TEROR HANTU DI SEKOLAH

TEROR HANTU DI SEKOLAH
pingsan ya udin


__ADS_3

mendadak kedua cewek yang sedang asik mengintai itu merasakan baru mereka di pegang seseorang di belakang. dengan refleknya mereka menoleh. teryata yang memegang bahu mereka adalah udin, teman sekelas mereka sendiri.


"ssssttt" leha langsung mengisyaratkan udin agar tidak bertanya. ica pun ikut bereaksi, di seretnya udin agar menjauh dari leb Biologi lantas di bisikan nya mengenai apa yang mereka intai.


"ipul anak kelas tiga Bio yg jerawatan itu kita pergoki, kayak nya tuh anak sedang latihan merayu nunu, teman sekelas nya melalui pajangan kerangka tubuh manusia yang di bawa pak yanto tempo hari, "


begitu ica membisikan kepada udin


"ah, yang benar lu?" kata udin


"beneran, udin. mungkin sebagai pelampiasan karena ipul nggak bisa terang terangan merayu nunu, cewek pujaan ya itu..." ucap ica


"coba gue liat, masa' sih ada orang yang segitu goblok dan segitu nggak waras nya sih? " ucapan udin yang saat pintar dan masuk akal, berniat mendorong untuk membuktikan ucapan teman-teman nya.


leha dan ica pun menjauh menyingkir agar udin bisa melihat. sekarang hanya udin sendirian yang mengintai ipul. kemudian kedua cewek itu hanya melihat udin dan membiarkan sambil menunggu udin menyudahi intain ya. kedua cewe itu pun bersiap-siap agar melanjutkan intaian mereka kembali, karena menganggap mereka berdua juga Berhak mengintai sepuas-puas nya.


lama kelamaan, mereka menjadi tidak sabaran menunggu udin untuk menyerahkan kembali tempat intaian mereka.


" tunggu eh tunggu, kok belum-belum juga udin menyudahi intaianya itu sih. eh, dia nya malah semakin keasyikkan mengintai. wah, ini tidak bisa kita biarkan. udin tidak bisa seenaknya menguasai tempat intaian kita." kata leha yang sangat tidak sabar itu


maka kemudian pun ica melirik ke arah leha. terus leha pun yang dilirik ica memberikan isyarat agar ica menegur udin. ica pun menyetujui nya. kelihatan benar mereka sudah tidak sabar lagi untuk memperingatkan udin agar segera mengakhiri untaian nya itu supaya mereka berdua melanjutkan intaian nya.

__ADS_1


pada saat ica mulai mau memegang punggung udin, tidak di sangka tiba-tiba udin menjerit sekeras-kerasnya dengan keadaan tubuh nya yang limbung.


"Aaawwww! "


astaga! dengan refleksnya mereka berdua ica dan leha menahan tubuh udin yang tidak tahu tiba-tiba saja tarjatuh ke belakang begitu jeritanya tadi berakhir.


"aduh ini gawat, leha... kok udin bisa pingsan begini sih? " tanya ica dengan nada suara yang cukup tinggi.


"yee... mana juga gue tau" jawab leha sama-sama pada panik. "gimana ini, apa selalu kita tahan terus tubuhnya udin?" tanya leha ke bego-begoanya yang lagi panik.


"yaa, nggaaak lah, leha. masa kita pegang terus, kita rebahkan saja dia ini di atas lantai, " jawab ica dengan bete nya karena mereka harus menghadapi kejadian yang di sangka-sangka mereka duga ini.


tapi di saat belum juga sampe tubuh udin mereka rebahkan, perhatian kedua cewe itu pun beralih ketika di saat pintu leb terbuka di iringi dengan muncul nya ipul. ya, tentu saja teriakan setinggi langi udin yang tadi terdengar sampai ke dalam Leb ipul pun yang mendengar teriyakan itu langsung buru-buru ke luar leb. dan apa yang di saksikan nya membuat cowo berjerawat itu keheranan.


"eehh, ada apa ini semua? apa yang sedang terjadi? " tanya ipul meminta penjelasan yang sedang kebingungan.


"Aaaaaaannnuuuuu... di, di, diii dia pingsan..." jawab leha dengan panik nya dan sebisanya.


"iya, kenapa dia bisa-bisanya sampai pingsan begitu" tanya ipul mencari jawaban yang lebih jelas atau spesifik.


"waduh, saya juga gak tau ini, karena barusan tau-tau aja dia gugur pingsan setelah tadi dia menjerit sekeras-keras nya," jawab ica menyampaikan jawaban yang sama bodoh nya dengan jawaban leha barusan.

__ADS_1


"iya, iya, tapi tadi itu sebelum dia menjerit dan lalu pingsan begini, dia kenapa? eh eh, kalian berdua juga kenapa, kok bisa-bisa nya kalian ada di sini?" tanya ipul lagi dengn jengkel dan kesalnya di dirinya itu.


pertanyaan si ipul tidak langsung di jawab begitu saja, leha malah langsung melirik ica dan begitu juga ica malah melarikan pandangan nya ke arah matanya pada udin.


"lho, kok kalian tidak langsung menjawab pertanyaan saya ini sih? " ipul pun mengulangi pertanyaan ya lagi dengan perasaan jengkel dan agak kesel itu. " kenapa kok kalian bisa-bisanya ada di sini? " Ooo, apakah kalian dari tadi itu disini lagi mengintip diri saya ya? "


dan apa akhirnya kepala ica mengangguh lemah dan pasrah ya sebagai jawaban iya nya itu. tentu saja anggukan dari ica itu membuat ipul menjadi sangat kesal. wajahnya yang di penuhi jerawat itu menjadi sangat merah sekali. mana mata nya yang lumayan agak sipit itu hingga kelihatan bangat tampang wajah ipul makin amburadul saja.


"Oooh, jadi emang benar dari tadi kalian semua sedang mengintip saya, heh, hee?" sekarang ipul benar-benar nampak emosi, yang terlihat dari urat-urat yang ada di lehernya itu yang sangat menonjol besar itu.


ketegangan di antara mereka itu membuyar ketika mereka mendengar suara udin yang ternyata terlihat mulai agak siuman. sudah pasti saja. perhatian ke tiga orang itu langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah udin, yang mulai sadar.


"Arrrggghhhh"


"din, eh udin? din, ini gue, ica. din elu usah sadar kan? " panggil ica yang sudah tidak sabar ingin mengetahui alasan terjadi ya pingsannya udin barusan tadi.


dengan sangat pelan-pelan nya udin membuka mata ya itu.


"eh lu nggak kenapa-napa kan, barusan tadi din? " pertanyaan ica yang sudah beberapa kali akhir nya di jawab juga oleh udin dengan menganggukkan kepala nya itu.


"sukur deh kalu elu nggak kenapa-napa kalu gitu... oh iya tapi, elu masih ingat kan kejadian tadi itu yang barusan, tentang kenapa tadi lu sampe pingsan segala begitu? gue kan panik" tanya ica yang benar-benar sangat hati-hati. "emang ya tadi elo liat apan sih din jadi pingsan" di tambah ica pertanyaan ya lagi.

__ADS_1


ipul pun terlihat tercenung sejenak. lantas dia melihat lagi pada ica. ya sementara itu, ipul yang lagi berdiri di ujung tidak tapi terlalu terlihat kerena terhalang Tubuh ya ica. cowo berjerawat itu pun sendiri hanya berdiam diri menunggu hasil interogasi ica kepada udin yang barusan sadar.


__ADS_2