TEROR HANTU DI SEKOLAH

TEROR HANTU DI SEKOLAH
episode 1


__ADS_3

TEETTT, TEEETTT, TEEEETTTT!!!


Bel pulang terdengar begitu nyaring. siswa-siswa SMAN 1 TAMBAN kegirangan menyambut berakhirnya pelajaran hari ini. mereka berhamburan keluar kelas dengan ledakan kegembiraan.


"ica, tunggu, elu buru-buru amat sih" tanya leha mengejar sobatnya yang keluar kelas sambil berlarian kecil.


"gue kebelet mau pipis, leha" jawab ica menjelaskan alasan ketergesaannya.


"oohh...ya, udah, gue tunggu di depan tikungan lab Biologi ya" tanggap ica, seketika melambat langkahnya.


"he-he! " leha mengiyakan dengan suara cukup keras.


iya berjalan menuju kamar kecil yang searah dengan laboratorium Biologi. ketika hampi mencapai tikungan yang mengarah pada leb Biologi, dia melihat ipul, anak kelas tiga Biologi melintasinya begitu saja, lantas masuk ke dalam lebih biologi.


dahi ica dikernyitkan. ada urusan apa sih ipul, cowok yang di kenalnya amat pendiam dengan wajah jerawatan itu mampir ke lab Biologi di luar jam pelajaran Biologi? mana sendirian lagi? eh, dia kok gak takutnya? bukankah leb Biologi kumayan 'angkerya' sejak guru biologi mereka yang baru, yaitu pak yanto memanjang rangka tubuh manusia bercat putih, lengkap dengan tengkorak kepalanya.


"icaaaa" panggil leha, mengagetkan ica keasyikkan sendiri mempertanyakan kejadian sikap ipul.


"aduh, elo ngagetin gue aja, leha! "


"naah, ketahuan...lagi melamun ya? " tanya leha melontarkan tuduhannya.

__ADS_1


"salah, non. gue bukannya melamun, tapi sedang mencurigai upil yang baru aja ke sana... " bla, bla, bla, ica pun menjelaskan bagaimana ipul melintasinya, lantas masuk ke dalam leb dengan lagak mencurigakan.


dari leha jadi ikut dikernyitkan mendengar laporan sifatnya. lantas di ajaknya udin untuk mengintai ipul agar rasa penasaran mereka terjawab.


kedua cewek cakep yang baru duduk di kelas satu itu melangkahkan kaki mereka dengan kompaknya menuju leb Biologi. tentu saja dengan kaki yang dijijitkan supaya langkah kaki mereka nggak menimbulkan suara.


setibanya di depan pintu leb biologi yang tertutup rapat, langkah kaki keduanya pun terhenti. lantas mereka saling berpandangan mempertanyakan bagaimana caranya supaya mereka bisa mengintai ke dalam leb tersebut.


leha mengangkat bahu petanda dirinya tidak punya gagasan sama sekali. hal itu membuat ica memelototi pintu sambil berpikir keras. iseng-iseng tangannya mendorong pintu. la terlonjak melihat pintu leb terdorong sedikit hingga ada celah yang memungkinkan mereka untuk mengintai.


dengan sigapnya kedua cewe itu mencintai. kepala ica dan leha masing-masing merapati celah sempit dalam pusisi yang saling tumpang tindih (kepala ica diatas kepala liat leha). lantas mereka mengedarkan pandangan mata ke seantero isi leb menangkap objek yang mereka cari.


"oooh, nunu, gadisku... kaulah segalanya bagi ku. tidak sehari pun terlewatkan tanpa bayangan dirimu... kau pujaan hatiku. betapa dalam cinta ku melebihi dalam nya lautan..."


duile, ini pemandangan yang sungguh super gila. ya, super gila!! ipul merayu kerangka tubuh manusia seperti seorang cowok yang menggombali ceweknya?.


dua pasang mata terbeliak selebar-lebarnya ketika ipul dengan kegilaan nya yang paling gila itu mengucap 'punggung' tangan dari kerangka bagian telapak tangan di hadapan nya. ya, ampun! bibir upil bener-bener mangecup. lihat saja kedua bibirnya itu nyaris menyentuh permukaan rangka telapak tangan, lantas menimbulakan suara kecupan yang khas, cup, cukup, cuuuppp!


