana mungkin aku tidak bersenang-senang saat sampai disana, kupikir sudah waktunya aku pergi ke dunia itu, sebagai awal dari perjalananku, aku akan pergi ke dunia sihir!".
Dengan melalui lorong hampa, dia mula terbang menuju dunia sihir yang di sebut "miracle world".
Dimana sihir adalah segalanya, dimulai dari sihir penguatan tubuh, pengendalian "mana", dan magician weapon seperti magic swordsman.
Dia dengan mudah sampai di miracle world, sebelum sampai dia harus melewati berbagai tembok yang menjaga dunia itu tetap aman, tembok dengan kekuatan dimana bahkan mereka yang di juluki "supreme master", penguasa di setiap dunia akan langsung di hapuskan, beserta sejarah, dan seluruh informasi tentang dirinya seolah-olah dia tidak pernah ada, tentu saja itu hal yang mudah baginya karen memang dia yang menciptakan tembok-tembok itu dengan tujuan agar setiap dunia tidak saling menyerang, walau tembok itu bisa di tembus oleh mereka, itu bukan karena mereka bisa melawannya, tapi karena dia memang sengaja agar suatu saat terjadi peristiwa yang menarik baginya, untuk sosok yang absolute apakah itu sulit? Mungkin kau hanya bisa bermimpi agar bisa melihatnya kesulitan.
"Setelah memasuki dunia ini, sepertinya memang benar-benar akan menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan, kurasa aku harus pergi ke suatu kota sebagai permulaan? Atau mendirikan organisasi rahasia?, Sialan, betapa kekanak-kanakannya diriku ini, padahal baru saja tida, sebaiknya aku pergi ke suatu kota dengan berjalan kaki, kurasa itu akan menyenangkan".
Jalan pikirannya memang sulit di tebak, karena dia "mengetahui segalanya", tidak terlepas dari hal yang menghilang dari sejarah, masa lalu, kini, maupun masa depan, tapi justru dia malah bertanya dengan dirinya sendiri apa yang ingin dia lakukan, mungkin lebih tidak masuk akal saat dirinya memutuskan berjalan ke suatu kota, padahal sedari awal dirinya selalu ada di setiap dunia di waktu yang sama, dia memang ada dimana'pun di waktu yang sama, itu bekerja seperti kehadirannya ada di seluruh dunia.
Saat melakukan perjalan, dia melihat seorang wanita dengan paras yang sangat cantik sedang di kepung oleh sekelompok orang, terlihat seperti musuh, apa yang dia lakukan? Seperti pahlawan? Entahlah.
"Kyaa!!!". Teriak seorang wanita misterius yang sedang terjebak diantara musuhnya.
"Hei, bukankah seharusnya kau menyerah saja, jadilah penurut dan ikuti aku untuk kami jadikan tumbal persembahan kepada sang agung".
"Kurasa itu tidak cukup, kenapa kita tidak bermain-main dengannya dulu, dengan efek racun yang kita berikan, dia pasti sangat sensitif sekarang, ini akan menyenangkan".
Mereka berdua tampak seperti pemimpin dan wakil pemimpin dari gerombolan orang-orang itu, sepertinya memang sudah di rencanakan sedari awal bahwa mereka memang akan menangkap gadis ini.
Dengan nada marah sosok yang tampak seperti pemimpin itu berteriak kepada orang tadi untuk diam.
"Kalau kau merasa dirimu bodoh, jangan bawa-bawa aku, kau akan mati di tangan bos jika berani menyentuhnya sebelum bos, kita harus menyerahkannya kepada bos dulu, kalau beruntung kita mungkin juga bisa menikmatinya".
"Hehehe, kau benar kak, memang harus bos dulu yang mencicipi wanita ini, aku penasaran dengan wajahnya karena dia memakai cadar"
__ADS_1
"Kita akan melihatnya setelah bos selesai dengannya".
Tampaknya sekumpulan orang itu udah di berikan perintah oleh sosok dengan otoritas yang lebih tinggi dari mereka, dimana bahkan mereka tidak berani melawannya.
Wanita itu yang sedari awal hanya diam setelah berteriak akhirnya mulai mengeluarkan kata-kata
"Kalian berfikir dengan efek obat ini sudah cukup untuk mengalahkanku? Tentu saja tidak bodoh, bahkan dengan sedikit kekuatanku sudah cukup untuk membinasakan kalian semua!".
Dengan raut wajah yang terlihat dia begitu marah dan membenci situasi ini, tampaknya kesannya benar-benar tidak baik-baik saja.
Pertarungan diantara mereka pun terjadi, dimulai dengan sang wanita yang mulai merapal sihir di seluruh pedangnya.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu? Tentu saja tidak!, Dengan sihir api yang menyelimuti pedangku, Ini adalah akhir dari kalian para anjing bawahan zora!!!".
