Terkuat? Aku Hanya Ingin Hidup Bebas

Terkuat? Aku Hanya Ingin Hidup Bebas
CHAPTER 2 - Nama? Namaku adalah...


__ADS_3

Di suatu hutan yang di sebut hutan kematian, seseorang muncul secara misterius, dia menoleh ke kanan dan kiri, seperti mencari seseorang.


"Kurasa mereka di sekitar sini, tidak lucu kalau aku langsung muncul tanpa sebab di tengah-tengah pertarungan mereka, jadi lebih baik sedikit menjauh".


"Wanita itu lumayan cantik, jika aku menyelamatkannya, apakah aku akan mendapat sesuatu yang setimpal, apalagi dengan efek dari obat itu, pasti akan sangat menyenangkan menunggu hadiah setelah menyelamatkannya".


Dia mulai berjalan kearah pertarungan itu terjadi, tentu saja alasannya bergerak menyelamatkan gadis itu bukanlah niatan baik belaka, tapi karena dia ingin melakukan "itu" dengan gadis tersebut, dengan rasa penasaran bagaimana rasanya melakukan "itu", apalagi wanita itu lumayan cantik menurut standartnya, dimana dia telah melihat banyak wanita dari awal dunia tercipta.


Ketika dia sampai, pertarungan hampir berakhir dan wanita itu tampaknya sudah tak berdaya.


"Ternyata mereka disana, sepertinya pertarungan mereka akan segera selesai, sebentar lagi akan ada waktu untukku muncul sebagai pahlawan".


Dia terus melihat mereka bertarung, pertarungan semakin intens, dimana wanita itu sudah dipastikan kalah, dengan pakaian yang compang camping dan keringat menjalar ke seluruh tubuh.


Setelah beberapa saat wanita itu tampak akan mengeluarkan sihir pedang tingkat tinggi dengan gelombang api yang membawa ke langit ke arah mereka dengan kecepatan yang tinggi, tetapi hal aneh telah terjadi.


"A-ap-apa-apaan ini?!, Kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatanku, bahkan tubuhku tiba-tiba menjadi panas!".


Melihat keadaan wanita tersebut, pemimpin dari gerombolan orang berjubah hitam itu berkata:


"Setelah sekian lama, dari orang kita yang berjumlah ratusan, sekarang hanya tersisa 20, bisa menyisakan 20 dari kami, sesuai dengan reputasimu sebagai putri bintang, bahkan dengan keadaan teracuni seperti itu bisa membunuh setengah dari kami".


"Tapi itu hanya tadi, sekarang sudah saat kami membawamu pergi menemui tuan muda"


Dengan senyum yang lebar, orang itu langsung mendekat kearah wanita itu terkapar lemas.


"Ups!, Sepertinya kalian tidak akan bisa membawa wanita itu, karena akulah yang akan membawanya!".


Normalnya seseorang akan merasa tegang karena terlibat dalam pertarungan seseorang, namun dia justru datang dengan tersenyum sambil mengatakan hal yang terlihat seperti provokasi terangan-terangan.


Dalam hatinya, wanita itu bertanya-tanya siapa pria yang menggunakan topeng putih dengan corak aneh itu.


"S-siapa dia? Kenapa aku tidak pernah merasakan kehadirannya? Siapa dia?, Dia benar-benar memberikan perasaan tak terkalahkan"


"Aku merasa kepalaku benar-benar berat, aku bisa pingsan kapan sa-".


Wanita itu seketika pingsan karena efek obat tersebut.


"Siapa kau?! Kenapa kami tidak merasakan kehadiranmu sedari awal!"


"Benar!, lagi pula kau tidak seperti memiliki hubungan dengan gadis ini, lalu apa tujuanmu menyelamatkan gadis ini!!!".


Dengan kemunculannya, membuat mereka sadar, bahwa sosok yang ada di hadapan mereka adalah sosok yang tak dapat di ganggu gugat, secara naluriah mereka benar-benar ketakutan, melupakan rasa takut terhadap bos yang mereka bicarakan beberapa saat yang lalu.


Dia mulai berbicara setelah mendengar ucapan para sosok lemah itu, bagi mereka ini adalah situasi tidak terduga dan mencekam, tapi baginya ini adalah kesempatan emas untuk merasakan kenikmatan yang tak pernah bisa dia rasakan sejak dulu.


"Tujuanku menyelamatkannya? Tentu saja untuk bersenang-senang, tidak ada yang lain, jika bukan untuk bersenang-senang, maka sedari awal kalian pasti sudah membawanya".


Dia benar-benar memandang rendah mereka, bahkan membiarkan mereka pergi untuk mencari kesenangan lainnya.


"Pergilah, aku akan mengampuni kalian, tapi ingat-".


"Iya!!!, Kami akan mengingatnya, kami pasti tidak akan melaporkan kejadian ini kepada siapapun!!!".


Mereka serentak langsung bersujud seolah tau apa yang akan sosok itu bicarakan.


"Lebih baik aku berkhianat daripada jatuh ke tangan orang di depan kita, aku merasa itu lebih buruk dari kematian"


"Kau benar, aku benar"benar ingin ini berakhir secepat mungkin".