"oooh, terima kasih, sayangku. akhirnya ya kamu mau menerima diri ku apa adanya. aku memang bukan cowo pujaan, tampangku tidak ganteng, cakep, ataupun menarik. iya, iya, jerawat di pipiku ini memang sialan! dia tumbuh tidak senonoh. aku sudah berusaha keras menghilangkan nya, mulai dengan memasker nya, membubuhinya krim-krim anti jerawat sampai mencuci nya dengan lotion-lotion penghapus kulit, tapi jerawat sialan ini tetap kerasan nempel di pipiku..."


rupanya sehabis merayu ipul ingin curhat, aliyas mencurahkan isi hatinya. so pasti isi curhatan nya melulu tentang jerawat nya yang bikin diri nya tidak pede.

__ADS_1


"huuuh, tiga bulan lalu, jerawat ku baru tiga butir. dan sekarang, lihatlah sudah enam butir pada setiap bagian pipimu, jadi total di pipi kiri dan pipi kanan ku ada dua belas butir jerawat. suatu jumlah yang sungguh meluruskan gengsiku sebagai cowok jomblo. aku tidak berdaya, saat aku hampir putus asa memerangi jerawat ku, tidak di sangka-sangka kamu hadir, kamu menjadi pujaan hati ku. dan kalu akhirnya kamu bisa menerima cinta ku, oooh thanks god.


wah, baik leha maupun ica tercengang mendengar curhatan udik mengenai jerawat nya dan cewek pujaan ya. bikin leha maupun ica menjadi saling melihat, lantas terseyum-senyum simpul.


"iya, iya, akhir nya kamu tahu kamu aku adalah cowok yang bisa di andalkan. lihat saja dari ke gigihan ku belajar. kamu tahu, di kelas satu angka-angka ulangan ku rata-rata (mendapatkan nilai rata-rata 4-5). tapi kelas dua, angka ku berubah. angka delapan belum pernah ku raih, karena nilai tertinggi ku baru mencapai angka tujuh puluh setengah. tapi, dari pencapaian nilai itu, kamu bisa melihat peningkatan prestasi belajarku bukan? " tanya nya tersenyum manis .


"nunu ku, sayang, " kata nya lagi menyebutkan cewe pujaan nya.


"nunu itu siapa sih, ica? elu tau nggak?" bisik leha bertanya dengan suara pelan.


"nggg... gua rasa nunu yang ipul maksut itu mungkin upil, anak baru kelas tiga Biologi yang pindahan dari medan," jawab ica setelah mengarahkan ingatan ya.


"iya, iya, nunu, aku memang belum punya mobil kaya riski, dian atau duan. tapi yakin lah, suatu saat kelak aku akan mengkeridit mobil termurah dari modalku yang sekarang, yaitu motor butut yang setiap malam kuojeki. kamu tahu, setiap malam aku mendapatkan duit tiga puluh sampai lima puluh ribu dari hasil mengorek... "


"ooh, jadi ipul itu tukang ojek," bisik ica.


"pantas aja jerawatan gak sembuh-sembuh, kena debu mulut sih, " ingat leha mengingatkan keberadaan jerawat di wajah ipul dengan profesi sambilanya.


"coba kamu hitung, kalu setiap hari kutabung dua puluh ribu, sebulan sudah berapa, lantas setahun berapa? belum lagi ditambah tabungan dari uang saku yang jarang aku pakai jajan, plus uang ojek yang tidak pernah aku pakai kerena setiap hari ya aku pulang pergi sekolah jalan kaki guna mengirit duit. yeaah, sekalipun kaki ku menjadi bengkak segede talas bogor, nggak apalah. itu semua menunjukkan daya perjunganan ku yang melintas bukan?"


aduh, duh duh. ica dan leha tidak tahan lagi untuk tertawa meski keduanya sudah mati matian menahan rasa geli di perut mereka. curhatan nya ipul kok terkesaan kepedean nya?

__ADS_1


__ADS_2