"Sialan, ternyata dia masih bisa mengeluarkan kekuatannya, mengalahkannya'pun tidak mungkin, sebaiknya kita tahan dia sampai efek samping dari obat itu bekerja".
Dengan aura membunuh yang membara, dia mulai menyerang segerombolan orang itu dengan pedangnya yang di juluki pedang kelas pertama terkuat!
"Hei kakek tua, bisakah aku menambah lagi? Ini benar-benar enak!".
"Selama kau membayar, aku akan memberikan semua makanan sesuai menu yang kau pesan, jadi pastikan kau membayar apapun yang sudah kau pesan setelahnya"
"Tenang saja, itu adalah hal yang mudah untuk membayar beberapa makanan, sekarang berikan kepiting hitam ini lagi kepadaku"
Tampaknya dia memang menikmati suasana yang ada di miracle world ini, dimana hal praktis dengan sihir, tapi kakek tua ini justru menggunakan cara tradisional untuk memasak, itu yang membuat dia sangat menikmatinya.
Sembari memakan kepiting hitam yang dia pesan, tanpa sadar dia sudah memakan banyak sekali, jangankan kenyang, perutnya benar-benar seperti tak memiliki batas.
Bahkan setelah menghabiskan seluruh porsi kepiting hitam yang ada di kedai tersebut, dia baru merasa puas, sungguh nafsu makan yang tidak bisa di katakan normal.
__ADS_1
"Kakek tua!, Aku akan membayarnya, berapa harga dari makanan yang sudah ku pesan semuanya?".
Kakek tua itu dengan wajah heran kenapa ada seseorang yang memiliki nafsu makan sebesar itu, langsung memberikan jumlah harga yang harus di bayarkan sang pemeran utama kita.
"Ini, kau lihat sendiri, bagai mana mungkin ada seseorang yang makan sebegitu banyaknya, kau ini apa? Perutmu seperti tidak memiliki batasan!!!".
"Hei, tenanglah, aku hanya memakannya, hmm... Jadi harganya 300 bel ya, ambi uang ini, jumlahnya sudah pas, tak kurang maupun lebih".
"Ya, jumlahnya sudah sesuai, kau terlihat seperti tidak punya yang, kenapa tiba-tiba muncul? Bagai mana caranya?". Ucap kakek tua itu dengan heran.
"Tentu saja karen aku menginginkannya, jadi akan langsung muncul!" Dengan senyum tak bersalah dan tak menjelaskan apapun dengan jelas dia langsung beranjak pergi.
"Hah?! Terserahlah, itu urusanmu, yang terpenting adalah makanan yang kau pesan sudah kau bayar, tapi setelah ini, kau akan kemana? Kau terlihat seperti seseorang yang akan mengelilingi seluruh dunia ini".
Mengapa kau tidak tinggal kedai ini saja? Yah... Ini hanya pertanyaaan acak, karen aku yakin kau pasti tidak akan bertahan di satu tempat.
Kakek tua itu memang tampak kesal sedari awal, namun sebenarnya hubungan mereka sangat baik walau hubungan itu baru terjalin kurang lebih 3 jam.
"Kemana aku akan pergi? Entahlah, aku sendiri tidak tahu, aku hanya akan mengikuti langkahku berjalan, karena aku hanya ingin bersenang-senang menikmati hal-hal yang belum pernah kurasakan".
"Tentang tawaranmu untuk tinggal di kedai ini, itu memang cukup menarik, tapi aku benar-benar ingin menjalani hak yang belum diriku tapaki, tapi aku pasti akan terus berkunjung kesini".
"Terserahlah, kuharap kau tetap menjadi dirimu sendiri, aku tak tahu seberapa kuat dirimu, karena kau terlalu untuk ku lihat, mirip seperti para "putra bintang" yang memiliki talenta tanpa batas di dunia ini, kuharap kau menjaga dirimu dengan aman".
sosok itu benar-benar bingung kemana dia akan melangkah, hanya mengikuti langkah yang dia tapaki, hanya arah yang dia pilih yang akan menjadi awal dari setia hal baru yang dia alami.
Seorang kakek pemilik kedai dengan mulut yang terus terang, tetapi dia tetap perhatian terhadap seseorang yang sudah dia anggap dekat, walau sang pemeran utama dan dirinya baru bertemu belum lama.
"Baiklah!, Kurasa sudah saatnya aku pergi, sampai jumpa lagi kakek tua, kuharap kau tetap hidup sampa kapanpun!"
__ADS_1
Dengan ditemani oleh hembusan angin, dia benar-benar telah menghilang tanpa jejak.