Dia tampak kesal dengan mereka yang asal memotong pembicaraannya dengan lantang, tanpa mereka tau apa yang ingin dia bicarakan, dengan nada datar namun mencekam dia mulai berbicara kembali.

__ADS_1


"Hei sialan, aku tak takut dengan pihak manapun yang ingin kalian laporkan terkait hal ini, aku hanya ingin memberitahu kalian, katakan kepada bos kalian bahwa kalian gagal karena ada sosok misterius yang menggagalkan rencana kalian, dia benar-benar kuat sampai kalian tak sadar kapan di kalahkan".


Secara naluriah mereka dengan rasa ketakutan, tanpa sadar berteriak secara bersamaan.


"Baiklah, kami pasti akan melaporkan hal ini kepada tuan muda secepatnya, sesuai dengan perintah anda.


"Ah!, Jangan lupa untuk laporkan juga kepada menara sihir kuno, bahwa gadis suci mereka baru saja di culik!".


Melihat sosok aneh yang justru ingin menantang dalang di balik kejadian ini membuat mereka heran, dimana harusnya seseorang menyembunyikan identitasnya, dia justru pergi memancing mereka, mereka bahkan tak berani untuk memikirkan hal apa yang dipikirkan oleh sosok itu.


Setelah kejadian tersebut, dia membawa wanita yang pingsan itu ke dalam sebuah gua yang terlihat seperti tak terjamah selama ribuan tahun.


Setelah beberapa saat, wanita itu mulai terbangun dari pingsannya, namun tetap dengan efek obat.


"Apakah kamu yang menyelamatkanku? Bisakah kamu memberiku penawar dari racun ini, aku tidak tau racun apa yang mereka berikan, tapi tubuhku benar-benar panas".


Setelah dia sadar, kain yang menutupi wajahnya terlepas, terlihatlah sosok wanita dengan rambut berwarna pirang, mata merah, tubuh yang sempurna, dengan dada yang besar dan kecantikan yang natural, tetapi sangat menggoda.


Dengan pipi memerah dan tubuh yang memanas, dia mulai banyak bertanya kepada sosok bertopeng itu, sosok itupun menjawab pertanyaannya dengan tenang sambil duduk du sebuah batu.


"Ya, aku yang menyelamatkanmu, tetapi apakah kau tau? Racun di tubuhmu hanya bisa di netrealkan melalui hubungan pria dan wanita, jadi kau yakin ingin penawarnya?".


"Aku tau siapa kau, kau adalah putri bintang dari menara sihir kuno, kania fortern, bakat teratas disana, bahkan aku mengetahui segalanya, karena sedari awal aku memang maha tahu".


Jawab sosok itu sambil tertawa kecil melihat keadaan wanita yang tersungkur itu.


"Hah?!!!, Bagaimana mungkin ada racun seperti itu, aku bahkan tidak pernah mendengarnya, sampai harus melakukan hal itu, itu sedikit memalukan!".


Dia benar-benar mengesampingkan perihal sosok itu yang mengetahui segala tentangnya dan fokus pada cara menetralisir obat itu sesuai dengan yang sosok itu katakan.


"Terserah kau percaya atau tidak, aku bisa membantumu, tapi apakah kau mau dengan seseorang yang tidak kau kenal?".


Kania berpikir dengan keras apa yang harus dia lakukan, dia pun merasakan hal itu memang benar bahwa obat tersebut hanya bisa di netralisir dengan hubungan intim.


Setelah berpikir sangat panjang, akhirnya dia memutuskan untuk melakukannya dengan pria itu, dengan beberapa syarat tentunya.


"Baiklah, aku akan melakukannya denganmu, tapi dengan satu syarat, kau harus ikut denganku kembali sebagai asistenku dan ini hanya akan menjadi rahasia diantara kita!".


Dengan jari menunjuk kearah pria itu, dia mengatakannya sambil menahan wajah merahnya.


"Kurasa itu tidak buruk juga dengan mengikutimu, aku bisa sekalian keliling dunia ini, ayo kita mulai" ucap dia dengan senyum yang tampak bersemangat.


"Berjanjilah akan melakukannya dengan perlahan!, Ini adalah pertama kalinya untuk, jika kau berani melakukannya dengan kasar, aku akan membunuhmu!


Dia sekarang benar-benar tersipu malu karen untuk pertama kalinya dia akan melakukannya dengan seorang lelaki yang tidak dia kenal.


Lelaki itupun mulai meraba sekujur tubuh wanita tersebut, tanpa terkecuali, dia bahkan bernafas di sekitar leher dari kania, setelah puas dengan itu, dia mulai menciumnya, itu berlanjut lumayan lama.


"Bajingan!!!, Bukankah aku sudah bilang untuk lembut, tidak bisakah kau melakukannya secara perlahan, kau benar-benar melakukannya tanpa hati, dan kasar!!!".


Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut kania, dia mulai semakin sering menggodanya sampai kania yang sedang melakukannya menunjukan raut cemberut dan emosi.


"Sepertinya ini akan berlanjut sampai besok, cobalah untuk bertahan, ini semua salahmu karena memiliki tubuh yang begitu mempesona, kania, kau adalah miliku!".


Setelah mengatakannya dia langsung menciumi kania lagi.


"A-ak-aku b-bukan milikmu bajingan!".


"Hmff... Hmfff".


Setelah kania mengatakannya, sosok misterius itu langsung menciumi kania dengan semakin kencang"

__ADS_1


Setelah beberapa hari, mereka baru selesai melakukannya, itu di karena sosok bertopeng itulah yang tak ingin berhenti melakukannya.


Di pagi hari yang cerah itu, terdapat wanita dan seorang pria yang berpelukan di dalam sebuah gua, pelukan layaknya pasangan.


"Aku tak mengira kita akan melakukannya selama ini, kamu cukup mesum ya hehe" sosok bertopeng yang kini melepaskan topengnya tersenyum sambil terus menggoda dan mengelus pipi dari kaina.


"Berhentilah menggodaku!, Tidakah kau lelah setelah melakukannya setengah bulan lebih? Aku benar-benar lelah saat melayanimu!".


pria itu justru semakin senang dengan respon yabg di berikan kania, itu membuatnya semakin ingin menggodanya lagi dan lagi.


"Aku bukannya tidak lelah, tapi aku benar-benar tidak puas hanya melakukannya sekali denganmu kania!, Jadi saat kita kembali, aku akan tetap melakukannya denganmu".


Dia mengatakan sesuatu seperti itu dengan lantang dan mempererat pelukannya terhadap kania.


Kania pun hanya merespon dengan muka datar namun malu.


"Hufftt" kania menghembuskan nafas'nya seperti seolah dia benar-benar lelah dengan sikap pria itu.


"Terserahlah, aku tidak peduli jika kau ingin melakukannya, tapi satu hal yang harus kau ingat, kau harus tau tempat dan waktu!".


"Ya ya, aku pasti akan ingat itu". ucap pria itu sambil tersenyum dan mempererat pelukannya.


Setelah beberapa saat, mereka'pun sudah berganti pakaian seperti biasa, bersiap untuk pergi keluar.


Sesampainya di luar, kania heran kenapa waktu seolah berhenti, dan dia secara reflek menatap lelaki itu dan tanpa sadar bertanya.


"apa kau yang melakukannya? bagaiman kau bisa melakukannya?".


"Kamu benar sayang, aku menghentikan seluruh aliran waktu yang ada di seluruh xianzhi world ini, bahkan jika ada seseorang yang hidup di dimensi berbeda, dan mereka yang di sebut supreme master di setiap dunia, mereka semua juga akan terhenti, bahkan jika kau memiliki ketahan terhadap perhentian waktu, kau tetap akan terhenti, karena aku membuatnya seratus kali lebih kuat dari perhentian waktu pada umumnya".


"Seratus kali?! kau pasti berbohong?! bagaimana itu bisa di lakukan?!"


"Tidak, kurasa itu memang mungkin jika melihat sosok mu yang seperti maha kuasa ini"


Kania terus bertanya dan berteriak saat di beritahu kebenarannya, tapi tidak lama kemudian dia langsung sadar kalau itu hal yang wajar bagi pria di sampingnya itu.


Melihat kania yang sangat penasaran, pria itu mulai berbicara.


"Sayang, kau tidak perlu memikirkannya, lebih penting dari itu, bagaimana kalau kita kembali ke menara sihir kuno? itu akan lebih menyenangkan!" pria itu tampaknya sudah tidak sabar untuk memulai sesuatu yang baru di awal kemunculannya di miracle world ini.


"Kalau begitu, siapa namamu? tidak mungkin kan kalau kita kembali dan kau menjadi asistenku, tapi aku tidak tau siapa namamu?"


"Sebuah nama ya? aku tidak pernah berpikir sampai ke situ sih, tapi sekarang itu benar-benar menjadi sulit karen tidak memiliki nama"


Seolah tidak percaya, kania secara serentak berteriak seolah dia tidak percaya dengan yang di katakan sosok itu.


"apa?! kau serius tidak memiliki nama? dengan sosok seperti dirimu ini, bagaimana mungkin tidak memiliki nama, kau pasti berbohong!!!"


Pria itu bahkan tidak pernah berpikir untuk membuat namanya sendiri, namun dia sepertinya sudah memiliki nama baru.


"Ah! Aku kepikiran sebuah nama, nama yang tidak mungkin di miliki oleh orang lain, nama yang hanya aku miliki!"


Kania dengan ekspresi penasaran dengan nama apa yang akan di gunakan oleh sosok itu, sampai-sampai dia mulutnya bergerak sendiri


"Dan apa namanya?"


Dengan wajah bahagia dan nada bicara yang penuh semangat sosok itu menjawab:


"Arssya!!!"


Baiklah cukup sampai disini chapter dua dari Terkuat? Aku Hanya Ingin Hidup Bebas.

__ADS_1


Maaf atas keterlambatannya karena up yang lama, dikarenakan urusan dan kepentingan pribadi, jadi, Setiap hari sabtu atau minggu aku pasti akan berusaha agar terus update, sekian terimakasih.


__ADS_2